<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547</id><updated>2012-01-01T01:24:26.788+08:00</updated><title type='text'>nothing is impossible...reach your dream!</title><subtitle type='html'>Tak ada kata "luar biasa" dalam kegampangan - 
Tak ada kata "sulit" untuk  sebuah kesuksesan.
Orang yang memberi yang terbaik akan mendapatkan hasil yang terbaik. keep goin'...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>110</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8940405059488180347</id><published>2007-11-19T17:59:00.000+08:00</published><updated>2007-11-19T18:02:47.903+08:00</updated><title type='text'>Menentukan Prioritas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada suatu hari, seorang penjaga mercusuar dipercayakan segalon minyak untuk keperluan selama seminggu. Minyak ini ditujukan untuk menjaga supaya lampu mercusuar tetap menyala dan kapal2 yang lewat tidak terhepas karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada esok harinya, lewat seorang nenek tua yg memohon minta sedikit persediaan minyak si penjaga ini untuk memenuhi kebutuhan memasaknya hari itu. Si penjaga ini memberikan sedikit minyak itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Esok malamnya, ada seorang anak kecil yg menangis karena lampu penuntun jalannya mati kehabisan minyak. Si penjaga ini melihat hal tersebut dengan ibaakhirnya memberikan sedikit minyak untuk membuat anak kecil ini bisa pulang dengan selamat. dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati akhir minggu itu, si penjaga juga melihat ada orang yg membutuhkan minyak untuk keperluannya. Karena si penjaga ini menganggap "Apa salahnya sih menolong orang?", maka setiap kali ada yg meminta tolong pasti ia bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari sebelum akhir minggu itu, malam harinya si penjaga melihat ada kapal yg melintas dan membutuhkan tuntunan dari mercusuar. Ia segera bersiap menyalakan lampunya dan mengarahkan kapal tersebut. Namun ketika ia hendak menyalakan lampu itu, ia mendapati persediaan minyaknya telah habisterjadi tabrakan kapal dengan karang. Beberapa orang tewas dalam kejadian itu. dan pada malam itu juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini,banyak hal yang terlihat baik dan perlu untuk kita kerjakan. Tapi pada dasarnya, hanya ada beberapa hal utama yg TUHAN ingin untuk kita lakukan supaya kita memenuhi rencana-NYA dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIORITAS adalah memikirkan segala sesuatu berdasarkan urutan kepentingan dan melakukan segala sesuatu berdasar urutan kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8940405059488180347?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8940405059488180347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8940405059488180347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8940405059488180347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8940405059488180347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/11/menentukan-prioritas.html' title='Menentukan Prioritas'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5289246680350533520</id><published>2007-10-16T00:15:00.000+08:00</published><updated>2007-10-16T01:26:52.091+08:00</updated><title type='text'>Ahli Management Waktu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata, "Baiklah, sekarang waktunya kuis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah2 batu-batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah toples ini sudah penuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum", salah satu dari siswanya menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus!" jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum!" serentak para siswanya menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya, "Apakah maksud dari ilustrasi ini?" Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali. Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, pendidikanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Hobbymu. Waktu untuk dirimu sendiri. Kesehatanmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar ini sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk melakukannya. "Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir)dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidupmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5289246680350533520?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5289246680350533520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5289246680350533520&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5289246680350533520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5289246680350533520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/10/ahli-management-waktu.html' title='Ahli Management Waktu'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5172251775893880034</id><published>2007-09-13T02:29:00.000+08:00</published><updated>2007-09-13T02:36:18.086+08:00</updated><title type='text'>Indah pada Waktu-Nya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang sedang kamu alami sekarang !? Sukacita, dukacita, kesengsaraan, patah hati, dsb. Apa kamu pernah mengalami hal-hal tersebut ? Sudah tentu pasti, bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tak selalu pahit, pasti ada manisnya koq. Engkau tak selalu mendapatkan warna hitam, pasti suatu saat nanti akan mendapat warna biru, putih, ato pink. Yang penting bagaimana hatimu menyikapinya. Tuhan sesungguhnya melihat sikap kita. Bagaimana kita menyikapi semua keadaan ini. Ingat, sikap itu adalah kuas cat dari pikiran. Warna apa yang akan kita berikan dalam menyikapi suatu pencobaan!? Hitam yang berarti kebencian atau biru yang berarti pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang berperan penting dalam semua tindakan kita ini adalah hati. Bagaimana kita menerimanya, juga bagaimana kita melampiaskannya. Guys.... bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang. Di dunia ini, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita suka. Oleh sebab itu, sukailah apa pun yang kita dapatkan. Kualitas hati tertinggi adalah untuk selalu mengucap syukur kepada-Nya. Jika kau tak memperoleh apa yang kau suka atau yang terjadi itu di luar kehendakmu, renungkanlah! Pasti di balik itu semua ada rencana baik Tuhan yang lebih sesuai denganmu. Karna Tuhan tahu betul bagaimana kepribadianmu. Ia mengenal hatimu. Dan Ia tahu rancangan apa yang terbaik bagimu. Kita hanya melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang terbaik dari Tuhan itu sudah ada &amp; dekat pada diri kita, hanya saja kita yang tak pernah menyadarinya. Seperti ikan yang selalu mencari-cari dimanakah air itu, padahal sebenarnya ia sudah berada dan hidup di dalam air itu. Seperti itu juga-lah manusia. Jadi, jangan khawatir! Bunga Bakung yang tumbuh di lembah saja, diberi keindahan oleh Tuhan, bahkan Raja Salomo pun yang di dalam kemegahannya tak pernah mempunyai baju seindah warna bunga Bakung itu. So, apa yang kamu takutkan s’karang!? Hiduplah di dalam Pengharapan &amp;amp; Tuhan pasti akan mengabulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Inggou&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5172251775893880034?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5172251775893880034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5172251775893880034&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5172251775893880034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5172251775893880034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/09/indah-pada-waktu-nya.html' title='Indah pada Waktu-Nya'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7958895750402945524</id><published>2007-08-28T13:55:00.000+08:00</published><updated>2007-08-28T14:02:18.082+08:00</updated><title type='text'>Keberanian, Motivasi dan Hasrat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Aku ingin kuliah di Amerika," tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya," tutur sang guru. "Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada. Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah Anda mengirimkan namaku?" pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya," ujar sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu. "Inilah saat yang kejam. Penolakan," pikir sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri," tutur sang guru menutup kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku "Chicken Soup for the College Soul", yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, "Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memilikinya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7958895750402945524?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7958895750402945524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7958895750402945524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7958895750402945524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7958895750402945524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/08/keberanian-motivasi-dan-hasrat.html' title='Keberanian, Motivasi dan Hasrat'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6895783740416515977</id><published>2007-08-23T10:15:00.000+08:00</published><updated>2007-08-23T10:23:34.826+08:00</updated><title type='text'>Anak Anjing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan memakukannya pada tiang di pinggir halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak laki-laki kecil. " Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing anda."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;"Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk membelinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul " Dolly, kemari!" panggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh anak-anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yg bergerak di rumah anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang berlari, berusaha menyusul yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yg anak anjing kecil itu. Sang petani berjongkok disampingnya dan berkata," Nak, kau tidak akan mau anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang melingkari kakinya hingga sepatu yg di buat khusus untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandang sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia penuh dengan orang-orang yang memerlukan seseorang lain yang mau memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6895783740416515977?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6895783740416515977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6895783740416515977&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6895783740416515977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6895783740416515977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/08/anak-anjing.html' title='Anak Anjing'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8983621740119541095</id><published>2007-08-17T15:08:00.000+08:00</published><updated>2007-08-17T15:22:22.508+08:00</updated><title type='text'>Mengukir Sejarah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"The difference between a successful person and others is in a lack of will"&lt;br /&gt;~ Vince Lombardi, 1913-1970, American Football - Coach ~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia cukup puas hanya dengan lahir - hidup - dan lalu meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya yang tertinggal hanya 3 baris di batu nisannya : Si X, lahir tanggal sekian, meninggal tanggal sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginkah Anda menjalani hidup apa adanya seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti apa Anda mengukir sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal yang bisa membedakan Benni dengan kebanyakan orang dalam mengukir sejarah, yaitu Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;1. Kemauan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup Anda.&lt;br /&gt;Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan di mana? Tentunya hanya Anda yang paling mengetahuinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah untuk mencatat semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekali pun! Anda pasti punya kemauan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah katakan Anda tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek. Kalau&lt;br /&gt;kita sudah mati, kita tidak bisa punya kemauan kecuali udah mati kita jadi ZOMBIE! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;2. Keilmuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Anda harus mau belajar dan belajar. Anda bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan Anda, dan mungkin juga untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;3. Kesempatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah Anda bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan Anda dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak demikian! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu kemauan, keilmuan dan kesempatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang Anda tahu, apa yang harus dilakukan untuk bisa mengukir sejarah dengan baik dalam hidup Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padukan antara kemauan, keilmuan dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan percaya... ketika ketiga unsur ini berpadu dalam diri Anda, maka sejarah kebesaran tentang Anda telah dimulai... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8983621740119541095?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8983621740119541095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8983621740119541095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8983621740119541095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8983621740119541095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/08/mengukir-sejarah.html' title='Mengukir Sejarah'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2363109968261226223</id><published>2007-07-31T18:10:00.000+08:00</published><updated>2007-07-31T18:14:37.509+08:00</updated><title type='text'>Badai Pasti Berlalu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Baik…, saya akan bantu. Tagihan ini saya tahan dulu sampai ada informasi lagi. Tapi, kira-kira kapan bisa lunas? Bisa dilunasi dalam 2 minggu?” Tanya pemilik distributor bahan bangunan langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, pertanyaan yang sangat sulit dijawab untuk saat itu. “Belum berani janji sekarang pak, tapi 2 minggu lagi saya akan kasih kabar.” Rumitnya, saya sudah nggak punya uang sepeserpun, di kantong saja tinggal beberapa puluh ribu rupiah. Sama sekali nggak terpikir darimana bisa dapat uang untuk melunasi hutang-hutang termasuk ke beberapa supplier lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Habislah, kali ini bener2 bangkrut!” pikir saya. Setelah itu saya segera pulang dengan membawa beban sebesar buah kelapa yang nempel di dada. Kejadian ini berawal dari proyek konstruksi rumah tinggal yang saya bangun beberapa waktu yang lalu. Proyek tersebut milik sebuah developer perumahan di pinggir Jakarta. Rumahnya sudah terbangun tapi ternyata developer tersebut mismanagement dan tidak mampu membayar kewajibannya kepada para kontraktor sesuai perjanjian. Dan…, kontraktor nggak mungkin menarik kembali material yang sudah jadi rumah, kalau dibongkar ya cuma dapat puing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup selama beberapa bulan berikutnya seperti buronan dan menghindar dari hutang benar-benar sulit. Orang-orang yang bangkrut dan dikejar hutang biasanya pernah mengalami sindrom seperti ini:&lt;br /&gt;• Dunia menjadi gelap, tidak peduli pagi atau siang.&lt;br /&gt;• Setiap kali menarik nafas rasanya berat sekali, mirip judul komik “Bernafas Dalam-&lt;br /&gt;-Lumpur.”&lt;br /&gt;• Tidur tidak nyenyak, sering mimpi buruk dan terbangun di pagi buta.&lt;br /&gt;• Sepertinya semua teman dan saudara menghindar, takut dihutangi, dst&lt;br /&gt;Persis itulah yang saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu malam, istri saya berkata “Badai pasti berlalu.” Saya termenung sebentar dan mulai berpikir bahwa memang nggak ada badai yang berlangsung sepanjang tahun. Setelah itu saya coba berpikir kemungkinan terburuk apa yang harus dihadapi? Bisa jadi masuk penjara. Tentunya saya akan mengalami situasi sulit dan keras, misalnya dikerjain sesama tahanan. Tapi kalau dipikir-pikir di penjara mungkin malah bisa punya waktu untuk membaca atau berlatih menulis dan juga mempelajari beberapa hal misalnya meditasi yang selama ini belum sempat dilakukan. Mungkin akan mendapat banyak teman-teman baru dari lingkungan penjara. Mungkin… ini, mungkin… itu. Setelah pikiran melayang kemana-mana hingga lelah, tertidurlah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur keesokan harinya, saya menjadi lebih tenang dan perlahan-lahan otak mulai berpikir lebih jernih. Seperti mendapat vitamin penambah energi, saya menjadi siap menghadapi apapun yang akan terjadi, toh kemungkinan terburuk sudah saya bayangkan. Badai pasti berlalu dan saya harus siap menyambut hari yang baru. Lewat beberapa hari kemudian saya mulai bisa melihat beberapa peluang pekerjaan sambilan dan mulai timbul semangat merencanakan strategi melunasi hutang. Memang tidak mudah dan penuh perjuangan berat, tapi singkatnya setelah setahun lebih baru saya berhasil melunasi semua hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang menghadapi masalah berat, otak cenderung terbebani hal-hal negatif sehingga sulit sekali berpikir jernih. Maka otomatis peluang tidak akan terlihat, walaupun lewat di depan mata. Beberapa hal yang penting:&lt;br /&gt;• Jangan ambil keputusan penting dalam situasi kalut, lebih baik tunda.&lt;br /&gt;• Pikirkan kemungkinan terburuk, siapkan mental untuk menghadapi kemungkinan tersebut.&lt;br /&gt;• Setelah tenang dan pikiran lebih jernih, bangun semangat positif untuk mulai bangkit.&lt;br /&gt;• Rencanakan strategi baru, karena tidak ada orang lain yang bisa menolong kecuali diri sendiri.&lt;br /&gt;• Bantu dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai Pasti Berlalu…, Pasti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman K&lt;br /&gt;Director of SemutApi Colony&lt;br /&gt;www.semutapi.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2363109968261226223?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2363109968261226223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2363109968261226223&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2363109968261226223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2363109968261226223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/badai-pasti-berlalu.html' title='Badai Pasti Berlalu'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-954455759626982008</id><published>2007-07-17T00:39:00.000+08:00</published><updated>2007-07-17T01:05:31.398+08:00</updated><title type='text'>Cangkir yang Cantik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.&lt;br /&gt;"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.&lt;br /&gt;Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan&lt;br /&gt;penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan&lt;br /&gt;kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Freddysetiawan.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-954455759626982008?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/954455759626982008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=954455759626982008&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/954455759626982008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/954455759626982008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/cangkir-yang-cantik.html' title='Cangkir yang Cantik'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3495647786222830050</id><published>2007-07-14T02:24:00.000+08:00</published><updated>2007-07-14T04:00:21.843+08:00</updated><title type='text'>4 Alasan Untuk Sukses</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Empat alasan seseorang menjadi sukses yang akan disampaikan berikut ini adalah versi Edward D'Bono. Beliau adalah seseorang yang memfokuskan studinya pada bidang psikologi kreativitas. Salah satu buku hasil karya beliau yang terkenal adalah "Lateral Thinking".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam buku tersebut, beliau bercerita tentang tak tik. Dari hasil mencari beberapa kesamaan yang dimiliki oleh orang-orang sukses, beliau menemukan empat alasan yang mendorong seseorang menjadi sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Pertama adalah "luck" (keberuntungan).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sukses terjadi karena kebetulan. Menurut Edward D'Bono, memang ada orang sukses karena mendapatkan keberuntungan. Misalnya, tiba-tiba mendapat lotre senilai USD 1 juta (sekitar Rp 8,5 miliar) atau menikah dengan orang yang sangat kaya. Bisa juga tiba-tiba bisnis yang sedang digeluti mendapatkan order dalam jumlah besar. Tiga contoh itu adalah kesuksesan karena kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Kedua adalah "very talented" (sangat berbakat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Seseorang menjadi sukses karena dia memang mempunyai kapabilitas yang luar biasa di segala sisi. Salah satu contoh konkritnya adalah Mozart. Dalam usia empat tahun dia sudah mampu bermain piano dengan permainan yang luar biasa bagus. Mozart ini adalah salah satu contoh orang yang "very talented". Contoh lain adalah Richard Claiderman,&lt;br /&gt;seorang pianis moderen yang juga sangat berbakat di bidangnya. Di bidang olah raga salah satu contohnya adalah Tiger Wood, seorang pemain golf yang very talented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Ketiga adalah "you are on a growing business sector".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Anda sukses karena melakukan bisnis di sektor yang sedang tumbuh pesat. Contohnya, orang-orang yang melakukan bisnis komputer di tahun 1985-an kebanyakan relatif berhasil. Orang yang berbisnis internet juga banyak yang mendapatkan sukses.&lt;br /&gt;Jika Anda melakukan bisnis di sektor yang sedang tumbuh, kemungkinan untuk menjadi sukses akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Keempat adalah "you are little bit mad".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda harus sedikit gila kalau ingin meraih sukses. Sedikit gila memang tidak selalu menghasilkan hal negatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Eternal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3495647786222830050?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3495647786222830050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3495647786222830050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3495647786222830050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3495647786222830050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/4-alasan-untuk-sukses.html' title='4 Alasan Untuk Sukses'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5265474482110756245</id><published>2007-07-09T09:25:00.000+08:00</published><updated>2007-07-09T09:46:35.816+08:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Kesalahan Orang Lain</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu premis buku-buku yang saya tulis adalah bagaimana mempermudah hidup seseorang hanya dengan membaca. Buku-buku how-to, bisnis, dan motivasi yang telah saya terbitkan, semua mempunyai premis yang tidak mengenal batas-batas budaya dan geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, mengapa membaca? Karena, dengan membaca tulisan-tulisan yang bermuara dari pengalaman pribadi penulisnya, kita bisa mempelajari kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan mereka sehingga kita tidak perlu mengulanginya. Jelasnya, dengan membaca kita diberi kesempatan untuk test drive dengan simulator secara cuma-cuma, tanpa perlu mengalami kepahitan hidup seperti yang mereka alami. Cukup dengan menerima informasi dengan hati terbuka dan pikiran yang siap menyerapnya, kita mestinya sudah bisa belajar dari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lantas, apakah hanya dengan membaca? Jelas tidak. Setiap saat indera kita bekerja, kita sedang belajar dari Universitas Kehidupan. Saya dan Anda, kita semua, dalam setiap detik mengalami pembelajaran baik secara sadar maupun tidak sadar. Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan, adalah materi pembelajaran. Bagaimana kita memulung dan menggunakan hasil pulungan itulah yang menjadi bekal hidup di masa kini dan masa yang akan datang. Istilah memulung dari kehidupan ini saya pinjam dari Bung Andrias Harefa (terima kasih, istilah ini kena sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kenal banyak orang yang mengulangi kesalahan-kesalahan diri sendiri di masa lampau. Apalagi kesalahan-kesalahan orang lain. Padahal, jelas-jelas hal-hal tersebut terjadi di depan matanya sendiri. Misalnya, menurut data statistik, seseorang yang mempunyai masa kecil kelabu—seperti seringnya dipukul oleh orangtua—kemungkinan besar ketika mempunyai anak sendiri pun akan menjadi orangtua yang gemar memukul. Seseorang yang mempunyai orangtua yang kawin cerai, kemungkinan besar akan menjadi seseorang yang gemar kawin cerai pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ada kata mutiara yang berkata, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Ini jelas merupakan suatu ‘indoktrinasi’ yang terjadi secara tidak disengaja, namun diperkuat oleh kultur yang mengungkung. Saya sendiri seringkali merasa terkungkung oleh nosi yang salah kaprah ini. Bahkan sampai hari ini, kadang-kadang masih timbul suatu keragu-raguan dalam bertindak hanya karena persepsi saya yang salah atas kehidupan dan di mana saya berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali, saya merasa ‘tidak berdaya’ karena masa lalu dan kekhawatiran akan masa yang akan datang, yang sesungguhnya hanyalah berasal dari indoktrinasi masa lalu yang salah. (Istilah indoktrinasi di sini saya gunakan dalam konteks yang sangat relaks, yaitu bagaimana suatu proses penempatan konsep diri yang biasanya ‘salah kaprah’ tertanam sedalam-dalamnya sehingga sulit digeser.) Beberapa tahun lalu, saya sangatlah memandang diri sendiri sebagai seseorang dengan latar belakang keluarga yang tidak begitu sempurna serta tidak punya banyak uang, sehingga saya merasa menjadi ‘diri yang cacat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, dengan tempaan dan mengindoktrinasi diri saya kembali, saya belajar ulang dari kehidupan dan menghapus segala macam informasi yang membuat pikiran saya menjadi ‘cacat’. Ya, bukan saya yang cacat, namun pikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya belajar ulang atas buku kehidupan yang sudah separuh jalan ini (dengan asumi usia normal manusia 70 tahun)? Mudah saja. Refleksi seperlunya dan lakukan secara pragmatis. Jangan libatkan perasaan. Kalau dilibatkan pun, usahakan seminimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap solusi pasti ada pemecahannya yang berasal dari pemikiran jernih saat itu juga. Jelas, pemecahan ini bukan berasal dari pemikiran njelimet tidak karu-karuan. Apalagi kalau dibumbui segala macam nasihat orang lain—yang mungkin pengalaman hidupnya getir dan pahit—sehingga saran-saran mereka malah mengungkung hasil akhir dan bukan memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu diperlukan latihan memenggal-menggal permasalahan dan mengkotak-kotakkannya dalam ukuran yang kecil, sehingga bisa dicerna dengan mudah. Pilah-pilahkan masalah besar menjadi beberapa masalah kecil, lantas dengan visualisasi di dalam benak Anda, bayangkan Anda seorang raksasa yang sedang menghantam masalah-masalah kecil tersebut dalam satu kali sapuan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga masalah hendaknya dipecahkan. Jika tidak memungkinkan, tulis tindakan lanjutan yang sebenarnya sudah merupakan pemecahan masalah, namun hanya ditunda sampai waktu dan kesempatan yang tepat. Sesudah itu, jangan dipikir-pikirkan lagi sampai waktunya untuk diangkat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain yang serupa. Dari pergaulan sehari-hari dan memperhatikan bagaimana anggota keluarga kita menjalankan kehidupan, kita bisa dengan mudah membandingkan suatu situasi yang kita alami dengan bagaimana cara mereka memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya bukanlah untuk mengikuti cara mereka dalam memecahkan masalah. Namun, untuk melihat secara obyektif bagaimana suatu pemecahan masalah membawa dampak jangka panjang. Misalnya, seorang ibu yang suka memukul anaknya. Dalam benaknya sudah tertanam anggapan bahwa itulah cara terbaik dalam mendidik anak yang sedang bermasalah atau sedang nakal-nakalnya. Lantas, ketika si anak itu sudah mempunyai anak sendiri, cara itu pula yang ia gunakan untuk mendidik anaknya. Ini cara yang salah karena ia tidak melihat dampak jangka panjang dari memukul anak ini secara obyektif. Malah, ia mengulangi luka-luka lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, kita mesti dengan jeli melihat bagaimana orang lain bertindak, mengamati dampak dari perbuatan tersebut, dan mengambil sarinya untuk kepentingan kita sendiri, terutama dalam memecahkan masalah. Jika cara pemecahan masalah tersebut kelihatan overacting, seperti si ibu yang gemar memukul tadi, renungkan cara lain yang lebih kena tanpa menggunakan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri pemecahan masalah yang salah pun perlu diidentifikasi. Apa saja ciri-cirinya? Antara lain adalah terlalu berlebihan, terlalu rumit, dan terlalu mementingkan pandangan sendiri tanpa melibatkan persepsi orang lain. Anda pasti bisa tambahkan lagi ciri-ciri lainnya apabila mampu melihat dengan obyektif dan saksama bagaimana orang-orang di sekeliling Anda memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, suatu masalah dipecahkan dengan solusi yang berasal dari nurani, dari pemikiran yang obyektif serta jernih. Jangan memperpanjang dan memperumit masalah. Pilah-pilah masalah besar menjadi masalah-masalah liliput yang bisa diterjang dalam satu kali hempasan. Belajar dari kesalahan orang lain, jadikan itu menjadi bagian kita, namun pilih pemecahan yang terbaik dalam situasi kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu simpel saja, kok! Ada banyak simulator ‘gratis’ yang bisa memperkenalkan kita kepada begitu masalah yang belum kita alami. Test drive your life dengan menggunakan kesalahan orang lain sebagai bahan pembelajaran. Dan, itulah rahasia sukses saya dalam menghadapi setiap masalah.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jennie S. Bev adalah entrepreneur, edukator, kontemplator, motivator dan pelaku seni digital (digital arts) berbasis di California Utara. Ia telah menerbitkan lebih dari 50 ebooks, sedang proses editing beberapa buku print, dan sedang proses produksi film pendek bersetting di Paris, Perancis. Ia bisa ditemui online di JennieSBev.com.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5265474482110756245?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5265474482110756245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5265474482110756245&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5265474482110756245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5265474482110756245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/belajar-dari-kesalahan-orang-lain.html' title='Belajar Dari Kesalahan Orang Lain'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4482793579198156139</id><published>2007-07-05T09:17:00.000+08:00</published><updated>2007-07-05T09:35:41.999+08:00</updated><title type='text'>Pemuda Cina Kuno</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.&lt;br /&gt;Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. kedua rumah mereka akn digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang pemuda mendengar bisikan dari cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.&lt;br /&gt;Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.&lt;br /&gt;Mereka menamakan jembatan si pemuda ”Jembatan Bisikan”. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam. Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung. Namun jembatan bisikan itu tetap tegar!&lt;br /&gt;Dan begitulah pula dengan kita. Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit. Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan. Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Kunci-kunci Sukses&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin sukses dalam bisnis, maka cerita di atas harusnya memberi inspirasi dan semangat. Dalam cerita itu, terkandung kuknci-kunci sukses yang abadi.&lt;br /&gt;Kunci-kunci itu tak terbantahkan. Ia telah berulang kali digunakan oleh semua orang sukses. Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. Kunci-kunci itu telah menolong mereka. Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses. Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu? Saya menemukan tiga kunci utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;1. Tujuan yang jelas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan sang pemuda jelas. Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan. Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang. Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat. Karenanya, jembatan itu harus dibangnun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut. Perhitungan tepat. Jembatan itu tahan dihantam badai.&lt;br /&gt;Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis. Inilah awal semua cerita bisnis. Apakah tujuan anda berbisnis? Apakah uang dan kekayaan melimpah? Atau kedudukan terhormat? Popularitas? Atau pembuktian diri, atau apa?&lt;br /&gt;Buatlah tujuan bisnis anda untuk: Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada Pencuri Mimpi, yaitu orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda. Mereka menghalangi anda, lemahkan semangat anda, mereka ungkapkan masalah dan resiko yang akan anda hadapi. Mereka juga meramal kegagalan anda.&lt;br /&gt;Bila anda turuti mereka, pasti anda akan berhenti. Sang Pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ea mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja. Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi. Untung sang pemuda tak mendengarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;2. Berani Mengubah Tradisi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi. Menikah dengan tetangga. Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu. Ia bermaksud mengubahnya. Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang-orang di tempat tinggalnya. Karena itu ia jadi orang luar biasa. Meski untuk itu ia harus membayar harganya. Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya. Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental. Untuk mengatasinya anda harus fokus pada tujuan. Cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali. Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal. Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya. Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses. Cara keenam, lihat sekeliling anda. Cari orang gagal, perhatikan hidup orang yang menderita. Jika anda tidak mau seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;3. Kesabaran Tiada Akhir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda Cina sukses. Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4482793579198156139?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4482793579198156139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4482793579198156139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4482793579198156139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4482793579198156139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/pemuda-cina-kuno.html' title='Pemuda Cina Kuno'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6409490783371361313</id><published>2007-07-01T01:17:00.000+08:00</published><updated>2007-07-01T01:24:42.257+08:00</updated><title type='text'>Cepat Sabar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Entah karena menganggap saya sebagai orang yang kurang sabar, kurang optimis, atau kurang gigih, seorang kawan mengirimkan surat elektronik berisi cerita inspiratif yang tak jelas asal usulnya. Nama penulisnya pun tak tercantum. Dan karena tidak bersifat rahasia, tidak membahayakan orang, dan tidak mengandung fitnah, maka saya kutip dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kisah Tiongkok dikisahkan, ada seorang pemuda yang hendak belajar kungfu. Datanglah dia pada sebuah perguruan kungfu. Dia menghadap gurunya dan berkata, "Guru, ajarilah saya kungfu!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sang guru menerima dia menjadi murid, namun keesokan harinya sang guru menugaskan dia menjadi seorang juru masak perguruan. Sambil menyerahkan sebuah cerobong kecil yang terbuat dari besi kasar beliau berkata, "Tugasmu menjadi juru masak dan setiap engkau meniup api dengan cerobong besi ini, tekan dan remas dengan kuat cerobong ini. Aku akan mengajarkan kungfu jika cerobong ini sudah halus dan bayanganku terlihat jelas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun berlalu. Sang murid mulai tak sabar terus-terusan menjadi juru masak. Setiap tahun dia menanyakan kapan dia belajar kungfu, namun sang guru tetap mengatakan sampai cerobong besi itu halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya dia menunjukkan cerobong besi yang sudah halus itu pada gurunya. Sang guru tersenyum dan berkata, "Sekaranglah saatnya. Aku akan mengajarkan kepadamu ilmu yang penting, tetapi carikan dulu aku bambu yang paling keras di hutan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah sang murid ke hutan. Ia meremas setiap bambu yang ditemuinya di hutan itu. Herannya tak satu pun dari bambu-bambu itu yang didapatkannya cukup keras. Sampai sore hari pun dia tak menemukan bambu yang keras di hutan itu. Akhirnya sang murid itu pulang dengan tangan hampa. Dengan kelelahan dia berkata pada gurunya, "Guru, maafkan saya. Saya sudah mencari kemana-mana, tetapi ternyata tidak ada bambu yang keras di hutan. Besok saya akan pergi ke hutan lain untuk mencarinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum sambil berkata, "Muridku, saat ini engkau telah menguasai dua hal. Yang pertama kesabaran dan yang kedua adalah jurus tangan peremuk tulang. Siapa pun lawanmu, engkau bisa meremukkan tulangnya dalam sekejap. Jadi, saat ini engkau sudah menjadi salah satu pesilat tangguh dan sukar dikalahkan. Namun, bukan cuma itu. Engkau juga telah melatih kesabaranmu yang akan membantumu untuk bisa mempelajari ribuan jurus-jurus lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dari kisah di atas, apakah benar dengan kesabaran kita bisa mencapai tujuan kita? Mari kita samakan persepsi kata sabar terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran dalam terminologi masyarakat kita banyak disalahartikan. Masyarakat kita banyak mengartikan sabar sebagai diam, tidak membalas, menerima ataupun pasrah. Pengertian ini sangat berlainan dengan arti dalam bahasa Arab. Sabar dalam bahasa Arab diartikan tetap berusaha, tetap berjuang dan tetap berharap. Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan gigih (persistensi). Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan. Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan. Dan persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang. Itulah makna sesungguhnya dari kata “sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berterima kasih kepada kawan yang mengirimkan cerita di atas dengan cara menuliskan artikel ini untuk dinikmati banyak orang. Sebab cerita sederhana di atas memang mengandung sejumlah pelajaran yang menarik bagi siapa saja yang bersedia belajar. Di tengah masyarakat yang sedang dihalau oleh ajaran-ajaran cepat lulus, cepat kerja, cepat naik jabatan, cepat untung, cepat kaya, cepat langsing, dan serba cepat lainnya, kata “sabar” seolah-olah menjadi kadaluarsa. Orang yang terkesan sabar menjadi aneh dan kurang gaul alias ketinggalan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kita hidup pada jaman yang bergegas. Informasi, data, dan berita disebar dengan kecepatan yang tak terbayangkan oleh orangtua kita dulu. Pesan pendek alias SMS bertaburan di angkasa untuk kemudian menyusup ke dalam puluhan juta telepon seluler dalam hitungan detik (di Indonesia jumlah ponsel yang aktif tak kurang dari 60-an juta, dan tiap hari lebih dari 80 juta pesan pendek hilir mudik menembus batas-batas geografis yang dulu menjadi kendala). Belum lagi sebaran informasi, data, dan berita yang dikirim lewat jaringan surat-surat elektronik. Semua perangkat teknologi komunikasi dan informasi itu mendukung laju pertumbuhan budaya instan, serba cepat dan bergegas. Sehingga orang-orang yang masih bersedia untuk “sabar” nampak seperti kawan-kawan dinosaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dalam satu soal yang amat penting kita ternyata tetap harus bersabar. Dalam soal yang vital ini teknologi tak mampu berbuat banyak. Dan “soal” yang yang penting tersebut adalah soal membentuk watak alias karakter manusia. Berada di wilayah kebudayaan, watak dan karakter—entah itu yang personal maupun komunal—acapkali kita temukan bersitegang dengan teknologi. Sebagaimana setiap kemajuan tarik menarik dengan apa yang disebut tradisi, demikianlah teknologi yang tak sabaran itu bertikai dengan proses pembangunan karakter yang mempersyaratkan kesabaran sebagai salah satu komponen wajibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk watak tak bisa secara instan. Membangun karakter tak mungkin dilakukan dalam sekejap mata. Sebab karakter itu merupakan kumpulan dari habitus, semacam insting perilaku yang sudah mendarah daging dan karenanya kenyal tak gampang patah. Apa yang perlahan dibentuk oleh guru kungfu dalam diri pemuda yang mau belajar kepadanya adalah mendahulukan yang utama (first thing first). Yang utama itu adalah watak, karakter, yaitu menjadi orang yang tekun bekerja, gigih berjuang, sabar menanti saatnya. Di atas watak yang demikian ini bisa dibangun kompetensi, keahlian, keterampilan sebagai pendekar peremuk tulang. Keduanya, baik watak maupun kompetensi yang menyertainya, berjalan selaras. Ketekunan bekerja dan kesabaran berproses menjadi jalan menuju lahirnya kompetensi sebagai pendekar peremuk tulang. Sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya menemukan nasihat kawan saya itu. Ia mungkin mengirimkan cerita tersebut agar saya mau belajar untuk menjadi orang yang ”cepat sabar”, dan bukan orang yang cepat marah. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Andrias Harefa adalah motivator, trainer, dan penulis 28 buku laris. Ia dapat dihubungi di: aharefa@cbn.net.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6409490783371361313?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6409490783371361313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6409490783371361313&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6409490783371361313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6409490783371361313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/07/cepat-sabar.html' title='Cepat Sabar'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3167594321189946499</id><published>2007-06-29T02:17:00.000+08:00</published><updated>2007-06-29T02:23:38.188+08:00</updated><title type='text'>Cari Peluang Dalam Peluang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin Anda bertanya-tanya apa maksud judul di atas. Begini. Dalam setiap peluang, biasanya tersembunyi peluang lain yang juga bisa dimaksimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis jualan bakso misalnya. Usaha itu bagi banyak orang masih jadi peluang yang cukup menggiurkan. Menurut pengalaman saya ketika melakukan survey kecil, minimal satu mangkuk itu untungnya bisa mencapai di atas 50 persen. Cukup menggiurkan bukan? Nah, yang saya maksud peluang dalam peluang itu adalah bagaimana kita mencoba menggali peluang apa saja yang bisa digarap dari bisnis bakso, selain dari berjualan bakso itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tahukah Anda, banyak pedagang bakso itu tidak membuat baksonya sendiri? Mereka kadang hanya menitipkan daging ke tukang pengolahan daging. Inilah yang saya sebut peluang dalam peluang ini. Mereka yang jeli ternyata bisa mendapat banyak keuntungan dari bisnis pengolahan daging menjadi bakso ini. Itu baru satu peluang. Saya pernah pula menjumpai perajin gerobak bakso. Menurut dia, order dalam seminggu setidaknya minimal 3 gerobak dengan harga satuannya Rp1,5 juta. Misalnya, satu gerobak ambil untung bersih Rp500 ribu, maka seminggu perajin gerobak itu bisa mendapat untung bersih minimal Rp1,5 juta atau Rp6juta sebulan. Lumayan bukan? Saya juga pernah menjumpai pengusaha distributor kelapa muda bagi para pedagang bakso. Menurut penuturannya, dalam sehari, ia bisa mengedrop satu truk kelapa dengan keuntungan bersih di atas Rp1 juta. Yah, hitung saja berarti dalam sebulan dia bisa mendapat untung berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Ternyata banyak peluang yang saling berkaitan dari satu jenis usaha saja. Dan, saya yakin masih banyak peluang lain yang masih bisa digarap dari usaha bakso tersebut. Apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa sebenarnya, dengan kejelian kita, setiap aspek bisnis itu bisa jadi uang. Namun, kadang kita malah ”terjerumus” pada tren semata. Masih teringat ketika beberapa waktu lalu muncul tren usaha jagung manis dengan rasa. Muncul juga tren bisnis burger. Atau, beberapa waktu lampau muncul usaha Factory Outlet (FO) dan pakaian bekas bermerek yang segera menjamur di mana-mana. Semua seolah-olah berlomba-lomba untuk membuka usaha sejenis. Akhirnya, pasar malah jadi jenuh dan penjualan pun menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tidak melarang siapa saja untuk ikut tren tersebut. Selagi masih menguntungkan, mengapa tidak dicoba? Tapi, dalam artikel ini, saya ingin mencoba menawarkan sudut pandang lain dalam menyikapi tren yang berkembang dalam dunia wirausaha. Untuk bisnis jagung manis misalnya, mengapa tidak mencoba jadi supplier penyedia jagungnya langsung? Atau bisnis burger. Kalau mau, Anda bisa jadi penyedia daging pilihan untuk burger itu atau bisa juga mencoba menjual rotinya. Sedangkan kalau bisnis pakaian bekas bermerek, mengapa tidak mencoba Anda buka usaha cuci khusus pakaian bekas pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mampu menggali sisi lain dari bisnis-bisnis yang sedang berkembang, bisa jadi Anda justru akan menemukan bisnis baru yang jauh lebih menggiurkan. Ada lagi satu contoh lain. Saat orang ramai-ramai bisnis handphone, ada salah seorang rekan saya yang kemudian malah mendirikan sekolah teknisi handphone. Hasilnya? Sekolahnya tak pernah sepi peminat. Kini sudah puluhan angkatan dengan ratusan siswa yang sudah lulus dari sekolah rekan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kembangkan kreativitas kita. Jangan terjebak tren belaka. Sebab, masih ada peluang di dalam peluang... Selamat berkreasi, temukan, dan segera take action!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agoeng Widyatmoko adalah konsultan independen UKM. Untuk konsultasi dan permintaan pelatihan bisa menghubunginya di email agoeng.w@gmail.com atau 0812 895 0818 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3167594321189946499?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3167594321189946499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3167594321189946499&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3167594321189946499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3167594321189946499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/cari-peluang-dalam-peluang.html' title='Cari Peluang Dalam Peluang'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5356720766338054141</id><published>2007-06-27T22:48:00.000+08:00</published><updated>2007-06-27T22:57:34.809+08:00</updated><title type='text'>Antara Engkau dan Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimana pun juga, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin&lt;br /&gt;akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk&lt;br /&gt;dibalik perbuatan baik yang kau lakukan itu.&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan&lt;br /&gt;mempunyai musuh dan juga teman-teman iri hati&lt;br /&gt;atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain&lt;br /&gt;mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap&lt;br /&gt;jujur dan terbuka setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya,&lt;br /&gt;dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.&lt;br /&gt;Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan&lt;br /&gt;dalam hati, orang lain mungkin akan iri kepadamu.&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok&lt;br /&gt;akan dilupakan orang.&lt;br /&gt;Tetapi, teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu&lt;br /&gt;mungkin tidak pernah cukup.&lt;br /&gt;Tetapi, tetap berikan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu adalah diantara engkau dan Tuhan.&lt;br /&gt;Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik&lt;br /&gt;yang kau lakukan. Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada&lt;br /&gt;orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mother Theresa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5356720766338054141?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5356720766338054141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5356720766338054141&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5356720766338054141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5356720766338054141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/antara-engkau-dan-tuhan.html' title='Antara Engkau dan Tuhan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7391019203883926539</id><published>2007-06-26T00:13:00.000+08:00</published><updated>2007-06-26T00:24:47.278+08:00</updated><title type='text'>Sepuluh Pengganjal Kebahagiaan Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tulisan ini disarikan dari "Ten Roadblocks to Happiness and How to Overcome Them". This is not a book to read. This is a philosophy to be lived. For if the principles are not applied, they will be powerless to help bring about change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF DEMAND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih, yang sebenarnya membuat Anda marah dan kecewa? Apakah seseorang yang memotong antrian di depan Anda? Pengemudi iseng yang memprovokasi Anda di jalanan? Komputer yang hanya untuk di-boot saja terasa begitu lama? Handphone yang harus berganti setiap bulan dua kali karena terus dicuri? Orang yang mengejek dan mempermainkan Anda? Hujan sepanjang hari? Tagihan bejibun yang membuat Anda marah sampai ke ubun-ubun?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukan, bukan itu semua. Apa yang membuat Anda marah dan kecewa adalah "tuntutan yang kekanak-kanakan" dan "ekspektasi yang tidak realistis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda masih bayi, apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan sesuatu, hanyalah berteriak menangis sekencang-kencangnya. Dengan modal itu, Anda mendapatkan popok yang baru, susu ibu atau susu sapi, atau barang sepuluh lima belas kerokan pisang ambon untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ciri Anda saat masih helpless dulu. Waktu itu, perilaku demanding Anda masih bisa diterima. Tapi kini Anda telah dewasa. Anda bertanggung jawab pada hidup Anda, dan Anda tidak bisa lagi berharap bahwa dunia akan melayani Anda sebagaimana yang Anda mau. Jika Anda tetap melakukannya sekarang, itu namanya self-induced misery, alias penderitaan yang Anda buat sendiri. Berhentilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang perlu Anda lakukan sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengganti demand dan ekspektasi, dengan preferensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sih nggak nuntut suamiku bangun lebih pagi, tapi aku lebih prefer kalo dia memang bisa melakukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan lebih mengerti, dan Anda akan menjadi orang yang penuh pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buanglah Pola Pikir yang Tidak Rasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak akan pernah berbahagia kecuali dunia melayani Saya seperti yang Saya mau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tidak rasional. Apa yang bisa Anda kontrol hanyalah diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikaplah Mau Berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, Anda mungkin tidak ingin berbahagia. Anda bisa melepaskan apapun dari diri Anda; uang, harta, waktu, energi, dan bahkan cinta, kecuali satu; penderitaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia haruslah dimulai dari kemauan Anda sendiri. Anda mau bahagia atau tidak? Secara sadar Anda jelas mau berbahagia. Tapi cobalah selami kembali alam bawah sadar Anda. Bisa jadi, Anda sendiri yang tidak mau berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda merasa marah, itu penderitaan yang tidak membahagiakan. Lepaskanlah penderitaan Anda, bukan lampiaskan. Bertanyalah pada diri sendiri, "Bener nih, mau nuker happy sama kemarahan ini?" Perpanjanglah sumbu Anda supaya Anda bisa membuang penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak akan menjadi pahlawan hanya dengan menderita. Adalah lebih heroik jika Anda tetap riang gembira di tengah penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Membesar-besarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu mem-blow-up permasalahan sampai keluar dari proporsinya. Itu akan melumpuhkan Anda. Belajarlah obyektif dan jadikanlah itu sebagai motivasi untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF REGRET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti pernah menyesali sesuatu tentu saja. Wong kita ini manusia kok. Itu, sebenarnya versi lain dari kata-kata: "Kita tidak sempurna".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu panik atau terobsesi oleh penyesalan. Jadikanlah ia kekuatan positif. Anggaplah itu sebagai wakeup call, sebuah tepukan yang membangunkan Anda dari tidur. Bukankah Anda macan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menunda tindakan dengan penyesalan. Bertindaklah segera dan Anda tidak akan menyesal lagi, sebab Anda telah melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutuplah rapat-rapat lebarnya jarak antara Anda yang ideal dan Anda yang sekarang. Nikmatilah Anda yang sekarang dan lakukan apa yang terbaik menurut Anda. Sebab jika Anda punya waktu untuk menyesal, maka Anda pasti punya waktu untuk melakukan sesuatu tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF GREED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya telah punya semua yang saya mau, dan Saya telah menjadi apa yang Saya ingin, kecuali..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Itulah Anda barangkali. Tidak SEMUA yang Anda mau akan Anda dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, resources Anda terbatas. Kedua, nafsu Anda adalah sesuatu yang tidak akan pernah terpuaskan. Ia seperti air laut. Makin Anda minum, makin kering rasanya tenggorokan. Desire Anda tidak salah, melewati batasnyalah yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa penyebab kerakusan adalah kesenangan. Bisa memiliki memang menyenangkan. Tapi kesenangan itu sendiri bisa menjadi candu. Kita sering lupa, bahwa kesenangan tidak selalu sama dengan kebahagiaan. Saat Anda menemukan bahwa kesenangan ternyata tidak sama dengan kebahagiaan, muncullah ketakutan dan kekhawatiran. Takut dan khawatir itu, akan memicu desire Anda lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Anda akan menemukan lingkaran yang abadi di sini: Karena desire Anda tidak pernah punya ujung, maka fear Anda juga tak akan pernah punya muara. Berhentilah menjadi manusia yang terpenjara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Tapi bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus dan terapkanlah prioritas. Mulailah dahulu dengan BEING. Soal HAVING, ya belakangan sajalah. Dan untuk BEING, Anda harus DOING. Just DO your best.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF WORRY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu kenapa lagu "Don't Worry - Be Happy" begitu ngetop? Karena itulah panggilan jiwa Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah perbedaan antara "menderita" dan "khawatir". Menderita adalah pesan tentang masalah, sementara khawatir adalah pesan tentang adanya peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jadi waspadalah. Apakah Anda memang menderita, atau sebenarnya Anda hanya khawatir saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda hanya khawatir, ketahuilah bahwa sumbernya adalah ketakutan. Anda takut terhadap sesuatu yang masih gelap, blank, dan tidak tahu apa-apa tentangnya. Atau, Anda takut menghadapi tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa setiap detik dan setiap saat, Anda adalah benih. Benih yang mestinya bisa tumbuh menjadi besar dan hebat. Worry can't change the past, but it can ruin the present. Berpengetahuanlah, dan bertindaklah menyambut tantangan. Seperti seekor macan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF DEFENSIVENESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah itu normal, termasuk jika itu melukai orang lain. Bukan nyuruh nih, tapi kita semua memang pernah berbuat salah. Anda tahu kan kenapa pensil, whiteboard, dan papan tulis itu ada penghapusnya? Karena Anda adalah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda salah apa yang Anda katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduhhh.. maaf nih. Maaf, namanya juga manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang Anda katakan jika orang lain yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar Bodoh!"&lt;br /&gt;"Stupid!"&lt;br /&gt;"Bloon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda salah, Anda adalah manusia. Saat orang lain salah, mereka bukan manusia. Ini tidak rasional. Maka, maafkankanlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF GUILT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guilt adalah rasa tidak nyaman saat Anda mengalami perlawanan menentang kesadaran Anda sendiri. Guilt itu sendiri tidak terlalu berbahaya. Apa yang lebih berbahaya adalah ketiadaan solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feeling guilty itu bagus. Itu sinyal lampu merah yang memperingatkan Anda agar stay on course. Maka saat Anda feeling guilty, dengarkanlah isi hati Anda. Manakah yang Anda pilih, short-term pleasure atau long-term gain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bersalah yang tidak menemukan solusi, akan membuat Anda mengalami ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pikiran yang tidak damai.&lt;br /&gt;2. Rasa tidak percaya dan takut pada orang lain, atau bahkan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;3. Sesuai angka ini, Anda akan menderita tiga kali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saat Anda bertindak tidak bertanggung jawab. Kedua, saat Anda melihat orang lain bertindak dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, saat Anda harus menanggung konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut inilah yang perlu Anda lakukan saat Anda merasa tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa responsibility, adalah singkatan dari "response-ability". Kemampuan untuk merespon dengan tepat. Bagaimana caranya agar bisa merespon dengan tepat? Anda bisa menggunakan rumus AAA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Admit. Akui bahwa pilihan tindakan Anda adalah salah.&lt;br /&gt;2. Analyze. Analisis perilaku Anda. Apa alasan Anda memilih yang salah? Apa konsekuensinya? Bagaimana tidak mengulanginya? Bagaimana meluruskan pilihan yang sekarang?&lt;br /&gt;3. Atonement, alias integritas. Integritas adalah menyatunya hati, jiwa, sasaran, tindakan, dan keimanan. Saat semuanya menyatu, Anda memasuki tahap atonement, alias at-one-ment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan AAA, Anda bisa memperbaiki keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF SPITE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, pasti pernah diprovokasi. Oleh pengemudi lain di jalanan, atau oleh orang lain yang mengejek dan melecehkan. Anda pasti pernah merasa diserang. Di kantor, di rumah, di lapangan sepak bola, di kantin, di mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada perlunya Anda melayani yang begituan. Sebab, dunia Anda bisa rusak seharian. Mengalah sajalah, kecuali jika undang-undang dasar Anda yang terlanggar atau terinjak-injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cenderung lupa bahwa kita lebih sering menggunakan hati untuk merasakan, ketimbang otak untuk berpikir. Ini sepertinya benar dan wajar. Tapi berhati-hatilah karena itu tidak logis dan tak rasional. Itu emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa perlu melayani serangan, provokasi, dan ejekan orang lain, maka itu tentu ada sebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, rasa keadilan Anda yang terusik. Saat Anda merasa diserang, Anda merasa perlu membalasnya. Tapi, jika serangan itu dilakukan karena tidak sengaja, tidak dimaksudkan untuk menyerang, kesalahpahaman, atau hanya karena mereka bodoh saja, keadilan macam apa sih yang Anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, logika Anda yang terdistorsi. Anda berasumsi bahwa jika mereka mengalami sakit seperti yang Anda rasakan, maka mereka akan meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Jikapun mereka akhirnya meminta maaf, itu bukan karena sakit yang Anda buat dengan serangan balasan, tapi karena pikiran dan hati mereka yang sudah lurus kembali. Saling menyakiti tidak akan menyelesaikan masalah. Ia bahkan memperuncingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, secara sadar atau tidak Anda mencoba menghindari tanggung jawab untuk membahagiakan diri sendiri. Sebab jika Anda memang mau bertanggungjawab untuk kebahagiaan Anda sendiri, Anda pasti tidak akan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, bagaimana caranya memunculkan rasa tanggung jawab untuk kebahagiaan diri sendiri? Awareness-lah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa rasa sakit yang Anda derita adalah bukan karena serangan mereka, tapi karena reaksi Anda atas perilaku mereka. Mengapa mereka begitu jahat dan kejam kepada Anda? Karena mereka sedang sakit, dan mereka merasa terancam oleh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Responlah sikap buruk orang lain dengan kebaikan, maka Anda akan mulia dan terhormat. Cobalah selalu untuk bersikap rendah hati tapi bukan rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sabar itu tidak pasif. Ia tidak datang dengan sendirinya, dan ujug-ujug Anda menjadi sabar. Sabar itu kata kerja dan bukan kata sifat. Maka sabar, adalah disabar-sabarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF ENVY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga mungkin pernah merasa kalah. Waspadalah. Salah-salah, kekalahan bisa membuat Anda menjadi orang yang envious, yaitu orang yang penuh dengki dan tidak bisa menerima kekalahan. Tidak senang jika orang lain senang, dan senang jika orang lain tidak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap envious, bisa berkembang dalam tiga tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saat Anda merasakan kekalahan. Di tingkat ini, perasaan kalah itu sebenarnya wajar. Apalagi jika Anda bisa memberi selamat kepada pemenang, dan kemudian menjadikan kekalahan sebagai pelajaran. Jika tidak bisa, maka di sinilah bibit envious Anda akan mulai tersemai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saat Anda mulai mengembangkan perilaku mensabotase orang lain. Mulainya dari yang kecil-kecil saja, seperti menciptakan isu dan gosip buruk, atau berharap dan "berdoa" untuk kemalangan dan kecelakaan bagi orang lain. Anda mungkin mengira ini tidak berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah. Itu sangat berbahaya. Mengapa? Karena harapan buruk seperti itu adalah karatnya jiwa, persis seperti karatnya besi. Merusak, melubangi, merontokkan, dan menggerogoti semua amal baik. Lebih dari itu, dari mana sih datangnya semua tindak kejahatan? Ya dari doa, harapan, fitnah, dan pikiran negatif yang melenceng seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, seperti sudah disebut barusan, semuanya akan termanifestasi menjadi tindak kejahatan. Anda akan menjadi orang yang dengki, dengan sikap dan tindakan yang keji. Anda telah menghancurkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mulai mengalami gejala penyakit ini, resepnya sederhana. Bertemanlah dengan mereka yang menang. Kemudian, ubahlah cara berpikir Anda. Gantilah "Saya pengen kayak gitu," menjadi "Bagaimana supaya Saya bisa seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF ANGER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGER itu cuma satu huruf lebih pendek dari DANGER. Dan "D", adalah nilai minusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang bagus bagi Anda supaya tidak marah, adalah memahami bahwa kemarahan akan menyebarluaskan kelemahan. Saat Anda marah, Anda sebenarnya berkata, "Saya takut! Saya Terluka! Saya frustrasi!" Itu, adalah kata lain dari "Saya lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa orang, barang, atau situasi, akan cenderung membuat Anda selalu marah. Udah dari sononya begitu. Anda tidak bisa dengan mudah mengontrol sesuatu di luar diri Anda. Dan jika Anda marah, kemarahan Anda tidak akan membuat dunia berjalan sesuai kemauan Anda. Andalah yang harus menyesuaikan diri dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa jika Anda menghadapi orang yang marah, they're not being mean; they're just being people. Like you. Dan seperti biasa, marah itu muncul disebabkan oleh fear. Rasa takut akan kehilangan kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk mengontrol adalah benar. Tapi, ingin mengontrol orang lain itu salah. Yang benar, ingin memberi contoh teladan kepada orang lain. Mengontrol dengan kekuasaan? Salah juga. Apa yang perlu dikontrol hanyalah diri sendiri. Sekali lagi, maafkanlah mereka yang marah. Tidak ada yang salah saat seorang manusia bersikap dan bertindak sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sendiri, kurangilah marah Anda sebab Anda sendirilah yang akan merugi. Saat Anda marah, apa yang telah keluar sebenarnya tidak perlu keluar dan apa yang terlanjur sebenarnya tidak perlu terlanjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET GO OF FEAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda menghadapi ketakutan, Anda berada di tengah-tengah persimpangan jalan. Satu cabang menuju kepada kepengecutan, dan satu lagi menuju kepada keberanian. Yang satu menuju harapan dan impian, yang satu lagi menuju kekecewaan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak bisa mundur atau tetap diam, melainkan tetap maju dan memilih salah satu cabang. Dengan diam atau mundur, Anda tidak akan tumbuh dan berubah. Malah, Anda menuju ke kepunahan dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manage-lah fear Anda, sebab fear adalah False Evidence Appearing Real. Asli tapi sebenarnya palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tak usahlah Anda bersedih lagi. Bersenang-senang sajalah. Sibuklah. Lakukan yang terbaik. Tak perlu takut dan tak usah khawatir. Lakukanlah segalanya dengan semangat dan keberanian. Itu lebih baik buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya tadi sudah Saya bilang, kalo Anda itu macan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Ingin Anda Sukses,&lt;br /&gt;Saya Harus Membuat Anda Sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan Sopa&lt;br /&gt;Trainer E.D.A.N.&lt;br /&gt;021-70096855&lt;br /&gt;ikhwan dot sopa at gmail dot com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7391019203883926539?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7391019203883926539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7391019203883926539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7391019203883926539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7391019203883926539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/sepuluh-pengganjal-kebahagiaan-anda.html' title='Sepuluh Pengganjal Kebahagiaan Anda'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6538839775812104482</id><published>2007-06-24T23:00:00.000+08:00</published><updated>2007-06-24T23:18:18.032+08:00</updated><title type='text'>Keyakinan dan Ketekunan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sahabat, dalam hidup seringkali kita menerima keadaan dan situasi yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apakah itu dalam bidang pekerjaan, dalam bidang usaha maupun dalam kehidupan keluarga. Ketika kita dihadapkan pada situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan misalnya, apakah Anda sedih dan putus asa ? Ketika kondisi negeri kita seringkali dirundung berbagai masalah, musibah dan bencana bertubi-tubi, bagaimanakah kita harus menyikapinya ?. Apakah anda merasa pasrah menerima keadaan tanpa melakukan usaha ? Ataukah kebalikannya anda bertekad untuk berjuang keras untuk keluar dari lubang masalah dan maju meraih kesuksesan ?.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sahabat, pagi hari ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang sungguh luarbiasa dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua mengenai kekuatan dari sebuah keyakinan dan ketekunan dalam berusaha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adalah Anthony Faison (36) dan Charles Sheperd (40), keduanya merupakan pria Amerika yang tahun 1987 secara keliru dinyatakan bersalah membunuh seorang sopir taksi. Kedua pria itu divonis hanya atas dasar kesaksian seorang saksi, dan saksi itu pun mengaku sedang mabuk pada malam terjadinya pembunuhan itu. Namun pengadilan telah memutuskan kedua pria itu dengan dijatuhi hukuman seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, bagaimana kalau anda jadi orang seperti ini ? Apa yang akan anda lakukan bila anda tidak bersalah, tapi akibat suatu kekeliruan anda divonis hukuman seumur hidup di penjara ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bersalah !, namun dipenjara bertahun-tahun tanpa tahu kapan akan bebas. Dan apakah bisa bebas di masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah dengan keadaan ? Tidak memiliki keyakinan untuk terus berjuang ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony Faison dan Charles Sheperd tidak mau menyerah begitu saja. Dia memilii “keyakinan” bahwa dirinya akan bisa bebas dari penjara karena merasa tidak bersalah. Keyakinannya ini mendorong dirinya untuk memiliki semangat melakukan perjuangan. Dengan “keyakinan” dan “ketekunannya” selama 14 tahun, orang yang tidak bersalah ini terus menerus berusaha mengirimkan surat kepada para detektif, para pengacara dan para tokoh politik untuk mengatakan bahwa dirinya tak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapakah surat yang telah ditulisnya ? Konon mencapai 62.000 surat !. Dan setelah 14 tahun, dari salah satu surat itu, menggerakkan hati seorang detektif yang akhirnya menemukan fakta sebenarnya dari kisah pembunuhan yang salah tangkap itu. Bayangkan !. Selama 14 tahun dan dari 62.000 surat cuma dapat 1 tanggapan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya keyakinan dan ketekunannya melakukan perjuangan LUARBIASA ini membuahkan hasil juga. Dia divonis bebas dan mendapatkan ganti rugi rugi sebesar US$ 3,3 juta (sekitar Rp 29 miliar lebih) dari Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat semuanya, cobalah menghitung, kalau selama 14 tahun dia mengirim 62.000 surat. Maka tiap hari minimal dia harus menulis atau mengirimkan sekitar 12 atau 13 surat tanpa henti. Terus menerus selama 14 tahun. Artinya setiap 2 jam dia menulis atau mengirimkan satu surat selama dipenjara. Dan pikirkan, bahwa dia telah ditolak dan gagal sebanyak 61.999 kali, namun tidak pernah putus asa. Hanya 1 kali akhirnya diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, hukum alam itu sesungguhnya sederhana saja. Barang siapa mencelupkan jarinya ke air mendidih, mendapatkan jarinya lepuh. Pasukan yang berani berperang dengan gigih, bertempur dengan gagah berani - tanpa takut akan kegagalan- akan meraih kemenangan. Orang yang memiliki keyakinan dan ketekukan bekerja, lebih giat berusaha, tanpa pernah mudah menyerah dalam berusaha - akan memperoleh keberhasilan dan kesuksesan. Itullah “sunnatullah” atau hukum sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak orang yang mengingkari hukum “sunnatullah” ini. Hanya karena sebagian orang mempercayai bahwa “langit itu adil” dan kemudian merasa percaya pada sang langit saja, berdoa kepada sang langit saja, mengharap kepada sang langit saja, tanpa pernah mau melakukan usaha nyata, kemudian berharap emas jatuh ke pangkuannya begitu saja. Padahal tiada imbalan yang dapat diraih tanpa usaha. Tiada buah yang dapat dipetik tanpa menaburkan benih-benihd an setia merawatnya. Sesungguhnya keyakinan dan ketekunan tak akan pernah jauh dari imbalan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sebuah KEYAKINAN dapat memberi makna pada setiap usaha yang kita lakukan. Maka imbalan pun pasti akan memenuhi jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEYAKINAN sesungguhnya akan memperkaya batin kita. Sedangkan KETEKUNAN akan mendekatkan pada keberhasilan usaha. Tentu saja keduanya akan menjadi lebih sempurna kalau disertai dengan DOA kepada Allah Sang Pemilik Kehidupan.&lt;br /&gt;Sahabat, mari kita pelihara keyakinan dan ketekunan dalam diri kita masing-masing. Kita pertahankan keyakinan dan ketekunan dari dalam hati di setiap langkah kehidupan ini. Karena dengan Keyakinan kita - maka akan memperkaya tangan dan batin kita. Keyakinan dan Ketekunan dalam hidup, dalam karier dalam bisnis akan sangat dahsyat pengaruhnya bagi kesuksesan seseorang jauh melampaui modal harta benda, kedudukan, pangkat, atau ilmu sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Motivasi Nurani !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Jalu Santoso adalah seorang professional di dunia usaha, Penulis Buku The Art of Life Revolution, diterbitkan Elex Media Komputindo, Founder Motivasi Nurani Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6538839775812104482?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6538839775812104482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6538839775812104482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6538839775812104482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6538839775812104482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/keyakinan-dan-ketekunan.html' title='Keyakinan dan Ketekunan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4807473979293249262</id><published>2007-06-23T09:04:00.000+08:00</published><updated>2007-06-23T09:16:03.524+08:00</updated><title type='text'>Anda bukan orang gagal</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Orang yang gagal berjalan dengan ketekunan yang sangat kecil&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada suatu waktu ada seorang muda yang terlibat dalam usaha pencarian minyak dan karena ia kehabisan uang, ia menjual sahamnya kepada partner bisnisnya yang tetap meneruskan usaha mereka. Setelah waktu dan usaha yang banyak, mereka mendapatkan keberuntungan dan mengenai sebuah sumur semburan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perusahaan itu belakangan menjadi Cities Service, dan kita mengenalnya sekarang sebagai CITGO. Orang muda yang menarik diri, kemudian menjalankan bisnis garmen dan mengalami pengalaman yang lebih buruk lagi dari bisnis perminyakan. Ia menjadi bangkrut. Sekalipun demikian, ia tidak putus asa. Belakangan ia memasuki dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah menceritakan banyak hal yang baik mengenai Harry S.Truman, orang yang dua kali mengalami kegagalan tetapi selalu bangkit kembali sampai ia menjadi Presiden Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Anda bukanlah seseorang yang gagal sampai Anda berhenti mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4807473979293249262?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4807473979293249262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4807473979293249262&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4807473979293249262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4807473979293249262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/anda-bukan-orang-gagal.html' title='Anda bukan orang gagal'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5245957047860993462</id><published>2007-06-21T01:28:00.000+08:00</published><updated>2007-06-21T01:42:21.422+08:00</updated><title type='text'>Dimanakah Nyali Anda?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang teman baru saja mengalami kebangkrutan. Beberapa teman dan kolega, berbisik-bisik bergosip ria, membahas kebangkrutan itu. Hampir semuanya menyalahkan tentang sikap teman kami yang terlalu berani mengambil resiko besar. Sehingga akhirnya jatuh terperoksok dalam kebangkrutan. Serba salah memang. Terkadang didepan mata datang sebuah peluang. Tetapi kita takut mengambilnya. Sehingga peluang itu raib begitu saja. Dan kita malah diejek tidak punya nyali atau keberanian. Sebaliknya, peluang datang, kita sambar, akhirnya bangkrut, lagi-lagi yang disalahkan nyali dan keberanian kita. Disini kita dianggap ceroboh terlalu bernyali. Serba salah bukan ? Andaikan saja nyali atau keberanian, dijual dalam bentuk permen, saya pasti akan selalu sedia didalam kantong, begitu komentar seorang teman saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sayangnya nyali atau keberanian tidak dijual sepraktis dalam kemasan permen. Keberanian atau nyali lebih mirip dengan stamina. Bayangkan anda sedang dalam sebuah lomba marathon. Anda sudah berlari sekian lama, otot anda sudah nyeri dan pegal-pegal. Nafas anda pendek-pendek. Tubuh sudah mandi keringat. Dan didepan anda 100 meter lagi terlihat pita garis finish. Pada detik itulah, anda yang memutuskan. Menyerah dan menjatuhkan diri anda kebumi. Atau sekali lagi menarik nafas dalam-dalam, mengerahkan semua otot dan tenaga anda untuk berlari lagi dan merangkul pita finish. Itulah nyali atau keberanian. Mirip extra stamina. Tidak semua orang memilikinya. Konon hanya para juara yang terlatih memiliki dan memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya nyali atau keberanian bisa dilatih. Tetapi syarat utama harus dipenuhi terlebih dahulu. Yaitu anda harus punya mental juara. Juara bisnis, umumnya punya naluri untuk masuk ke bisnis yang mereka yakin akan menang. Jadi misalnya ada peluang bisnis dengan resiko kecil, tetapi kita tidak memahami bisnis itu, jangan gegabah untuk mencoba masuk kebisnis itu. Pengalaman saya, lebih dari 70% bisnis yang gagal, kebanyakan disebabkan oleh gagal manajemen. Artinya peluangnya bagus, tetapi gagal karena manajemennya salah urus. Kadang latah dan ikut-ikutan menjadi penyebab gagal manajemen dalam kasus ini. Misalnya saja, sekarang sedang tren membuat toko donat, maka kita rame-rame ikut bikin toko donat. Karena kurang pemahaman, biasanya kita terjebak berbuat kesalahan yang terlihat sepele pada awalnya, lalu menumpuk menjadi kesalahan berlapis yang cenderung menjadi awal bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara bisnis kadang, masuk kedalam sebuah bisnis yang beresiko tinggi. Tapi ia punya pengalaman dan pemahaman yang mendalaman. Dalam kasus ini, ia cuma mengambil posisi ”underdog” saja. Ibarat lomba mobil Formula One, ia tidak mendapat start didepan. Biasanya ia punya perhitungan untuk menyalib didalam pertarungan didepan. Itu sebabnya ia terlihat memiliki nyali atau keberanian. Nyali atau keberanian seringkali datang bukan karena nafsu yang sifatnya tiba-tiba melainkan karena perhitungan khusus, yang didapat para juara bisnis dari bertahun-tahun pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin belajar punya nyali atau keberanian dalam bisnis, saya punya sejumlah tips yang saya kumpulkan dari para juara bisnis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Pertama-tama nyali atau keberanian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, datang dari pengalaman dan kefasihan. Kalau anda sudah berpengalaman dan fasih naik sepeda, maka anda berani naik sepeda dengan gaya lepas tangan. Bayangkan dirumah anda ada tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai 2. Tangganya sedikit curam. Tetapi karena anda sudah sangat sering menggunakan-nya maka anda bisa saja naik dan turun tangga dengan setengah beralari dan cepat sekali. Jadi nyali dan keberanian, sumbernya adalah pengalaman. Yang anda harus lakukan adalah memberdayakan pengalaman anda. Ini langkah awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Kedua, juara bisnis selalu mulai dengan sesuatu yang kecil dan melakukannya perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Istilah keren-nya ”starts small and slow”. Juara bisnis hampir semuanya memiliki rute sukses dengan pola ini, kecil dan perlahan-lahan. Pernah saya berdialog dengan seorang pengusaha tentang teori ini. Beliau menuturkan, bahwa dalam bisnis, hitungan yang paling penting adalah ”exit strategy”. Kalau bioskop atau gedung perkantoran, harus ada ”emergency exit”, maka dalam bisnis situasinya juga mirip. Dalam bisnis, ada pameo yang mengatakan ”jangan mudah menyerah !”. Seth Godin, pengarang buku ”The Dip” mengatakan hal itu adalah nasehat yang buruk. Justru menurut Seth Godin, juara bisnis, umumnya sangat paham dan ahli untuk menyerah. Bukan sembarang menyerah, tetapi menyerah pada waktu yang pas. Nah, kalau anda start bisnis dengan modal dan skala kecil, andaikata macet, maka dengan mudah anda bisa ”exit” tanpa harus menderita kerugian besar. Lagi pula sesuatu yang kecil lebih mudah dikendalikan daripada sesuatu yang besar dan kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Nasehat yang terakhir, rada unik. Menurut seorang juara bisnis, setiap bisnis pasti punya resiko.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;Ada yang besar dan ada yang kecil. Yang besar resikonya membuat kita tidak nyaman dan mengagalkan nyali atau keberanian kita. Tetapi kalau kita mundur, sebenarnya itu resiko juga. Bisa saja peluang itu akhirnya diambil oleh kompetitor kita, yang belakang hari bukan mustahil akan merepotkan kita. Kadang ini perhitungan yang sering diambil oleh para juara bisnis. Seorang pengusaha bercerita bahwa ia sering dikritik serakah dan tanpa perhitungan, karena banyak mengambil bisnis-bisnis resiko tinggi. Ia bercerita bahwa motif sesungguhnya adalah justru ia ingin memagari kompetitornya. Orang lain yang tidak tahu ceritanya, selalu menganggap ia bernyali besar. Padahal ia justru penuh perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kurnia Rafi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis buku yang kontroversial dengan bukunya "Anti-Marketing".&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5245957047860993462?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5245957047860993462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5245957047860993462&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5245957047860993462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5245957047860993462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/dimanakah-nyali-anda.html' title='Dimanakah Nyali Anda?'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2860189816683226319</id><published>2007-06-21T00:11:00.000+08:00</published><updated>2007-06-21T00:29:21.170+08:00</updated><title type='text'>Bergerak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “Change“.&lt;br /&gt;Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.” Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pikir Bapak cuma main-main ............”&lt;br /&gt;“Nanti uangnya toh diambil lagi.”&lt;br /&gt;“Malu-maluin aja.”&lt;br /&gt;“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”&lt;br /&gt;“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu .....”&lt;br /&gt;“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya....”&lt;br /&gt;“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas.....”&lt;br /&gt;“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang.........”&lt;br /&gt;“Saya, kan duduk jauh di belakang...”&lt;br /&gt;dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai ”gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. ”Gila aja....ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit.....”. Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang ’sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,” katanya penuh semangat.” Saya pun mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Winners take action…they simply get up and do what has to be done…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Source : http://blog.raditya.net &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2860189816683226319?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2860189816683226319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2860189816683226319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2860189816683226319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2860189816683226319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/bergerak.html' title='Bergerak'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2845028157993795408</id><published>2007-06-19T14:05:00.000+08:00</published><updated>2007-06-19T14:42:48.804+08:00</updated><title type='text'>JANGAN TAKUT...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Judul diatas sebenarnya adalah apa yang ada di hati saya beberapa hari yang lalu. Jujur saya katakan kepada Anda, saya takut menghadapi apa yang akan terjadi di depan. Tetapi saya kembali berpikir dan merenung, sekalipun saya takut apakah ada hal-hal yang bertambah dengan ketakutan saya? Apakah ada obat untuk menyembuhkannya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu dengan tegas saya jawab kembali...TIDAK ADA! Yang bisa mengobati ketakutan saya adalah saya sendiri. Malah dengan ketakutan, semua akan menjadi tidak terkendali dan saya bisa kehilangan potensi yang ada dalam diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang dia takut menghadapi hidup, takut tidak bisa membiayai keluarganya, membiayai pendidikan anak-anaknya, takut tidak sukses, tidak kaya, dan ketakutan-ketakutan yang lain, tapi tidak dibarengi dengan sikap positif sehingga ketakutan itu menguasai pikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada juga ketakutan orang lain yaitu takut disaingi oleh orang lain. Orang memiliki bisnis baru dan penghasilan yang melimpah, dia takut tersaingi penghasilannya (padahal bisnis mereke berbeda), takut kehilangan 'kekuasaan' karena ada 'pamor' orang lain yang lebih hebat, takut orang lain lebih maju dan ketakutan-ketakutan negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, semua ketakutan-ketakutan diatas tidak akan pernah bisa kita hilangkan dalam hidup kita kalau kita tidak memiliki pengharapan.&lt;br /&gt;Seorang salesman yang dikejar dengan target, kalau rasa takut karena tidak bisa menjual itu lebih besar dari potensi dirinya, dia tidak akan bisa mencapai target itu.&lt;br /&gt;Demikian juga seorang bisnisman, omzet perusahaan yang semakin hari semakin menurun akan menyebabkan rasa takut itu muncul begitu saja dan bisa mengakibatkan stress yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin semua hal sesuai dengan yang kita harapkan. Akan ada pasang surut dalam kehidupan. Tetapi jika kita bisa mengalahkan ketakutan kita dan berpikir positif, hidup kita akan lebih 'hebat' di masa-masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pelanggan berkata 'tidak' kepada produk kita hari ini, mungkin besok atau lusa atau 3 minggu kemudian dia akan berkata 'ya'. Nobody knows what are really happen before us...Yang penting adalah sikap hidup kita menjalani hidup ini dan membuat rasa takut itu menjadi sebuah petualangan dalam perjalanan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 kalimat yang saya katakan setiap pagi saat saya bangun. Kalimat ini akan direkam di otak saya sehingga setiap ada ketakutan, kata-kata yang saya ucapkan tersebut akan muncul dan memotivasi hidup saya. what's is that? "AKU ADALAH PEMENANG!" - "I'M THE WINNER".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Anda bangun ucapkan kalimat ini, dan rasakan bedanya.&lt;br /&gt;Karena Otak Anda sudah merekam kalimat positif saat pagi hari, kalimat ini akan muncul secara otomatis saat Anda membutuhkannya dan memotivasi hidup Anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Tapi, jika saat pagi otak Anda sudah merekam kalimat yang negatif, percayalah...hari ini akan menjadi hari yang 'berat' bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benni surbakti &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2845028157993795408?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2845028157993795408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2845028157993795408&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2845028157993795408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2845028157993795408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/jangan-takut.html' title='JANGAN TAKUT...'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7958631122563558277</id><published>2007-06-18T11:47:00.000+08:00</published><updated>2007-06-18T11:57:33.867+08:00</updated><title type='text'>TOLOOOOOOOONG!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari, saya kedatangan seorang teman sekampung beserta istrinya. Keduanya cacat fisik yakni tuna rungu. Dengan komunikasi yang 'seadanya dan sebisanya', saya mendapat informasi bahwa mereka berpenghasilan dari menjual bubur ayam di kantin sekolah tempat anak mereka bersekolah. Beberapa kali kunjungan ke rumah, saya tahu, betapa sulit kehidupan yang harus mereka lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas persetujuan suami, kami memutuskan dalam satu tahun ini (dan ternyata berlanjut ke tahun-tahun berikutnya), membantu secara kontinyu sekarung beras 50 kg setiap bulan, selain bisa untuk berjualan bubur, juga untuk makan mereka. Bila persediaan beras menipis, mereka mengirim pesan melalui sms ke HP saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat seorang saudara membutuhkan bantuan karena usahanya sedang terkena imbas pesaing, setelah mendapat persetujuan dari suami, kami pun mengucurkan dana membantu. Dan ini bukan untuk yang pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada teman atau kerabat atau karyawan mengalami kesusahan, mereka datang ke kami dan meminta bantuan karena menganggap kami orang baik, mampu, bijak, dan bisa diandalkan untuk mendapatkan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netter yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun teori yang menyatakan, adalah lebih baik tangan berada di atas, banyak membantu, dari pada meminta bantuan. Benar! Tidak salah sedikit pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sesungguhnya, jujur saja, sebagai manusia normal yang sering menghadapi urusan begini, saat paling mendebarkan adalah pergumulan batin di detik-detik genting harus memutuskan: haruskah saya bantu orang ini? Pantaskan dibantu? Jangan-jangan, dengan bantuan kita malahan akan merusak mental mereka? Jangan sampai niatnya membantu malah mencelakakan orang, pastilah nyeseeeeel deh di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat niat akan memberi bantuan telah diputuskan (setelah dipikirkan dengan seksama dari berbagai sudut), ulurkan tangan dengan perasaan bahagia. Iringi dengan doa, semoga bermanfaat positif untuk semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kotori perbuatan baik yang telah kita lakukan dengan mengeluarkan kata-kata kasar bahkan kemudian diliputi kebencian bila ternyata bantuan yang kita berikan tidak sesuai dengan kenyataan indah yang kita inginkan.&lt;br /&gt;(Istilah yang sering saya pakai, kalau mau bantu orang, tutup mata, tutup telinga, tutup mulut, buka hati!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah tolong menolong antar manusia, ada sebuah kata indah yang perlu kita cermati, yakni: TULUS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulus adalah pemberi yang bersifat netral karena,&lt;br /&gt;Orang yang tulus tidak pernah menyesal dalam berbuat baik!&lt;br /&gt;Dan perbuatan baik selalu bertujuan untuk mendatangkan kebahagiaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!&lt;br /&gt;Lenny Wongso.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7958631122563558277?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7958631122563558277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7958631122563558277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7958631122563558277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7958631122563558277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/toloooooooong.html' title='TOLOOOOOOOONG!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4585016459943425412</id><published>2007-06-16T00:59:00.000+08:00</published><updated>2007-06-16T01:49:22.628+08:00</updated><title type='text'>KESUKSESAN SETIAP ORANG BERBEDA-BEDA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya sangat yakin akan judul diatas, karena Tuhan sudah menetapkan kesuksesan setiap orang. Mungkin ada orang yang bisa sukses dalam hal yang sama, tetapi kalau dilihat secara detail, pasti ada perbedaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang sukses dengan bisnis rental mobil, bisnis catering, sukses dalam pekerjaan di kantor dengan karir yang semakin menanjak, sukses menjadi internet marketer, sebagai agen insurance, sebagai bos armada becak, bahkan sukses di bisnis penumpukan sampah-sampah untuk di jual ke pabrik dan di daur ulang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertanyaannya adalah,"Apakah setelah melihat orang-orang sukses di bidangnya masing-masing kita harus mengikuti jejak mereka?"&lt;br /&gt;Beberapa orang pintar dalam buku-buku mereka mengatakan kita harus melihat cara kerja orang sukses dan mengikuti jejak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak saya, yang harus diikuiti adalah cara mereka untuk sukses, tidak sepenuhnya mengikuti jejak bisnis mereka.&lt;br /&gt;Kesuksesan tidak selalu berhubungan dengan uang dan kepintaran, tetapi 'gairah' seseorang untuk tetap melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang memulai bisnis pasti ingin berhasil dan sukses, tetapi kita juga tidak boleh mengesampingkan bahwa ada kemungkinan juga kita akan gagal.&lt;br /&gt;Saya memiliki prinsip bahwa, setiap pekerjaan yang saya lakukan walaupun itu pekerjaan kecil harus dikerjakan dengan cara-cara profesional sehingga saat menghadapi pekerjaan besar semuanya bisa dilakukan karena sudah terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda sudah mengerjakan yang terbaik dan juga gagal, itu bukan merupakan kegagalan, tetapi itu adalah sukses yang tertunda. Yang penting adalah kita sudah mendapatkan ilmu dari setiap kegagalan yang kita alami. Tidak ada orang yang sukses hanya dalam waktu semalam. Kesuksesan itu membutuhkan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin mengikuti acara AFI, INDONESIAN IDOL, AMERICA IDOL, MAMAMIA di beberapa stasiun TV di Indonesia. Apakah semua peserta akan menjadi pemenang? Tentu tidak, akan ada yang ter-eliminasi dan harus kembali ke rumah. Ada yang menangis, ada yang mengumpat kepada dewan juri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sebenarnya mereka telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Walaupun pada akhirnya mereka mungkin gagal, tetapi setidaknya mereka telah mencoba untuk membuktikan kemampuan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya juri sudah melihat kemampuan dari setiap peserta yang ikut. Ada peserta hanya modal nekad saja, tanpa ada skill untuk menyanyi. Ada yang bisa nyanyi tapi suaranya pas-pasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau ditiilik dari sikap 'fair' juri, kontestan malah harus berterima kasih kepada para juri yang menyarankan mereka untuk memilih jalur lain bukan sebagai penyanyi; tetapi memperdalam apa yang mereka sukai dan telah mereka kerjakan selama ini. Mungkin menjadi mekanik, tukang salon, menjadi model, atau bidang lain yang mereka ahli di bidangnya. Tidak mungkin ribuan peserta yang ikut semuanya harus menjadi penyanyi bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menjadi orang sukses jikalau kita menikmati pekerjaan kita, tahu apa yang kita kerjakan dan kemana tujuan dari pekerjaan kita.&lt;br /&gt;Kita tidak akan bisa sukses jika kita hanya mengikuti jejak orang lain. Malah jika kita selalu terfokus kepada kesuksesan orang lain, kita malah akan kehilangan jati diri kita yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kekuatan Anda untuk meraih setiap impian Anda!&lt;br /&gt;Find your way and get action!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kerjakan yang terbaik untuk setiap apa yang kita lakukan dan sisanya serahkan kepada Tuhan. Sukses saya dan Anda berbeda, jadi ciptakanlah sukses Anda sendiri dengan peluang-peluang yang ada di depan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success is ours!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;benni surbakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4585016459943425412?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4585016459943425412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4585016459943425412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4585016459943425412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4585016459943425412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/kesuksesan-setiap-orang-berbeda-beda.html' title='KESUKSESAN SETIAP ORANG BERBEDA-BEDA'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2876165090654602960</id><published>2007-06-15T17:56:00.000+08:00</published><updated>2007-06-15T18:34:26.053+08:00</updated><title type='text'>PELUANG ITU SELALU ADA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sewaktu saya menonton sebuah acara di stasiun TV yang memperlihatkan cerita seorang ibu yang menghadapi kehidupan, membiayai keluarga dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;Ia setiap pagi sebelum fajar menyingsing telah berada di pasar induk untuk mengambil sisa-sisa bawang yang dibuang oleh pedagang yang sudah tidak memerlukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia kemudian memilah-milah 'sampah' bawang tersebut dan bisa mendapatkan 6 kg/hari dari kerjanya itu. Kemudian ia menjualnya kembali kepada pedagang rempah-rempah dan di hargai Rp.3000/kg. Penghasilannya dari kerja tersebut bisa mencapai 25 ribu/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pekerjaan ini menurut sebagian orang sangat 'tidak ekslusive'. Bangun di pagi buta, tersengat panas matahari yang membakar kulitnya dan sudah tentu memutuskan 'urat malu'. Tapi apa yang dia kerjakan adalah suatu tindakan nyata untuk menunjukkan bahwa selalu ada peluang jika kita mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pelajaran yang saya dapatkan dari ibu ini?&lt;br /&gt;Tidak ada pekerjaan yang tidak menghasilkan kalau ada kemauan. Banyak orang memilih-milih pekerjaan yang pada akhirnya mereka tetap tidak bekerja dan tidak menghasilkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu ini telah membuktikan bahwa TANPA MODAL sekali pun, dia bisa menghasilkan uang.&lt;br /&gt;Hidup ini adalah perjuangan dan layak untuk diperjuangkan. Alangkah 'malangnya' orang yang hidup selalu berpangku tangan dan tidak pernah berjuang untuk kehidupannya, apalagi hidupnya selalu pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan akan terus berjalan tanpa bisa dihentikan oleh siapapun. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menghadapi kehidupan ini dan apa yang akan kita dapatkan dari kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sudah memberikan banyak peluang bagi kita untuk dikerjakan.&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah mengambil peluang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benni surbakti &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2876165090654602960?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2876165090654602960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2876165090654602960&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2876165090654602960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2876165090654602960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/peluang-itu-selalu-ada.html' title='PELUANG ITU SELALU ADA'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7659829378942484931</id><published>2007-06-14T00:29:00.000+08:00</published><updated>2007-06-14T01:01:53.041+08:00</updated><title type='text'>MENCIPTAKAN KESEMPATAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Delapan puluh persen penduduk di muka bumi ini menunggu kesempatan yang datang dan memanggilnya untuk bergerak. Namun hanya sekitar dua puluh persen yang menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri. Hal ini melampaui batas-batas budaya dan geografis, yang sangat menarik untuk diperhatikan dan diterapkan bagi kita semua. Di Indonesia, yang jumlah penganggurannya mencapai angka 20 persen, sampai kapan kita mesti menunggu kesempatan yang memanggil kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada waktu lagi. Waktu untuk bergerak adalah sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dibandingkan dengan di negara-negara maju, seperti AS dan Kanada, mendirikan perusahaan sangatlah ribet dan berbelit-belit, begitu banyak izin yang perlu diambil. Contohnya yang paling sederhana adalah membuka salon potong rambut. Di Indonesia, hampir setiap kota dan desa ditemui banyak sekali salon potong rambut. Izin apa yang diperlukan untuk membuka salon tersebut? Tidak ada sama sekali. Cukup punya gunting dan tempat duduk serta cermin saja. Bahkan di bawah pohon rindang pun bisa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan di AS. Di setiap negara bagiannya ada yang disebut Cosmetology Licensing Bureau (Biro Izin Ilmu Kosmetologi, yang di sini maksudnya adalah “Persalonan” bukan kosmetika.) Biro ini mensyaratkan setiap orang yang hendak membuka salon untuk membawa ijazah dan transkrip kursus pelatihan salon yang biasanya sepanjang 6 bulan sampai 1 tahun. Setelah itu, ia harus mengikuti ujian negara bagian teori dan praktik. Setelah itu barulah bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin untuk membuka salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan izin salon, barulah bisa mengajukan izin usaha. Prosesnya sendiri memakan waktu satu sampai dua tahun dari sejak pelatihan sampai mendapatkan izin usaha dan siap untuk menerima klien. Setelah salon dibuka, jelas ada isyu-isyu lainnya seperti inspeksi mendadak dari Badan Kesehatan untuk memastikan bahwa alat-alat cukur yang dipakai bersih dan sesuai standar.&lt;br /&gt;Sangat ribet dan berbelit-belit, bukan? Ini baru untuk bisnis ringan yang di Indonesia bisa dilakukan di bawah pohon rindang. Anda bisa bayangkan untuk bisnis-bisnis lainnya yang jauh lebih sophisticated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lingkungan bisnis yang serba tertib seperti ini, saya dan suami membangun beberapa perusahaan yang sekarang sudah mulai memperlihatkan hasil. Sangat berbeda dengan di Indonesia, yang dengan sekejap mata sudah bisa memulai bisnis dengan proses yang sederhana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini pula mengapa banyak perantau asal Indonesia yang “ogah” mendirikan perusahaan sendiri, lebih baik menunggu saja kesempatan untuk mengetuk pintunya. Di Indonesia, juga demikian. Mayoritas lebih baik pasif (alias terus melamar pekerjaan yang tidak tahu prospeknya di kemudian hari) daripada membangun usaha sendiri yang dalam satu atau dua tahun sudah menghasilkan jauh melebihi karyawan baru tahun kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan kesempatan memang kedengarannya sangatlah riskan, namun sebenarnya ini hanyalah salah satu bentuk survival skill yang dimiliki setiap orang. Mulailah dengan tahap-tahap berikut ini, niscaya Anda bisa menjadi lebih berani dalam melihat kebutuhan yang urgen serta lantas terpacu untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hitunglah jumlah pengeluaran ideal Anda dalam satu bulan. Masukkan semua pengeluaran, seperti: makanan, sewa atau cicilan rumah tinggal, uang sekolah, pakaian, entertainment, donasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi pengeluaran tersebut dengan 30 hari (per bulan). Lantas bagi lagi dengan 10 jam kerja. Anda akan mendapatkan jumlah uang yang perlu Anda hasilkan per jamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan per bulan adalah Rp5.000.000,-.&lt;br /&gt;Pengeluaran per hari (rata-rata) adalah Rp5.000.000,- : 30 hari = Rp166.700,-&lt;br /&gt;Penghasilan per jam (asumsi 10 jam kerja) yang diperlukan untuk mencukupi di atas adalah Rp16.700,- untuk asumsi kerja 30 hari per bulan. Jika Anda bekerja 20 atau 25 hari per bulan, gunakan angka yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dari angka ajaib per jam ini. Camkan di dalam benak bahwa Anda tidak bisa mempertahankan gaya hidup jika tidak menghasilkan sekian tersebut. Jadikan ini patokan Anda dalam memilih jenis bisnis dan menjalankannya dengan antusiasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang menciptakan kesempatan itu sulit? Mulai saja dari angka penghasilan per jam dan jalankan dengan blue print ini. Sukses tidak ditanggung, lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jennie S. Bev adalah penulis buku laris “Rahasia Sukses Terbesar” (seluruh royalti yang diterima penulis akan disumbangkan kepada anak-anak terlantar dan yatim piatu). Ia telah menerbitkan lebih dari 60 buku elektronik dan tercetak, serta lebih dari 900 artikel di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, dan Singapura. Ia dikenal juga sebagai pengusaha serial serta pengajar retorika di sebuah universitas di AS. Prestasinya bisa dibaca di JennieSBev.com.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7659829378942484931?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7659829378942484931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7659829378942484931&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7659829378942484931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7659829378942484931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/menciptakan-kesempatan.html' title='MENCIPTAKAN KESEMPATAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5405299615426471909</id><published>2007-06-13T00:01:00.000+08:00</published><updated>2007-06-13T00:03:53.761+08:00</updated><title type='text'>SEJUTA KODOK</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada suatu sore hari seorang petani pergi ke kota dan masuk ke sebuah restoran dan menemui pemiliknya untuk menawarkan apakah mau menerima pasokan ribuan paha kaki kodok setiap hari. Pemilik restoran itu kaget setengah tak percaya dan bertanya balik, dari mana ia kok bisa mendapatkan paha kodok segitu banyaknya! Petani itu menjawab, "Disamping rumahku ada sebuah kolam yang didalamnya berjubel penuh kodok, wuihhh, pasti ada jutaan. Semalaman mereka itu mengorek, suaranya ribut bukan main, pokoknya terus menerus berbunyi dan suaranya benar-benar membuatku hampir gila"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi mereka sepakat dan membuat suatu perjanjian dimana dinyatakan bahwa sang petani itu akan memasok paha kodok ke restoran itu, setiap kali kiriman sebanyak seribu ekor yang akan dipasok dalam beberapa minggu mendatang. Esok pagi harinya, petani itu kembali datang ke restoran itu dengan wajah agak lesu dan tanpa semangat, ia membawa serta dua ekor kodok agak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik restoran bertanya, "Lho, mana katamu seribu kodok itu?" Si petani menjawab, "Ternyata saya salah. yang ada cuma dua ekor ini. Tapi mereka kok benar2 membuat keributan luar biasa ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lain kali bila mendengar ada orang yang mencela atau menjelek-jelekkan anda, ingat !!, itu barangkali hanya ributnya dua ekor kodok saja. Seringkali suatu permasalahan selalu nampak lebih besar di kegelapan.&lt;br /&gt;Pernahkah suatu malam hari anda terbaring diranjang sedang mengkhawatirkan sebuah masalah yang membuat stress dan nampak seperti bunyi ributnya sejuta kodok? Nah, saat fajar menyingsing dan anda renungkan kembali masalah itu, bisa jadi anda tertawa lega, kok semut kau sebut gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryo Ardito,&lt;br /&gt;Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia – DKI Jakarta&lt;br /&gt;Email: haryo.ardito@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5405299615426471909?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5405299615426471909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5405299615426471909&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5405299615426471909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5405299615426471909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/sejuta-kodok.html' title='SEJUTA KODOK'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5033608987964608291</id><published>2007-06-12T23:37:00.000+08:00</published><updated>2007-06-12T23:45:54.355+08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PELAJARAN YANG PALING BERHARGA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;John Erskine mendapatkan pelajaran yang paling berharga dalam hidupnya saat ia berumur 14 tahun. Guru pianonya bertanya,"Berapa kali kamu berlatih dalam seminggu, dan berapa lama waktu yang kamu pakai setiap kali berlatih?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia menjawab bahwa ia mencoba untuk berlatih setiap hari selama satu jam atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan lakukan itu,"katanya. "Saat kamu beranjak dewasa tidak selalu ada waktu luang yang cukup panjang. Berlatihlah dalam hitungan menit, kapan pun kamu menemukannya 5 atau 10 menit sebelum berangkat sekolah, sehabis makan siang, dan pada jam istirahat. Sebarlah waktu berlatihmu sepanjang hari, dan musik akan menjadi bagian hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat guru piano tersebut benar-benar berfaedah. Erskine menjadi pianis konser yang tampil bersama New York Philharmonix, dan setelahnya ia menjadi presiden di Juilliard School of Music dan direktur dari Metropolitan Opera Association. Ia juga mengajar ilmu sastra di Columbia University dan menulis lebih dari empatpuluh lima buku. Karyanya yang paling terkenal,"The Private Life of Helen of Troy", ditulis sewaktu ia hijrah ke Columbia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5033608987964608291?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5033608987964608291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5033608987964608291&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5033608987964608291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5033608987964608291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/sebuah-pelajaran-yang-paling-berharga.html' title='SEBUAH PELAJARAN YANG PALING BERHARGA'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3775309327785403559</id><published>2007-06-12T00:54:00.000+08:00</published><updated>2007-06-12T00:58:57.910+08:00</updated><title type='text'>S.U.C.C.E.S.S.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Siapa yang tidak ingin sukses ? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan membicarakannya, tetapi tidak menjalankannya. Itu yang sangat disayangkan. Mengapa ? Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukanlah hasil keberuntungan, bukan juga sesuatu yang Anda peroleh di waktu-waktu keajaiban di dalam hidup anda. Sukses bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang yang lebih baik atau lebih buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang perlu dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggapnya sebagai jabatan untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses perjalanan untuk dilalui. Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada di perjalanan Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengeja SUKSES ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S = Seleksi tujuan anda&lt;br /&gt;U = Urutkan prioritas dan potensi Anda&lt;br /&gt;K = Komitmen pada rencana anda&lt;br /&gt;S = Siapkan perjalanan Anda&lt;br /&gt;E = Ekspresikan visi dalam tindakan&lt;br /&gt;S = Serahkan hasilnya pada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John C.Maxwell &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3775309327785403559?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3775309327785403559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3775309327785403559&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3775309327785403559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3775309327785403559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/success.html' title='S.U.C.C.E.S.S.'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5534440668550571245</id><published>2007-06-11T00:32:00.000+08:00</published><updated>2007-06-11T00:35:36.398+08:00</updated><title type='text'>MAU SUKSES? JANGAN MANJA!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah seorang wirausaha sukses dari Singapura berbagi pengalaman hidupnya yang penuh dengan perjuangan. Beliau menyebutnya sebagai “pelajaran 10 sen”. Dalam kondisi demam yang tinggi, beliau menggunakan telepon umum untuk menelepon Ayahnya agar dijemput. Saat itu beliau masih berusia 10 tahun. Akan tetapi sang Ayah justru tidak terlalu kasihan dan sedih, melainkan menjawab dengan berkata, “Mengapa kamu menelepon? Mengapa kamu menghabiskan 10 sen hanya untuk hal ini? Apakah kamu bisa mendapatkan kembali uang 10 sen sekarang? Pulang sendiri. Kamu bukannya tidak bertenaga, kamu masih kuat.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkesan memang agak keras didikannya, tapi pelajaran inilah yang justru membuat beliau akhirnya menyadari bahwa hidup ini harus berjuang dan kerja keras, bukan dengan sikap mental yang manja, dan pada akhirnya beliau tahu apa arti sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anak Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah masih memelihara sikap mental tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya pernah mengatakan, “Jika Anda mendapat sesuatu dengan mudah, maka Anda akan melepaskannya pun dengan mudah. Jika Anda mendapat sesuatu dengan kerja keras, maka Anda akan sangat menghargainya dan akan berpikir dua kali untuk menyia-nyiakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga ini yang selalu ditanamkan kepada anak-anaknya dan membuat saya menyadari bahwa hidup ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, kesuksesan tidak hanya bisa diraih dengan menekan tombol remote dan langsung jadi, tapi butuh sebuah usaha dan kegigihan dari setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu belajar untuk tidak menengadahkan tangan kita untuk meminta. Apabila itu adalah pemberian dari orang lain, syukurilah. Tapi jangan pernah meminta jika kita masih bisa melakukan sesuatu dan berusaha. Karena ketika seseorang sudah terbiasa meminta, maka sikap mental ini mulai tertanam dan akan menjadi enggan untuk bekerja keras, sebab segala sesuatunya dengan mudah didapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini terkadang masih ada di sekitar kita, apapun yang diminta kepada orangtuanya akan selalu diberikan. Mau mobil baru bisa langsung dipesan, Mau ganti handphone baru bisa langsung dibelikan, dan semua hal yang diinginkan dengan mudah bisa diberikan oleh orangtuanya. Inilah sikap bergantung kepada orang lain. Inilah sikap manja yang justru tidak akan memberikan dampak yang positif kepada sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip sebuah pepatah yang sangat inspiratif yaitu, “One who has not tasted bitter, knows not what sweet is.” Seseorang yang tidak pernah mengecap rasa pahit, tidak tahu rasa manis seperti apa. Anda akan jauh menghargai sebuah kesuksesan jika Anda tahu betapa pentingnya sebuah keyakinan, kemauan keras, kerja keras, dan keteguhan hati dalam menjalani proses hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;If you want to get something, You have to fight for it.&lt;br /&gt;If you don’t want to fight for it, Never expect anything&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salam Pemenang,&lt;br /&gt;Muk Kuang&lt;br /&gt;People Development Trainer&lt;br /&gt;Co-Founder J&amp;amp;K Counsels (www.jkcounsels.com)&lt;br /&gt;www.ignatiusmk.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5534440668550571245?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5534440668550571245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5534440668550571245&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5534440668550571245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5534440668550571245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/mau-sukses-jangan-manja.html' title='MAU SUKSES? JANGAN MANJA!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6711696517998243623</id><published>2007-06-10T00:10:00.000+08:00</published><updated>2007-06-10T00:22:34.408+08:00</updated><title type='text'>KERJA ADALAH KEHORMATAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Om beli bunga Om.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Andrie Wongso &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6711696517998243623?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6711696517998243623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6711696517998243623&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6711696517998243623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6711696517998243623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/kerja-adalah-kehormatan.html' title='KERJA ADALAH KEHORMATAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1984946399523036029</id><published>2007-06-08T00:43:00.000+08:00</published><updated>2007-06-08T01:01:24.098+08:00</updated><title type='text'>Maksimalkan Potensi Diri Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Bisnis kita dalam kehidupan ini bukan untuk mendahului orang lain, tetapi untuk selalu berusaha memaksimalkan potensi diri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan melakukan lebih baik dari yang kemarin.&lt;br /&gt;-Stuart B.Jhonson&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pada hari sabtu sore, 14 Desember 1996, saya menghadiri salah satu perlombaan atletik, yang paling mengasyikkan sepanjang hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itu adalah pertandingan kejuaraan State 5A antara Lewisville Fighting Farmers dan Converse-Judson Rockets. Walaupun saya mendukung the Converse-Judson Rockets yang kemudian kalah dengan selisih angka duapuluh empat, anak-anak muda itu tidak menganl kata "menyerah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka benar-benar mencurahkan seluruh tenaga dan kemampuan mereka dari awal sampai akhir. Pemenangnya bersikap ramah dalam kemenangan; dan tim yang kalah telak, meskipun sangat kecewa, sama ramahnya sewaktu mereka memberi selamat kepada pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meninggalkan lapangan dengan kepala tegak, yakin tahun depan mereka akan memberikan hasil yang berbeda. Itulah pemain kelas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Zig Ziglar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1984946399523036029?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1984946399523036029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1984946399523036029&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1984946399523036029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1984946399523036029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/maksimalkan-potensi-diri-anda.html' title='Maksimalkan Potensi Diri Anda'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5924093111941019458</id><published>2007-06-08T00:15:00.000+08:00</published><updated>2007-06-08T00:25:55.052+08:00</updated><title type='text'>D.I.C.A.R.I</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang lebih banyak meningkatkan&lt;br /&gt;Dan yang lebih sedikit menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih sedikit pelaksana&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit pembicara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak yang berkata itu bisa dilakukan&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit yang berkata itu mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak yang mengobarkan semangat orang lain&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit yang memadamkan semangat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak yang masuk ke dalam sesuatu&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit yang tinggal disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak yang menunjukkan apa yang benar&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit yang menuding apa yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak yang menyalakan lilin&lt;br /&gt;Dan lebih sedikit yang mengutuk kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pengarang tidak diketahui&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5924093111941019458?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5924093111941019458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5924093111941019458&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5924093111941019458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5924093111941019458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/dicari.html' title='D.I.C.A.R.I'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1667739627060055566</id><published>2007-06-06T17:29:00.000+08:00</published><updated>2007-06-06T17:41:13.268+08:00</updated><title type='text'>Running Your Life as a Business</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jalankan hidup Anda sebagaimana Anda menjalankan bisnis. Jangan salah sangka, saya tidak pernah menyarankan Anda untuk menjadi mata duitan, hanya memikirkan uang saja serta menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan uang baik yang halal maupun yang haram. Sekali lagi bukan. Sebagai entrepreneur dan edukator, saya selalu menyarankan etika tertinggi dan dignity (harga diri) yang tidak didasarkan dengan uang namun kemampuan mencari uang sendiri (mandiri) tanpa perlu dibantu oleh siapa pun (earn alias raih sendiri prestasi hidup).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang saya maksud dengan menjalankan hidup sebagai bisnis adalah menjalankan hari-hari Anda dari sejak bangun pagi hingga kembali ke peraduan di malam hari dengan kesadaran penuh bahwa semua yang Anda lakukan mempunyai visi dan misi (sebagaimana bisnis ataupun perusahaan pada umumnya), kesadaran akan pentingnya memasarkan kelebihan-kelebihan Anda, kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan, kesadaran akan pentingnya pelatihan (seperti bagian R&amp;amp;D) dan kesadaran pentingnya akan investasi (sebagaimana investment department). Mari kita kupas satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi dan misi. Hidup Anda perlu punya purpose (misi) dan vision (visi). Apa bedanya? Visi adalah apa yang ingin Anda raih bagi diri Anda sendiri dan misi adalah apa yang dapat Anda sumbangkan kepada masyarakat (kontribusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi saya sendiri adalah pensiun di usia 45, jadi 8 tahun lagi. Ini berarti dalam waktu 8 tahun saya mesti sungguh-sungguh fokus dalam mengembangkan diri dan bisnis serta karir akademis saya. Dengan berbagai cara, terutama dengan kombinasi dari pemasaran dan investasi jangka panjang, mudah-mudahan visi ini bisa tercapai. Sampai saat ini baru sebagian yang tercapai, namun kelihatannya jalan cukup cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi saya adalah menyumbangkan dana bagi kemanusiaan dan sebagian tenaga saya dengan menggunakan resources yang saya kumpulkan selama ini. Saat ini saya aktif menyumbangkan sebagian penghasilan saya untuk causes yang saya yakini dan saya yakin dengan semakin banyak penghasilan saya di masa depan, dengan segala berkat dari Tuhan, mudah-mudahan saya bisa semakin banyak membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempunyai visi dan misi, hidup Anda pasti menjadi lebih berarti karena jelas tujuan bagi diri sendiri dan bagi masyarakat luas. Saya telah berhasil mematahkan pendapat bahwa setiap orang kaya adalah orang yang kikir, serta premis bahwa semakin banyak menabung uang untuk diri sendiri maka semakin banyak yang bisa dikumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas kita tidak perlu menghambur-hamburkan uang, namun dengan memberi kita menjustifikasikan posisi kita di dunia sebagai pemberi, bukan penerima. Thus, the universe shall work in your favor. Niscaya, alam semesta akan memberi lebih. Divisi marketing. Janganlah sekali-kali merendahkan diri. Be yourself, tunjukkan kepada dunia betapa cemerlangnya cahaya Anda. Anda adalah produk dari kehidupan Anda sendiri. Jika hidup Anda baik dan cemerlang, maka produknya (Anda sendiri) akan bersinar penuh kebahagiaan dan kepuasan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jennie S.Bev&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1667739627060055566?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1667739627060055566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1667739627060055566&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1667739627060055566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1667739627060055566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/running-your-life-as-business.html' title='Running Your Life as a Business'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2537027013761338743</id><published>2007-06-05T03:16:00.000+08:00</published><updated>2007-06-05T03:18:51.286+08:00</updated><title type='text'>Peluang Ditengah Kemalasan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 ribu. Berapa dalam sebulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis yang sangat menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon dan semua bisa diselesaikan via handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agoeng Widyatmoko adalah konsultan Usaha Kecil (UKM).&lt;br /&gt;http://www.andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2537027013761338743?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2537027013761338743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2537027013761338743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2537027013761338743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2537027013761338743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/peluang-ditengah-kemalasan.html' title='Peluang Ditengah Kemalasan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8374373905559203102</id><published>2007-06-04T14:55:00.000+08:00</published><updated>2007-06-04T15:21:22.149+08:00</updated><title type='text'>Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda juga pasti punya teman yang tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut &amp; merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yang sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks (Kelapa Gading Jakarta), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memghambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam Sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ryan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8374373905559203102?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8374373905559203102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8374373905559203102&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8374373905559203102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8374373905559203102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/anda-bisa-jika-anda-berpikir-bisa.html' title='Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3476039331695503288</id><published>2007-06-03T23:18:00.000+08:00</published><updated>2007-06-03T23:33:03.881+08:00</updated><title type='text'>TIDAK PERNAH TERLAMBAT</title><content type='html'>Robert Lopatin mengira itu sudah terlambat. Sewaktu kecil, ia pernah memiliki impian untuk menjadi seorang dokter. Tetapi ketika ia masuk universitas, ia melepaskan cita-citanya. Malahan, ia masuk ke dalam usaha keluarga yang memproduksi busana wanita.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ia terlibat dua puluh tujuh tahun disana! Kemudian ia dan ayahnya menjual usaha mereka. Jika ia mau, ia bisa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian, di pesta pernikahan sahabatnya, ia duduk bersebelahan dengan seorang muda yang baru saja menyelesaikan sekolah kedokterannya. Bercakap-cakap dengan dokter baru tersebut membuatnya teringat kembali kepada impian masa kecilnya. Dan pada usia lima puluh satu, Robert Lopatin memutuskan untuk menjadi seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ia berusia lima puluh lima. Ia berhasil lulus dari Albert Einstein College jurusan kedokteran dan bekerja di Montefiore Medical Center di wilayah Bronx, New York. Dan ia menyukai pekerjaannya - seratus jam kerja di klinik dan pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya, seperti sudah mati dan lahir kembali," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin memiliki impian di dalam hati yang Anda pikir sudah terlalu tua untuk dikejar. Orang lain mungkin memberitahu, bahwa Anda sudah terlambat untuk mengerjakan apa yang ingin Anda lakukan. Tetapi tidak! Penulis Joseph Conrad menerbitkan novel pertamanya di usia empat puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Robert Lopatin akan berada di akhir kepala lima pada saat ia memulai prakteknya secara penuh. Seniwati 'Grandma' Moses memulai melukis pada saat berumur tujuh puluh lima tahun - dan menikmati dua puluh enam tahun kesuksesan karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejarlah impian Anda, tidak peduli betapapun jauh kelihatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3476039331695503288?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3476039331695503288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3476039331695503288&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3476039331695503288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3476039331695503288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/06/tidak-pernah-terlambat.html' title='TIDAK PERNAH TERLAMBAT'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2754623931583671738</id><published>2007-05-31T23:51:00.000+08:00</published><updated>2007-06-01T00:03:37.309+08:00</updated><title type='text'>MENCIPTAKAN KESEMPATAN</title><content type='html'>Delapan puluh persen penduduk di muka bumi ini menunggu kesempatan yang datang dan memanggilnya untuk bergerak. Namun hanya sekitar dua puluh persen yang menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri. Hal ini melampaui batas-batas budaya dan geografis, yang sangat menarik untuk diperhatikan dan diterapkan bagi kita semua. Di Indonesia, yang jumlah penganggurannya mencapai angka 20 persen, sampai kapan kita mesti menunggu kesempatan yang memanggil kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada waktu lagi. Waktu untuk bergerak adalah sekarang juga. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dibandingkan dengan di negara-negara maju, seperti AS dan Kanada, mendirikan perusahaan sangatlah ribet dan berbelit-belit, begitu banyak izin yang perlu diambil. Contohnya yang paling sederhana adalah membuka salon potong rambut. Di Indonesia, hampir setiap kota dan desa ditemui banyak sekali salon potong rambut. Izin apa yang diperlukan untuk membuka salon tersebut? Tidak ada sama sekali. Cukup punya gunting dan tempat duduk serta cermin saja. Bahkan di bawah pohon rindang pun bisa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan di AS. Di setiap negara bagiannya ada yang disebut Cosmetology Licensing Bureau (Biro Izin Ilmu Kosmetologi, yang di sini maksudnya adalah “Persalonan” bukan kosmetika.) Biro ini mensyaratkan setiap orang yang hendak membuka salon untuk membawa ijazah dan transkrip kursus pelatihan salon yang biasanya sepanjang 6 bulan sampai 1 tahun. Setelah itu, ia harus mengikuti ujian negara bagian teori dan praktik. Setelah itu barulah bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin untuk membuka salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan izin salon, barulah bisa mengajukan izin usaha. Prosesnya sendiri memakan waktu satu sampai dua tahun dari sejak pelatihan sampai mendapatkan izin usaha dan siap untuk menerima klien. Setelah salon dibuka, jelas ada isyu-isyu lainnya seperti inspeksi mendadak dari Badan Kesehatan untuk memastikan bahwa alat-alat cukur yang dipakai bersih dan sesuai standar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ribet dan berbelit-belit, bukan? Ini baru untuk bisnis ringan yang di Indonesia bisa dilakukan di bawah pohon rindang. Anda bisa bayangkan untuk bisnis-bisnis lainnya yang jauh lebih sophisticated. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lingkungan bisnis yang serba tertib seperti ini, saya dan suami membangun beberapa perusahaan yang sekarang sudah mulai memperlihatkan hasil. Sangat berbeda dengan di Indonesia, yang dengan sekejap mata sudah bisa memulai bisnis dengan proses yang sederhana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini pula mengapa banyak perantau asal Indonesia yang “ogah” mendirikan perusahaan sendiri, lebih baik menunggu saja kesempatan untuk mengetuk pintunya. Di Indonesia, juga demikian. Mayoritas lebih baik pasif (alias terus melamar pekerjaan yang tidak tahu prospeknya di kemudian hari) daripada membangun usaha sendiri yang dalam satu atau dua tahun sudah menghasilkan jauh melebihi karyawan baru tahun kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan kesempatan memang kedengarannya sangatlah riskan, namun sebenarnya ini hanyalah salah satu bentuk survival skill yang dimiliki setiap orang. Mulailah dengan tahap-tahap berikut ini, niscaya Anda bisa menjadi lebih berani dalam melihat kebutuhan yang urgen serta lantas terpacu untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hitunglah jumlah pengeluaran ideal Anda dalam satu bulan. Masukkan semua pengeluaran, seperti: makanan, sewa atau cicilan rumah tinggal, uang sekolah, pakaian, entertainment, donasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi pengeluaran tersebut dengan 30 hari (per bulan). Lantas bagi lagi dengan 10 jam kerja. Anda akan mendapatkan jumlah uang yang perlu Anda hasilkan per jamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan per bulan adalah Rp5.000.000,-.&lt;br /&gt;Pengeluaran per hari (rata-rata) adalah Rp5.000.000,- : 30 hari = Rp166.700,- &lt;br /&gt;Penghasilan per jam (asumsi 10 jam kerja) yang diperlukan untuk mencukupi di atas adalah Rp16.700,- untuk asumsi kerja 30 hari per bulan. Jika Anda bekerja 20 atau 25 hari per bulan, gunakan angka yang dimaksud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dari angka ajaib per jam ini. Camkan di dalam benak bahwa Anda tidak bisa mempertahankan gaya hidup jika tidak menghasilkan sekian tersebut. Jadikan ini patokan Anda dalam memilih jenis bisnis dan menjalankannya dengan antusiasme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang menciptakan kesempatan itu sulit? Mulai saja dari angka penghasilan per jam dan jalankan dengan blue print ini. Sukses tidak ditanggung, lho.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jennie S. Bev adalah penulis buku laris “Rahasia Sukses Terbesar” (seluruh royalti yang diterima penulis akan disumbangkan kepada anak-anak terlantar dan yatim piatu). Ia telah menerbitkan lebih dari 60 buku elektronik dan tercetak, serta lebih dari 900 artikel di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, dan Singapura. Ia dikenal juga sebagai pengusaha serial serta pengajar retorika di sebuah universitas di AS. Prestasinya bisa dibaca di http://www.JennieSBev.com.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2754623931583671738?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2754623931583671738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2754623931583671738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2754623931583671738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2754623931583671738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/menciptakan-kesempatan.html' title='MENCIPTAKAN KESEMPATAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5199069392409198211</id><published>2007-05-31T16:19:00.000+08:00</published><updated>2007-05-31T16:21:00.345+08:00</updated><title type='text'>MENTALITAS MEMINTA: RAHASIA SUKSES?</title><content type='html'>Jika ditanya apa yang paling membuat saya bergidik? Bukan hantu, bukan dukun, bukan juga ilmu-ilmu paranormal. Juga bukan pula para pelacur, baik yang perempuan, laki-laki, maupun banci. Namun adalah MENTALITAS MEMINTA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya satu kenalan yang isi pembicaraannya tidak lain dan tidak bukan adalah, “Bagaimana cara kita bisa hidup tanpa mengeluarkan biaya sama sekali?” serta “Yuk, kita pergi nonton, tapi jemput gua dong dan lu yang bayar bensin dan uang karcis masuknya.” Ketika kami diundang makan ke rumahnya, dengan bangga ia mengatakan, “Ayam ini sebenarnya kami tidak beli lho, ini milik mereka (sambil menunjuk ke atas yang ditinggali oleh keluarga lain).” Hah? &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar saja. Anda ini pencuri atau “senang” mencuri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kenalan saya tersebut adalah seseorang yang berpendidikan tinggi sampai bergelar Master dan berusia 30, sudah bersuami pula. Kok ya tidak malu? Dengan bangga pula ia berkata tentang suaminya, “Suamiku itu alon-alon asal kelakon, tidak suka bekerja keras. Cukup kerja part-time saja.” Lha, sekali lagi, lho kok ya tidak malu? Pendidikan tinggi, kesempatan kerja banyak, tapi tidak mau kerja dan makan hasil “colongan” dari orang lain, kok ya tidak malu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi satu contoh dari salah satu freelancer yang saya pekerjakan belakangan ini. Ketika saya minta disiapkan daftar dari perusahaan-perusahaan yang sedang saya analisis sebanyak 200 perusahaan, jawabnya, “Kok banyak sekali?” Tentu saja, untuk mengambil sampel analisis, tidak cukup dengan 10-20 perusahaan, supaya analisis bisa valid. Akhirnya, ia hanya mengirimkan list dari 100 perusahaan saja, yang katanya “banyak banget, nyerahlah saya.” Padahal, ia hanya menyalin dari satu buku direktori saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ia tidak mencuri, namun mentalitas mengeluh dan maunya “enak” saja. Padahal, ini adalah assignment kerja, sungguh membuat hati saya tidak enak. Bayangkan, sudah dibayar mahal, masih juga mengeluh untuk sesuatu yang ia salin saja dari satu buku direktori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh malu dan bergidik memakan makanan “hasil curian si Master degree holder” dan mendengarkan keluh-kesah tidak karuan seperti itu. Namun pada saat yang sama, saya mesti bisa memaklumi bahwa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Delapan puluh persen manusia mempunyai sifat “loser” seperti itu. Jadi, saya sebenarnya yang “aneh” di mata mereka. Kok ya kerja lebih dari 10 jam per hari dan tidak segan-segan memulai beberapa bisnis sekaligus pada saat yang sama, sambil sekolah S3 pula. Wah, gila, kan saya di mata mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kultur Indonesia yang “alon-alon asal kelakon” dan “kalau bisa makan gratis” dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Jadi sekali lagi, sayalah yang aneh bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Meminta itu pangkal kaya, lho” kalau bisa malah hidup gratis, nggak perlu bayar apa-apa. Itu kata mereka yang “sukses hidup gratis lho,” tapi tidak sukses di dalam hidup. Jadi sekali lagi, saya lagi yang aneh, kan? Masa “rahasia sukses terbesar” adalah memberi? Yang benar saja, Jennie, Jennie…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul begitu kan, para pembaca? Ah, memang si Jennie itu “gila” dan “aneh”. Prinsip-prinsip suksesnya totally terbalik dengan kenyataan. Benar begitu, para pembaca? Dunia ini begitu lucu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berhasil menerapkan semua hal di atas (meminta, mengeluh dan mencuri hak orang lain) dan bisa sungguh-sungguh sukses luar dalam, saya ingin sekali berguru dengan Anda. Sungguh, karena ini jauh lebih mudah daripada kerja keras tanpa mengeluh dan selalu membayar penuh apa yang saya nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jennie S. Bev adalah penulis buku laris “Rahasia Sukses Terbesar” dan pemilik beberapa perusahaan di mancanegara. Ia telah menerbitkan lebih dari 60 buku dan 900 artikel dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Ia bisa dijumpai di rumah virtualnya di http://www.JennieSBev.com.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5199069392409198211?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5199069392409198211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5199069392409198211&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5199069392409198211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5199069392409198211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/mentalitas-meminta-rahasia-sukses.html' title='MENTALITAS MEMINTA: RAHASIA SUKSES?'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7323545898604539137</id><published>2007-05-31T15:58:00.000+08:00</published><updated>2007-05-31T16:06:00.436+08:00</updated><title type='text'>BANGKIT DARI KETERPURUKAN</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;em&gt;“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.”&lt;br /&gt;~ Joseph Sugarman&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn’t work; and second, the failure gives you the opportunity to try new approach. – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru,” kata Roger Van Oech. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.&lt;br /&gt;2. Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;3. Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi. “Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal,” cetus Confucius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrew Ho adalah motivator, pengusaha, dan penulis buku-buku bestseller.  &lt;br /&gt;http://www.pembelajar.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7323545898604539137?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7323545898604539137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7323545898604539137&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7323545898604539137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7323545898604539137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/bangkit-dari-keterpurukan.html' title='BANGKIT DARI KETERPURUKAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5319574519834376918</id><published>2007-05-29T18:54:00.000+08:00</published><updated>2007-05-29T19:27:53.337+08:00</updated><title type='text'>Disiplin sebagai penentu sukses</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu,sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan 'meletakkan sesuatu di tempat yang layak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;1. Dimulai pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.&lt;br /&gt;Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya pukul 5-6 pagi(bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;2. Optimalkan waktu kerja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.&lt;br /&gt;Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;3. Seberapa lama ketahanan tubuh ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;5. Seimbangkan kerja dengan hiburan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Disinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. &lt;strong&gt;Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5319574519834376918?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5319574519834376918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5319574519834376918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5319574519834376918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5319574519834376918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/disiplin-sebagai-penentu-sukses.html' title='Disiplin sebagai penentu sukses'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1746990221455568535</id><published>2007-05-28T19:04:00.000+08:00</published><updated>2007-05-28T19:25:45.038+08:00</updated><title type='text'>10 ukuran kesuksesan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Barbara Bartlein, R.N., M.S.W. adalah seorang lulusan Fakultas Hukum, George Washington University. Lalu bekerja sebagai pengacara pada law firm terkemuka di Midwest. Ditilik dari penampilannya, ia adalah wanita yang sukses dan berhasil. Namun, suatu saat di Senin pagi, ia mengajukan pengunduran diri dari posisinya. Hal ini tentu membingungkan banyak orang, namun keputusannya untuk keluar dari "jalur kesuksesan" itu didasari pada pendefinisian kembali makna "kesuksesan" baginya. Lebih lanjut, ia ingin menemukan sesuatu yang benar-benar ia inginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah anda adalah orang yang sukses? Berikut ini, beberapa ukuran kesuksesan yang mungkin berguna untuk mengukur kesuksesan anda. Kesuksesan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;1. Mendapat penghasilan yang baik dari pekerjaan yang ditunaikan dengan baik pula.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda bisa merasakan kegairahan dalam pekerjaan itu dan menikmati apa yang sedang anda kerjakan. Penghasilan yang besar tidak banyak berarti bila anda tidak bisa menemukan kegembiraan dalam pekerjaan anda setiap harinya. Gaji yang anda terima semestinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anda bisa memusatkan perhatian pada pekerjaan anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;2. Mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten dengan visi tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kehidupan kerja anda adalah untuk mengejar tujuan dengan penuh energi, daya cipta dan integritas. Tentu ada semacam ketegangan kreatif antara visi anda dan kenyataan saat ini sehingga anda perlu melakukan peregangan untuk meraihnya. Ketegangan kreatif ini memberi anda energi untuk menjaga momentum dan meraih tujuan anda satu per satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;3. Memperoleh cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda berhak untuk mendapatkan cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Dapatkan hal ini melalui kerja keras dan dedikasi. Jangan mencampur-adukkan antara "terkenal" dengan"terhormat". Terkadang keinginan anda untuk terkenal harus dikorbankan untuk mendapatkan kehormatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;4. Memberikan sumbangsih pada masyarakat dengan sukarela.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akuilah bahwa anda menerima sesuatu dari masyakat sekitar, maka dapatkan sebuah kesempatan untuk memberikannya kembali pada mereka. Hal ini bukan karena secara politis dibenarkan, namun karena anda mengakui sepenuh hati bahwa anda benar-benar mendapat karunia dan anugerah; karena berbagi pada sesama adalah sebuah penghargaan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;5. Menerima kegagalan dan penolakan, namun belajar darinya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dikatakan, ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, seseorang yang belajar dari kesalahan mereka sendiri. Dan mereka yang yang belajar dari kesalahan orang lain. Jauh lebih mudah bila anda tidak perlu membuat kekeliruan sendiri. Namun orang yang sukses adalah mereka yang belajar dari kegagalan dan tumbuh bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;6. Menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bisa menikmati setiap hari kerja adalah anugerah yang luar biasa. Seringkali tindakan yang sederhana dan tampak sepele memberikan kepuasan yang besar. Ingat, ada dua cara untuk menjadi kaya: mempunyai banyak uang, atau memiliki keinginan yang sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;7. Mempunyai gaya hidup yang sehat secara fisik. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pepatah yang mengatakan, "lebih awal tidur, lebih awal bangun, membuat orang jadi sehat, kaya, dan bijak" tetaplah berlaku. Banyak orang lebih memperhatikan mobilnya ketimbang tubuhnya sendiri, padahal kesehatan adalah hadiah yang tidak bisa kita beli. Ingat pula aturan emas mengenai kesehatan yang berbunyi, "jangan makan, minum atau tidur sebanyak yang kita ingini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;8. Menjaga kehidupan spiritual.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;9. Berusaha untuk meraih kesempurnaan, namun jangan harapkan itu dari diri anda atau orang lain.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetaplah berusaha untuk meraih kesempurnaan dengan melakukan perbaikan. Akui bahwa goal anda tidaklah sempurna. Hidup ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus-menerus. Daripada mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, lebih baik anda melihat keberhasilan yang diraih oleh orang lain dan berikan mereka pengakuan yang positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;10. Mempercayai bahwa anda adalah seseorang yang sukses.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pikiran yang positif adalah alat yang ampuh. Anda menjadi apa yang anda pikirkan. Bila anda percaya anda bisa, anda memperoleh "rewards" dari pikiran anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan itu haruslah dirancang oleh diri anda sendiri. Setiap jalan pasti meliputi kesempatan dan resiko. Pastikan bahwa anda tahu apa makna keberhasilan bagi anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Henry Kissinger berujar, "Bila anda tak tahu kemana anda sedang melangkah, maka semua jalan takkan membawa anda kemana-mana." &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;[Barbara Bartlein, R.N., M.S.W., Success Matters - Ten Measures of Success]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1746990221455568535?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1746990221455568535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1746990221455568535&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1746990221455568535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1746990221455568535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/10-ukuran-kesuksesan.html' title='10 ukuran kesuksesan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8219988639039336033</id><published>2007-05-26T13:50:00.000+08:00</published><updated>2007-05-26T14:10:06.239+08:00</updated><title type='text'>7 Kebiasaan orang-orang yang sangat efektif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;THE 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE  adalah 7 Kebiasaan Dari Orang-Orang Yang Sangat Efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Efektif :  Melakukan hal yang tepat (do right thing)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Efisien :  Melakukan dengan tepat (do thing right)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Kebiasaan :  Perilaku (behaviour) yang sering (berulang-ulang) dilakukan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Character Ethic (Prinsip-prinsip dasar) adanya prinsip-prinsip dasar yang positif dan orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi bila mereka belajar mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut kedalam karakter dasar mereka. Contoh prinsip-prinsip dasar seperti : Integritas, Kerendahan Hati, Kesetiaan (loyal), Keadilan, Keberanian, Kesederhanaan, Kesopanan, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Ethic (Sikap dan Perilaku) keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik, yang melicinkan proses-proses interaksi manusia. Personality Ethic mengambil 2 jalan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Teknik hubungan manusia dan masyarakat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Sikap mental positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paradigm / Paradigma (Cara pandang)Adalah representasi mental. Adalah model, pattern, atau kumpulan ide-ide yang menjelaskan satu aspect. Paradigma bisa diumpamakan sebagai peta dari kota atau wilayah sehingga jelas bahwa  peta bukanlah wilayah itu sendiri. Kita melihat dunia bukan sebagaimana  dunia adanya, melainkan sebagaimana kita adanya - atau- sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Tidak pernah lengkap dan tidak pernah sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Emotional Bank Account (Rekening Bank Emosional) Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dahulu, bersikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;"Kebiasaan 1" :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadilah Proaktif ( Be Proactive ). Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, dimasa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku- pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik --- kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas --- dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Kebiasaan 2" :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind ) Segalanya diciptakan dua kali --- pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dahulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupan hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Kebiasaan 3" :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First ) Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;"Kebiasaan 4" : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win ) Berfikir menang/menang adalah cara berfikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berfikir menang / menang adalah didasarkan pada kelimpahan --- “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan,dan sumber-sumber daya yang berlimpah --- ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang-menang artinya tidak berpikir egois (menang / kalah) atau berpikir seperti martir (kalah / menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung --- dengan istilah“kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang / menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang / menang artinya berbagai informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Kebiasaan 5" :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berusaha untuk Memahami Terlebih  Dulu, Baru Dipahami (To Understand To BeUnderstood) Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;"Kebiasaan 6" : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wujudkan Sinergi (Synergy). Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga --- bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai --- sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagian-bagiannya. hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 1/2), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;"Kebiasaan 7" :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengasah  Gergaji ( Sharpening The Saw ). Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Stephen R.Covey &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8219988639039336033?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8219988639039336033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8219988639039336033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8219988639039336033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8219988639039336033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/7-kebiasaan-orang-orang-yang-sangat.html' title='7 Kebiasaan orang-orang yang sangat efektif'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3819005350469892756</id><published>2007-05-26T03:08:00.000+08:00</published><updated>2007-05-29T13:34:05.433+08:00</updated><title type='text'>3 Kunci Sukses Donald Trump</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Siapa yang tidak kenal Donald Trump. Dia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Jika Anda termasuk penggemar acara “The Apprentice” yang pernah ditayangkan INDOSIAR 2 tahun lalu pasti tahu betul betapa sukses dan pintar orang ini. Dia pula yang terlibat aktif sebagai front man dalam perhelatan akbar Miss Universe tiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak hanya itu, dia adalah orang yang pandai berbicara di depan publik. Setiap bicara dalam sebuah seminar, semua kursi pasti terisi penuh. Setiap ia hadir di sebuah acara, semua kamera selalu terarah padanya. Dia tidak hanya pengusaha sukses, namun juga seorang selebritis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Baginya nama belakang “Trump” memiliki daya magis yang sangat kuat. “Trump” yang bisa pula berarti “Kartu Truf” memberinya semangat bahwa setiap persaingan yang ia lakoni harus menghasilkan kemenangan. Kata-kata William Shakespeare, “Apalah arti sebuah nama” baginya sangat tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa kunci sukses Donald Trump?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia memaparkan 3 hal yang harus dilakoni seseorang untuk mencapai sukses dalam bisnis. 3 kunci Sukses ini dapat anda terapkan dalam menjalankan bisnis apapun termasuk Bisnis online untuk mencapai sukses Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;1. Selangkah lebih maju dari orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masih sedikit orang yang mengenal bisnis online di sekitar Anda. Artinya, peluang Anda untuk sukses sangatlah terbuka. Saat mereka menyadari potensi besar dari bisnis ini, saat itu Anda sudah melesat jauh kedepan. Ada banyak sekali bisnis online yang ditawarkan di Internet dari bisnis online tanpa modal hingga bisnis online bermodal besar dan tidak semuanya bagus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;2. Sedikit tampil beda&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda sudah tampil beda dari orang kebanyakan dengan mencoba menekuni bisnis online. Tapi itu belum cukup, kawan. Dunia bisnis adalah dunia persaingan. Siapa yang lebih kreatif, dialah yang akan sukses. Tampillah berbeda, itu kata Donald Trump. Dengan tampil beda, orang2 akan lebih mudah memusatkan perhatian pada diri Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;3. Bersabar menunggu hasil&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak ada orang sukses dalam hitungan hari ataupun minggu. Kesuksesan membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Jangan pernah percayai janji-janji bahwa Anda akan sukses dalam hitungan hari ataupun minggu. Lebih bodoh lagi jika Anda percaya bahwa jika Anda bergabung dengan bisnis “X” anda bisa sukses tanpa berusaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;http://rahmataini.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3819005350469892756?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3819005350469892756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3819005350469892756&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3819005350469892756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3819005350469892756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/3-kunci-sukses-donald-trump.html' title='3 Kunci Sukses Donald Trump'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3808299289188733550</id><published>2007-05-24T13:11:00.000+08:00</published><updated>2007-05-24T13:14:35.409+08:00</updated><title type='text'>MENJADI PEMENANG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Martin Luther King Jr. berkata, "Jadilah tukang sapu jalanan layaknya Michael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenap penghuni bumi akan tertegun lalu berujar, Wahai inilah tukang sapu jalan yang melakukan tugasnya dengan baik." Bekerja dengan baik, itulah yang ditempuh banyak orang untuk memetik keberhasilan. Kemmons mencium kebutuhan pelancong akan motel sederhana tapi bersih, Ia pun mendirikan Holiday Inns.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sam Walton bercita-cita membangun jaringan toko kelontong dengan harga murah dan pelayanan ramah, hasilnya Wal-Mart jaringan pasar swalayan terbesar di AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menjadi orang sukses tak perlu menunggu punya gelar, mulailah sekarang juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pilih hal yang sederhana baru kemudian mengembangkannya. Misalnya, adakah yang lebih sederhana dari menjawab telepon? Tapi berapa orang yang bisa melakukannya dengan baik? Saya harus mewawancarai puluhan pelamar sebelum menemukan seorang resepsionis yang mampu menjawab dan berbicara melalui telepon dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bersungguh-sungguhlah melakukan apapun, entah itu berkebun, berbenah rumah, mencuci, memasak, dll. Bila ada pelayan hotel terbaik di dunia, yang membersihkan kamar hotel sebagai kerja seni; atau juru masak yang mengesankan tamu dgn hidangan sederhana tapi disiapkan dgn lezatnya; atau pramuniaga yang melayani pelanggan seperti melayani orang terpenting di dunia, Saya yakin orang akan berebut mempekerjakan dan membayar mereka dgn gaji tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelajari minat, bakat, dan kemampuan anda. Peluang tidak pernah berujung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak orang yg tidak kreatif dgn kemampuannya sendiri. Mereka malah mengharapkan kemampuan yg tidak dimiliki, sementara kemampuan sendiri tidak dimanfaatkan. Ini ibarat orang pendek kecil menghampiri kawannya yg tinggi besar, lalu berkata : "Kalau badanku sebesar kamu, akan kurambah gunung, kutangkap beruang terbesar, lalu kurobek-robek badannya." Si besar menatap si kecil sambil tersenyum, "Beruang kecil kan juga banyak di hutan!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Renungkanlah itu. Anda pernah mengeluh karena tidak mampu mengatasi beruang besar, sementara beruang-beruang kecil yg bisa anda atasi menari-nari di sekitar anda? Kita mesti mau memanfaatkan apa yg kita punyai, di mana kita berada, dan mengambil yg terbaik dari situ. Rahasia yg mengubah orang menjadi pemenang: lakukan hal yg biasa dgn cara yg luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Juga harap diingat!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pemenang selalu mencari jalan untuk menang, sementara pecundang mencari dalih jikalau kalah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3808299289188733550?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3808299289188733550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3808299289188733550&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3808299289188733550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3808299289188733550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/menjadi-pemenang.html' title='MENJADI PEMENANG'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3225141612511963741</id><published>2007-05-24T12:46:00.001+08:00</published><updated>2007-05-24T12:55:29.229+08:00</updated><title type='text'>Berani Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Stop worrying, start living.&lt;/em&gt; ~Anonymous&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;One isn't necessarily born with courage, but one is born with potential.Without courage, we cannot practice any other virtue with consistency.We can't be kind, true, merciful, generous, or honest.&lt;/em&gt; ~Maya Angelou&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Be a warrior, not a worrier.&lt;/em&gt; ~Jennie S. Bev&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak lagu di Indonesia yang bertemakan kesedihan dan kenestapaan. Betapa kasihannya diriku karena aku orang miskin dan tidak punya. Ayah juga tidak punya, Ibunda juga tiada. Istri juga belum punya, apalagi anak. Rumah juga hanya terbuat dari bilik saja dan bepergian ke mana-mana naik bis kota yang sumpek dan berbau keringat. Seringkali dihina pula. Ah, betapa aku orang yang sungguh perlu dikasihani. Aku segan hidup, tapi belum mau mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang tersirat di dalam lirik seperti itu? Kurangnya keberanian untuk hidup. Kurangnya rasa syukur yang dalam akan makna hidup yang sebenarnya. Sudah diberi hidup untuk hari ini, masih juga mempermasalahkan kemiskinan dan tidak punya ini dan itu. Padahal, cukup dengan modal "hidup" saja, masalah kemiskinan dan tidak punya pasangan hidup bisa dicari sendiri pemecahannya. Pendapat seperti ini banyak membuat hati saya tidak enak, karena seakan-akan tidak bersyukur sama sekali akan harta tidak ternilai, yaitu kehidupan yang diberikan kepada kita karena kita begitu istimewa di mataNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kekhawatiran luar biasa membebani setiap langkah yang diambil di dalam hidup. Ini sangat tidak baik. Kegalauan hati juga memberi warna kelabu, apalagi ketidakberanian untuk mengubah diri. Dengan mempercayai bahwa diri kita lemah dan tidak berdaya, maka alam bawah sadar kita sungguh percaya bahwa kita itu lemah dan tidak berdaya. Jadilah di dalam benak hanya ada satu yang dicari-cari: rasa belas kasihan bagi diri kita, yang datang baik dari luar maupun dari dalam diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin Anda sekarang berpikir, "Ah, Ibu Jennie ini bisa saja, karena dia toh tidak pernah merasakan naik bis kota. Dia kan ke mana-mana naik mobil mewah dan makan di hotel berbintang lima." Eit, nanti dulu. Ketika saya kuliah di Depok, saya memang mempunyai pilihan untuk diantar jemput oleh sopir pribadi maupun naik bis kota karena orang tua mampu membiayai, walaupun mungkin dengan sangat pas-pasan. Yang mana pilihan saya, menurut Anda? Naik bis kota setiap hari. Aneh bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Waktu itu belum ada bis Patas ber-AC, sehingga mau tidak mau saya naik bis dari Sarinah ke Pancoran, terus dari Pancoran ke Pasar Minggu, dan dari Pasar Minggu baru ada mobil unyil ke Depok. Turun di Margonda yang masih belum sepenuhnya beraspal saat itu, saya jalan kaki di tanah yang kadang-kadang becek di kala musim hujan dan selalu berlumpur tanah merah sepanjang tahun. Repot sekali karena berarti celana jins dan sepatu kets saya mesti dicuci begitu tiba di rumah, kalau tidak ya tanah merahnya akan menempel permanen nodanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selama perjalanan di dalam bis, tidak jarang saya mengalami hal-hal yang memalukan dan diolok-olok karena tinggi tubuh saya yang 172 sentimeter, sangat jangkung untuk ukuran Indonesia. Belum lagi wajah saya yang sangat "amoy" itu. Hal-hal rasis dan olok-olok yang tidak-tidak karena fisik saya sudah menjadi makanan sehari-hari. Paling tidak pasti ada sinar mata penuh rasa ingin tahu yang saya terima setiap hari dari sesama para penumpang. Untunglah karena saya langganan setiap hari, para supir dan kenek bis sudah kenal dengan si "amoy jangkung" ini. Hal-hal begini sudah membuat saya "kebal" juga akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat itu pernah terbesit di benak saya, betapa sesungguhnya saya sangat berbeda dari orang kebanyakan. Jika dituliskan lagi mendayu-dayu ala dangdut maupun pop sendu Indonesia, mungkin ada lirik begini, "Betapa malangnya nasibku, ayah tidak punya, ibunda hidup susah kerja sendirian. Belum lagi tampangku Cina dan tinggiku seringkali mentok di dalam Metro Mini. Aku hidup susah, semua orang melihatku aneh dan berbeda dari orang lain." Lucu dan "kasihan banget" bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Eh, anehnya, tidak pernah satu kalipun saya merasa demikian. Malah kalau terdengar lagu-lagu mendayu, hati ini rasanya geli sekali. Tidak jarang saya tertawa terbahak-bahak mendengar hal-hal yang "mengasihani diri sendiri." Mengapa? Karena di dalam benak saya, setiap hari haruslah menjadi hari yang lebih baik daripada kemarin. Dan ini tidak bisa di dapat dengan memanjakan diri bahwa "aku ini orang yang perlu dikasihani."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti billionaire philanthropist terkenal James Stowers pendiri American Century Investments pernah berkata, "If you don't think tomorrow is going to be better than today, why get up? You've got to believe each new day is going to be better, and you have to be determined to make it so. If you are determined, then certainlyl... the best is yet to be." Jika Anda tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik, mengapa bangun pagi? Anda harus percaya bahwa setiap hari baru akan menjadi lebih baik dari kemarin dan Anda mesti usahakan untuk menjadikannya demikian. Keyakinan Anda akan menjadikannya yang terbaik, jauh lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia memberikan label "desa miskin" untuk desa-desa yang mempunyai income level di bawah garis kemiskinan. Saya sendiri kalau diizinkan untuk berkomentar sedikit, tapi mudah-mudahan tidak dianggap asbun ya. Bukankah sebaiknya ditulis "desa yang sedang membangun dengan semangat besar menuju masa depan yang lebih cerah lagi." Untuk singkatnya, ya "desa membangun" saja. Bagaimana efeknya ketika dibaca? Memberi semangat keberanian untuk maju, bukan? Mudah-mudahan saja label "desa miskin" seperti ini sudah ditiadakan saat ini. Saya doakan. Namun siapalah saya ini memberi masukan seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah, keberanian untuk hidup berarti juga tidak mengasihani diri sendiri sama sekali. Berani hidup berarti berani menanggung kesulitan hidup karena mempunyai kepercayaan diri yang besar bahwa semuanya pasti bisa diatasi. Setiap hari adalah hari baru yang pasti lebih baik daripada hari kemarin. Kalau begitu, apa lagi yang perlu dikhawatirkan? Mari kita mentertawai kekhawatiran dan ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jennie S. Bev Penulis, pengusaha, dan edukator asal Indonesia yang sukses di Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3225141612511963741?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3225141612511963741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3225141612511963741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3225141612511963741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3225141612511963741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/berani-hidup.html' title='Berani Hidup'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4156334110211635292</id><published>2007-05-22T15:21:00.000+08:00</published><updated>2007-05-22T15:35:06.211+08:00</updated><title type='text'>S.U.K.S.E.S</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Siapa yang tidak ingin sukses ? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut.Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan membicarakannya, tetapi tidakmenjalankannya. Itu yang sangat disayangkan. Mengapa ? Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukanlah hasilkeberuntungan, bukan juga sesuatu yang Anda peroleh di waktu- waktu keajaiban didalam hidup anda. Sukses bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang yang lebih baik atau lebih buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang perlu dimenangkan. Sementarayang lainnya menganggapnya sebagai jabatan untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses perjalanan untuk dilalui. Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada diperjalanan Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekarang pertanyaannya adalah "MENGAPA SEDIKIT ORANG YANG SUKSES SECARA FINANSIAL ?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena pada saat ada peluang emas, 97% orang akan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Pikir -pikir dulu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Takut / ragu-ragu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Belum mau sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Uangnya ditabung saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Tidak percaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Tidak punya waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Menunggu politik dan ekonomi stabil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Tidak punya uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Tunggu orang lain sukses lebih dulu, dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi sisanya, 3% orang akan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Cepat mempelajari peluang tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Cepat menjalankan dengan semangat dan sepenuh hati setiap saat Sehingga pada akhirnya nanti hasilnya adalah 97% orang yang tadi itu akan menyusul bergabung kemudian, akhirnya HANYA TERSISA 3% YANG DAPAT DINIKMATI..... Sedangkan orang yang 3% tadi akan menikmati 97% dari hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah, sekarang pilihan ada pada Anda apakah Anda akan menjadi orang yang 97% atau yang 3% ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4156334110211635292?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4156334110211635292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4156334110211635292&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4156334110211635292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4156334110211635292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/sukses.html' title='S.U.K.S.E.S'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2073868871914742334</id><published>2007-05-21T00:07:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T00:51:58.924+08:00</updated><title type='text'>SOICHIRO HONDA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selama hidupnya, Soichiro Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hak paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sejak kecil, sebelum masuk sekolah, anak sulung dari sembilan bersaudara ini sudah senang membantu ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar suara mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya. Keterampilan ayahnya, Gihei Honda, dalam menangani mesin, menurun pada Soichiro Honda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di sekolah prestasinya rendah. Ulangan-ulangannya buruk dan ia tidak suka membaca, apalagi mengarang. Tidak jarang ia bolos. "Sampai sekarang pun saya lebih efesien belajar dari TV daripada membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak," kata pria kelahiran Iwatagun (kini Tenryu City) yang terpencil di Shizuoka Prefecture. Daerah Chubu diantara Tokyo, Kyoto, dan Nara di pulau Honshu, pada 27 november 1906.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda, seperti baterai, timbangan, tabung reaksi, dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Soichiro hanya bersekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata, tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah, ia pulang kerumah ayahnya. Saat itu Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat. Di majalah itu ada iklan, sebuah bengkel mobil di Tokyo, mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, Soichiro diantar juga ke kota besar itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Honda hampir tidak percaya pada telinganya. Ia merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapi seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu, ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apa pun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, hanya mendapat keuntungan sedikit sekali pada tahun pertama itu. Tetapi, Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk bergabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perusahaan itu juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi "darah baru" serta gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri pada tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan adik Honda di pihak lain. Tetapi, sebagai layaknya perusahaan di Jepang, semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika mengundurkan diri tahun 1973, penghasilannya mendekati 1,7  miliar dolar. Walaupun sudah pensiun, omongannya masih di dengar. Katanya, masa ddepan industri Jepang bukan ditentukan oleh kecepatan, tetapi oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan sesama manusia. Kalau kita membuat barang yang menyebabkan polusi, kemungkinan kita akan untung. Tetapi, hanya sebentar dan sesudah itu bangkrut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2073868871914742334?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2073868871914742334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2073868871914742334&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2073868871914742334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2073868871914742334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/soichiro-honda.html' title='SOICHIRO HONDA'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1096780312397397704</id><published>2007-05-19T11:26:00.000+08:00</published><updated>2007-05-19T11:30:39.638+08:00</updated><title type='text'>Peluang ada dimana-mana</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: ”Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, ”When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah &lt;strong&gt;ATM&lt;/strong&gt;, yakni &lt;strong&gt;Amati&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Tirukan&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Modifikasi&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Amati&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru. Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tirukan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Modifikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agoeng Widyatmoko Penulis adalah konsultan independen usaha kecil (UKM). Jika ingin mencari peluang lain untuk jadi entrepreneur, dapat membaca buku tulisan Agoeng berjudul 100 Peluang Usaha, Peluang Usaha untuk Anak Muda, Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga, dan Peluang Usaha untuk Pensiunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1096780312397397704?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1096780312397397704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1096780312397397704&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1096780312397397704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1096780312397397704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/peluang-ada-dimana-mana.html' title='Peluang ada dimana-mana'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7707368164123036265</id><published>2007-05-19T11:12:00.000+08:00</published><updated>2007-05-19T11:17:31.706+08:00</updated><title type='text'>Bisnis Hotdog dan Krisis Ekonomi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dikisahkan tentang seorang pedagang hotdog. Ia menjalankan usahanya dengan penuh ketekunan. Sedikit demi sedikit usahanya berkembang, sampai akhirnya ia mampu membeli sebuah ruko. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Omset penjualan semakin besar, sehingga ia memesan lebih banyak daging dan roti.Sementara kondisi ekonomi nasional di negara ia tinggal sedang dilanda krisis luar biasa. Ia sendiri tidak pernah mendapat informasi tentang krisis tersebut, karena ia tidak pernah membaca koran, nonton berita di televisi, atau mendengarkan radio. Sehingga krisis ekonomi yang begitu dahsyat itu sama sekali tidak mempengaruhi tekad dan ketekunannya mengembangkan usaha hotdog yang kian laris dari hari ke hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sampai tiba saatnya anak sulung pedagang tersebut kembali pulang setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana. Menurut rencana, si sulung memang disiapkan untuk membantu mengembangkan usaha hotdog tersebut. Dari si sulung-lah ia mendapat informasi tentang krisis ekonomi tersebut. "Apakah Ayah belum tahu, negara kita kan sedang dilanda krisis ekonomi?" kata si sulung suatu hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tidak! Apa maksudnya? Tolong jelaskan!" kata si pedagang menanggapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Artinya, kondisi ekonomi negara kita memburuk. Daya beli masyarakat menurun drastis. Jadi kita harus siap-siap menghadapi kondisi itu," tukas si anak tanpa ragu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Meskipun kondisi usahanya cukup laris, tetapi sang pedagang lebih percaya pada pendapat anaknya. Ia merasa si anak lebih bijaksana karena berpendidikan tinggi dan tentunya kenyang dengan informasi akurat di koran, radio, televisi, universitas tempat ia belajar, dan lain sebagainya. Sehingga ia memutuskan untuk mengurangi dagangannya. Ia memesan daging dan roti lebih sedikit, begitu seterusnya. Alhasil, pelanggan dan omset otomatis berkurang secara signifikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melihat kondisi usaha yang kian merosot, si pedagang mulai kehilangan antusiasme kerja. "Apa yang kamu katakan benar. Kita sekarang mengalami kemorosotan ekonomi. Tetapi Ayah merasa beruntung, karena telah mengetahui sebelumnya," kata pedagang itu kepada anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Krisis ekonomi atau masa peralihan bukan selalu pertanda negatif, sehingga harus melunturkan antusiasme kerja dan visi kita. Sebaliknya, bila kita cukup cerdik dan bijaksana dalam menyikapi, kondisi tersebut dapat berubah menjadi peluang yang menguntungkan. Ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan untuk menuai kesuksesan dalam berbagai situasi, meski seburuk apapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Satu hal yang harus kita perhatikan dalam mengembangkan usaha adalah mempunyai ciri khas berbeda dan memikat hati pelanggan. Contohnya dalam kisah diatas disebutkan bagaimana pedagang hotdog tersebut bekerja dengan giat mengembangkan usahanya. Sikap seperti itu pasti diikuti dengan kreatifitas yang mampu memikat hati pelanggan, karenanya usaha hotdog pedagang itu berkembang cukup pesat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Faktor penting selanjutnya adalah memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Dalam kisah diatas, mungkin si pedagang selalu mengedepankan pelayanan yang memuaskan, sehingga bisnisnya terus berkembang meskipun situasi ekonomi sedang sulit. Hal itu membuktikan bahwa kualitas perlakuan terhadap konsumen lebih berpengaruh terhadap perkembangan usaha dibandingkan dengan situasi ekonomi yang sedang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk meraih keberhasilan dibutuhkan fokus pada segmen pasar tertentu. Dalam kisah di atas, si pedagang sebenarnya sudah cukup konsisten dengan jenis usahanya, yaitu berdagang hotdog. Hal itu menandakan bahwa si pedagang cukup pintar dalam menjalankan usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi ada satu kekurangan yang ia lakukan, sehingga usahanya terus menurun mengikuti kelesuan ekonomi yang sedang terjadi. Kekurangannya hanyalah tidak berani belajar sesuai dengan cara yang ia senangi, entah belajar dari pengalaman diri sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus ataupun pelatihan-pelatihan. Abraham Lincoln mengatakan, "Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila ia banyak belajar, mungkin ia tidak menelan informasi dari anaknya secara mentah-mentah atau tanpa pertimbangan sama sekali. Bila ia belajar, kemungkinan ia mampu bertindak lebih kreatif menyiasati gejolak ekonomi yang ada dibandingkan ikut-ikutan pesimis. Belajar adalah tindakan memperbesar kemungkinan mencapai banyak kemajuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andrew HoManaging Director PT. KK. Indonesia, anggota Dewan Kehormatan APLIMotivator, pengusaha, dan penulis buku-buku bestseller " Life is Wonderful #2 "&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7707368164123036265?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7707368164123036265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7707368164123036265&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7707368164123036265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7707368164123036265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/bisnis-hotdog-dan-krisis-ekonomi.html' title='Bisnis Hotdog dan Krisis Ekonomi'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1142991657411416069</id><published>2007-05-15T21:14:00.000+08:00</published><updated>2007-05-15T21:30:16.648+08:00</updated><title type='text'>9 KEPRIBADIAN ENTREPRENEUR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin Anda ingin tahu tipe-tipe kepribadian pebisnis, agar kita bisa tahu apa yang kita butuhkan untuk sukses. Apakah Anda memiliki tipe yang sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita Roddick, pendiri Body Shop? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Baca saja, tipe-tipe kepribadian seorang pebisnis di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;1. The Improver&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki. Anda menggunakan perusahaan Anda untuk ‘memperbaiki dunia’. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: AnitaRoddick, pendiri The Body Shop.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;2. The Advisor&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur: John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;3. The Superstar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dancworkaholics. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels &amp; Casino Resorts.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;4. The Artist&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;5. The Visionary&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;6. The Analysist&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa.Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;7. The Fireball&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si ‘Bola Api’ ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;8. The Hero&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan. Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;9. The Healer&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda adalah seorang ‘penyembuh’, Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan ‘kepenyembuhan’ Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben &amp; Jerry’s Ice Cream.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Dengan mengetahui tipe kepribadian Anda dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam membangun bisnis Anda . Tapi yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis itu sendiri, termasuk bagaimana cara memasarkannya melalui internet ataupun secara offline.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1142991657411416069?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1142991657411416069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1142991657411416069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1142991657411416069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1142991657411416069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/9-kepribadian-entrepreneur.html' title='9 KEPRIBADIAN ENTREPRENEUR'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5782953739747217796</id><published>2007-05-14T01:29:00.000+08:00</published><updated>2007-05-14T02:30:15.802+08:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda berpikir bahwa Anda kalah, maka Anda akan kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak berani, maka Anda tidak berani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda ingin menang namun Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat menang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sudah hampir pasti bahwa Anda tidak akan menang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjuangan-perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;oleh orang yang lebih kuat atau yang lebih cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun cepat atau lambat, orang yang menang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;adalah orang yang berpikir bahwa dia mampu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang penting bukan apakah Anda terjatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi apakah Anda bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Vince Lombardi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua impian dapat menjadi kenyataan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andaikan kita memiliki keberanian untuk memwujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Walt Disney&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di tengah-tengah kesulitan terdapat kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Albert Einstein&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita tidak dapat mengatur arah angin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun kita dapat mengatur layar kapal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5782953739747217796?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5782953739747217796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5782953739747217796&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5782953739747217796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5782953739747217796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/perjuangan-hidup.html' title='PERJUANGAN HIDUP'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6283115239121855422</id><published>2007-05-11T02:34:00.000+08:00</published><updated>2007-05-11T02:41:32.419+08:00</updated><title type='text'>LARRY KING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RkNnMHtsjKI/AAAAAAAAADQ/RFECtG62HiU/s1600-h/larry+king.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RkNnMHtsjKI/AAAAAAAAADQ/RFECtG62HiU/s320/larry+king.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5063003864021372066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesuai dengan namanya, king yang berarti raja, &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Larry King&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  pantas berjuluk sebagai &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;raja talk show dunia&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;. Tahun 2007 ini,  ia sudah menorehkan karir lima dasawarsa alias &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;50 tahun menggeluti dunia  hiburan&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Sebab, tak mudah bagi  artis kaliber internasional sekalipun, mampu mempertahankan karirnya hingga 50  tahun. Hebatnya lagi, ia mampu terus menjaga performanya hingga acaranya selalu  menempati rangking atas dalam perolehan jumlah penonton. Tak hanya itu, ia juga  dikenal sebagai pewawancara handal sehingga banyak tokoh dunia yang bersedia  antri untuk tampil di acaranya &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Larry King Show di jaringan televisi  CNN&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;. Tak kurang, kelahiran Brooklyn New York pada 19 November 1933 ini,  sudah mewawancarai tujuh presiden Amerika Serikat, keluarga kerajaan, dan  bintang-bintang top Hollywood dalam acaranya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah sangat  terkenal, jika menilik masa mudanya, mungkin orang tak pernah menduga jika Larry  akan setenar sekarang. Ia lahir dari keluarga sederhana dan sudah ditinggal  wafat ayahnya sejak usia belia. Saat masih muda, ia melihat perjuangan ibunya  membesarkan keluarga, sehingga kemudian ia memilih untuk tidak melanjutkan  sekolah guna membantu ibunya. Pada saat itu, ia yang sejak awal bercita-cita  jadi penyiar radio, seolah-olah harus mengubur impiannya karena hanya mampu  menjadi seorang pengantar paket.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun, dengan tekad kuat, ternyata jalan menjadi entertainer mulai terbuka  saat ia bertemu dengan salah satu penyiar jaringan CBS. Dari nasehat orang itu,  dia mendapat nasehat untuk mencoba peruntungannya menjadi penyiar ke Florida.  Ternyata betul, ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai disk jockey (DJ) di  sebuah radio. Tak berapa lama, acaranya di radio itu mendapat banyak sambutan  dan jadi populer. Dari sanalah ia mulai merintis karir ke televisi di Miami  Television.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sayang, karena terlibat masalah keuangan, dia sempat bangkrut dan harus  pindah dari Miami. Tapi, dengan tekad kuat mewujudkan semua impiannya, ia  merintis karirnya lagi dari bawah dengan menulis artikel di majalah dan bekerja  di sebuah radio di West Coast. Akhirnya, setelah melalui perjuangan berat, ia  mampu kembali ke jalur televisi dan bahkan punya acara sendiri yang jadi legenda  hingga kini, yakni Larry King Show.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pada tahun 1985, stasiun Cable News Network (CNN) mengangkat acara Larry King  Live di televisi dan menjadikannya sebagai acara interaktif lewat telepon  pertama di dunia. &lt;strong&gt;Dengan kelihaiannya bertanya, menggali sisi unik dan  khas dari narasumbernya, ia mampu menghadirkan banyak tokoh penting dunia di  acaranya.&lt;/strong&gt; Bahkan, dalam beberapa kali pemilihan presiden Amerika  Serikat, acaranya dijadikan ajang debat kandidat presiden.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berkat kerja kerasnya, ia juga telah banyak menerima penghargaan. Di  antaranya yaitu Peabody Award, Ace Award, dan Broadcaster of the Year Award dari  International Radio and Television Society. Larry King juga menjadi kolumnis  untuk USA Today dan the Diamond, dan kemudian menulis sejumlah buku, antara lain  Teel Me More; Mr. King, Your`re Having a Heart Attack; dan yang terakhir On the  Line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di usianya yang sudah makin senja, selain terus berkarya, ia  juga makin memperhatikan sesama. Ia mendirikan &lt;strong&gt;Yayasan The Larry King  Cardiac Foundation&lt;/strong&gt;, yang bertujuan membantu operasi jantung orang yang  tak mampu. Saat ini, telah ratusan orang, kebanyakan anak-anak, telah berhasil  diselamatkan hidupnya berkat bantuan yayasan Larry ini. Saat ini, melalui  yayasan tersebut, Larry berambisi untuk &lt;strong&gt;membantu minimal satu jantung  per hari untuk disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pencapaian Larry King  hingga 50 tahun karir, meski sempat jatuh bangun, adalah gambaran kerja keras  dan kemauan kuat yang patut dicontoh. Perhatiannya kepada orang yang kekurangan  juga menjadi nilai lebih yang bisa dijadikan teladan pada siapa saja yang ingin  mendapatkan kesuksesan sejati. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6283115239121855422?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6283115239121855422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6283115239121855422&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6283115239121855422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6283115239121855422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/larry-king.html' title='LARRY KING'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RkNnMHtsjKI/AAAAAAAAADQ/RFECtG62HiU/s72-c/larry+king.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1461102266521224750</id><published>2007-05-11T02:29:00.000+08:00</published><updated>2007-05-11T09:01:42.528+08:00</updated><title type='text'>Thanks God, It’s Friday!</title><content type='html'>&lt;p style="FONT-FAMILY: verdana"&gt;&lt;strong&gt;“What is it that you like doing? If you don’t like it, get out of it, because you’ll be lousy at it. You don’t have to stay with a job for the rest of your life, because if you don’t like it you’ll never be successful in it.”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalimat di atas merupakan nasihat dari seorang pemimpin bisnis kaliber dunia, bernama Lee Iaccocca. Intinya adalah, bila Anda ingin sukses dalam karir atau usaha, Anda harus memulainya dengan menemukan apa yang anda senangi, kemudian kerjakan dengan fokus serta ketekunan. Dengan berlalunya waktu, Anda akan menjadi ahli dalam bidang tersebut. Dengan itu, imbalan dalam bentuk materi, status dan berbagai penghargaan lainnya pasti akan menjadi milik Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pekerjaan atau usaha apapun pasti membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin ada kesuksesan sejati dengan tidur-tiduran sepanjang hari. Namun, bila Anda menyenangi kegiatan/pekerjaan itu, Anda akan jauh lebih kuat dan lebih bersemangat dalam menjalaninya, sekalipun harus mandi keringat dan meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film &lt;strong&gt;Center Stage&lt;/strong&gt;, diceritakan tentang dua orang gadis cantik yang sedang berlatih di American Ballet Academy. Gadis yang satu bernama Maureen dan yang satu lagi bernama Jody. Maureen telah belajar Ballet sejak masih anak-anak, sementara Jody baru memulainya setamat High School (SMU). Menurut dua orang pelatih, Jody tidak memiliki kaki dan postur tubuh yang cocok untuk menjadi penari Ballet. Jody pun terancam dropped out dari sekolah Ballet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Maureen. Ia bukan hanya cantik, ia juga memiliki kaki yang sangat lentur dan memiliki teknik yang sangat baik. Tetapi pada suatu malam pertunjukkan besar, dimana Maureen seharusnya menjadi pemeran utama, ternyata ia tidak muncul di panggung. Ibunya bingung lalu bergegas keluar mencari Maureen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan mama yang sedang kecewa, Maureen mencurahkan isi hatinya. Ia mengundurkan diri karena sesungguhnya ia tidak pernah mau menjadi penari Ballet. Satu-satunya alasan ia melakukannya selama belasan tahun adalah karena sang mama mendorongnya terus-menerus. Dengan tetesan air mata, Maureen berkata: “Mama tidak punya kaki seperti kakiku, sayangnya akupun tidak punya hati seperti hati mama.” Kemudian mereka tertunduk lalu berpisah melewati pintu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Jody?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlihatkan, ketika teman-temannya sedang tertidur pulas Jody berlatih sendirian. Kuku-kuku jari kakinya lecet dan berdarah-darah namun ia terus berlatih. Suatu kali ia berkata kepada pelatihnya: “Aku tidak ingin meneruskan kuliah, aku hanya ingin menjadi penari Ballet.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Jody, tidak ada kegiatan/pekerjaan lain yang lebih menyenangkan kecuali menjadi seorang penari Ballet. Singkat cerita, dengan kerja keras dan ketekunan ia berhasil menjadi penari Ballet professional. Pada suatu akhir pertunjukkan dimana ia menjadi pemeran utama, para pelatih, teman-teman dan seluruh penonton berdiri memberikan tepuk tangan sebagai penghargaan atas kesuksesannya. Itulah buah dari cinta terhadap pekerjaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila Anda tidak menyenangi apa yang Anda kerjakan dan bila Anda bekerja semata-mata hanya demi gaji bulanan, lebih baik Anda mulai memikirkan kegiatan/pekerjaan lain yang Anda senangi. Mungkin Anda dapat menghasilkan sesuatu untuk bertahan hidup setiap bulan, tetapi yakinlah Anda tidak akan mungkin menorehkan tinta emas kesuksesan dengan mengerjakan sesuatu setengah hati. Tentang ini, Kahlil Gibran pernah menulis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kerja adalah cinta yang nyata, kasih yang tampak&lt;br /&gt;Dan jika engkau tidak bekerja dengan cinta&lt;br /&gt;Tetapi hanya dengan rasa enggan&lt;br /&gt;Lebih baik bagimu untuk tidak bekerja&lt;br /&gt;Dan duduk saja di pinggir jalan sambil mengemis&lt;br /&gt;Dari orang-orang yang bekerja dengan sukacita&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tidak menyenangi pekerjaan Anda, sudah pasti Anda akan sering menunda pekerjaan. Anda akan cepat merasa bosan, jenuh dan menggerutu terus-menerus. Anda juga harus memaksakan diri untuk menyelesaikan segala sesuatu. Anda tidak akan terpacu untuk belajar lebih banyak tentang pekerjaan Anda. Bagi Anda, kerja tidak lain adalah sebuah penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, secara fisik Anda boleh hadir di kantor tetapi hati dan pikiran Anda berada di tempat lain. Energi yang Anda pantulkan selalu negatif. Dan entah Anda sadar atau tidak, atasan, teman-teman dan pelanggan Anda sesungguhnya dapat merasakan energi negatif yang Anda pantulkan tersebut. Akibatnya mereka merasa tidak nyaman bekerjasama dengan Anda. Hasil akhirnya sudah dapat dibayangkan, kinerja Anda pastilah tidak pernah memuaskan. Dengan berlalunya waktu, Anda akan menjadi virus dalam perusahaan tersebut, dan semua pihakpun akan dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep atau pemikiran seperti ini masih asing bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, dari kecil kita telah diajar, baik langsung atau tidak langsung, bahwa “kerja” dan “kesenangan” berada pada kutub yang berbeda. Keduanya tidak mungkin bersatu. Selama lima hari (Senin – Jumat) kita bekerja banting tulang. Selama itu pula kita mengalami berbagai tekanan dan level stress kita terus meningkat. Tetapi pada hari Sabtu dan Minggu, kita menikmati hari pembebasan. Itulah sebabnya pada hari Jumat, kita mendengar orang-orang berteriak kegirangan, “&lt;strong&gt;Thanks God, Its Friday!&lt;/strong&gt;” Dengan kata lain, syukurlah sekarang sudah hari Jumat! Aku bebas...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertimbangkanlah hal ini: Rata-rata 1/3 dari waktu kita habis untuk bekerja, yaitu delapan jam per hari. Kalau Anda tersiksa selama lima hari dalam seminggu oleh karena Anda tidak menyenangi pekerjaan Anda, bayangkan akibatnya bagi kesehatan dan kehidupan Anda secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca semua itu mungkin Anda kemudian bertanya tiga hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, betul sih, tetapi hari gini? Apa mungkin semua orang bisa mengerjakan apa yang ia senangi dan mendapat imbalan cukup darinya? Bagaima dengan seorang yang hanya lulusan SD, tidak punya pengalaman dan dalam kondisi keuangan pas-pasan? Apa mungkin...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bila memang mungkin, darimana memulainya? Karena saat ini saya masih belum menemukan kegiatan/pekerjaan apa yang saya senangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bila saya sudah menemukan apa yang saya senangi, apakah itu berarti saya harus segera keluar dari pekerjaan? Ataukah saya bisa memulainya dengan mencintai apa yang sekarang saya kerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan dua pertanyaan ajaib ini: (1) Kegiatan apa yang Anda mau kerjakan dengan sebaik-baiknya sekalipun tanpa dibayar? Bila dengan mengerjakan suatu kegiatan, lima tahun dari hari ini Anda akan mendapatkan imbalan materi sebesar Rp. 50 Juta per bulan (Anda boleh ganti 50 Juta menjadi 500 Juta, tergantunag kondisi Anda saat ini). Kira-kira kegiatan apakah yang tergambar dalam pikiran Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kegiatan itu adalah berdiri di atas panggung untuk memotivasi/melatih puluhan, ratusan dan ribuan orang. Termasuk juga kegiatan menulis seperti ini. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eloy Zalukhu&lt;br /&gt;The Next International Motivator&lt;br /&gt;www.eloy-zalukhu.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1461102266521224750?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1461102266521224750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1461102266521224750&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1461102266521224750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1461102266521224750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/thanks-god-its-friday.html' title='Thanks God, It’s Friday!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5751987788017975592</id><published>2007-05-09T03:06:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T03:10:43.749+08:00</updated><title type='text'>BELANJA DI "TOKO KEBAHAGIAAN"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang muda yang selalu resah dan gelisah menemui seorang bijak dan bertanya, ''Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan?'' Orang bijak itu memandang si anak muda kemudian menjawab, ''Kira-kira sepuluh tahun.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mendengar hal itu anak muda tadi terkejut, ''Begitu lama,?'' tanyanya tak percaya. ''Tidak,'' kata si orang bijak, ''Saya keliru. Engkau membutuhkan 20 tahun.'' Anak muda itu bertambah bingung. ''Mengapa Guru lipatkan dua,?'' tanyanya keheranan. Orang bijak kemudian berkata, ''Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan 30 tahun.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika membaca cerita di atas? Tahukah Anda mengapa semakin banyak orang muda itu bertanya, semakin lama pula waktu yang diperlukannya untuk mencapai kebahagiaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lantas, bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan? Sebagaimana yang telah banyak disampaikan, kebahagiaan hanya akan dicapai kalau kita mau melakukan pencarian ke dalam. Namun, itu semua tidak dapat Anda peroleh dengan cuma-cuma. Anda harus mau membayar harganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko. Nama toko itu adalah ''Toko Kebahagiaan.'' Di sana tidak ada barang yang bernama ''kebahagiaan'' karena ''kebahagiaan'' itu sendiri tidak dijual. Namun, toko ini menjual semua barang yang merupakan unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain: kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, kasih sayang, kejujuran, kepasrahan, dan rela memaafkan. Inilah ''barang-barang'' yang Anda perlukan untuk mencapai kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi. Yang dijual di sini adalah benih. Jadi, kalau Anda tertarik untuk membeli ''kesabaran'' Anda hanya akan mendapatkan ''benih kesabaran.'' Karena itu, segera setelah Anda pulang ke rumah Anda harus berusaha keras untuk menumbuhkan benih tersebut sampai ia menghasilkan buah kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap benih yang Anda beli di toko tersebut mengandung sejumlah persoalan yang harus Anda pecahkan. Hanya bila Anda mampu memecahkan persoalan tersebut, Anda akan menuai buahnya. Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya. ''kesabaran tingkat 1,''misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas, atau pengemudi bus yang ugal-ugalan. ''Kesabaran tingkat 2'' berarti menghadapi atasan yang sewenang-wenang, atau kawan yang suka memfitnah. ''Kesabaran tingkat 3'', misalnya, adalah menghadapi anak Anda yang terkena autisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menu yang lain misalnya ''bersyukur.''''Bersyukur tingkat 1'' adalah bersyukur di kala senang, sementara ''bersyukur tingkat 2'' adalah bersyukur di kala susah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;''Kejujuran tingkat 1,'' misalnya, kejujuran dalam kondisi biasa, sementara ''kejujuran tingkat 2'' adalah kejujuran dalam kondisi terancam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ''Toko Kebahagiaan''.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap produk yang dijual di toko tersebut berbeda-beda harganya sesuai dengan kualitas karakter yang ditimbulkannya. Yang termahal ternyata adalah ''kesabaran'' karena kesabaran ini merupakan bahan baku dari segala macam produk yang dijual di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang filsuf Thomas Paine pernah mengatakan, ''Apa yang kita peroleh dengan terlalu mudah pasti kurang kita hargai. Hanya harga yang mahallah yang memberi nilai kepada segalanya. Tuhan tahu bagaimana memasang harga yang tepat pada barang-barangnya.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan cara pandang seperti ini kita akan menghadapi masalah secara berbeda. Kita akan bersahabat dengan masalah. Kita pun akan menyambut setiap masalah yang ada dengan penuh kegembiraan karena dalam setiap masalah senantiasa terkandung ''obat dan vitamin'' yang sangat kita butuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan demikian Anda akan ''berterima kasih'' kepada orang-orang yang telah menyusahkan Anda karena mereka memang ''diutus'' untuk membantu Anda. Pengemudi yang ugal-ugalan, tetangga yang jahat, atasan yang sewenang-wenang adalah peluang untuk membentuk kesabaran. Penghasilan yang pas-pasan adalah peluang untuk menumbuhkan rasa syukur. Suasana yang ribut dan gaduh adalah peluang untuk menumbuhkan konsentrasi. Orang-orang yang tak tahu berterima kasih adalah peluang untuk menumbuhkan perasaan kasih tanpa syarat. Orang-orang yang menyakiti Anda adalah peluang untuk menumbuhkan kualitas rela memaafkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai penutup marilah kita renungkan ungkapan berikut ini: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku memohon kekuatan, dan Tuhan memberiku kesulitan-kesulitan untuk membuatku kuat. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku memohon kebijaksanaan, dan Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku memohon kemakmuran, dan Tuhan memberiku tubuh dan otak untuk bekerja. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku memohon keberanian, dan Tuhan memberiku berbagai bahaya untuk aku atasi. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku memohon cinta, dan Tuhan memberiku orang-orang yang bermasalah untuk aku tolong. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku mohon berkah dan Tuhan memberiku berbagai kesempatan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Aku tidak memperoleh apapun yang aku inginkan, tetapi aku mendapatkan apapun yang aku butuhkan.''&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5751987788017975592?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5751987788017975592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5751987788017975592&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5751987788017975592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5751987788017975592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/belanja-di-toko-kebahagiaan.html' title='BELANJA DI &quot;TOKO KEBAHAGIAAN&quot;'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6286518413258733937</id><published>2007-05-09T02:50:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T03:04:25.164+08:00</updated><title type='text'>TANTANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu dongeng favorit saya datang dari Kakek. Alkisah, sebuah desa di atas bukit dilanda musim kering enam tahun beturut-turut. Suasana desa terasa sedih, putus asa, dan merana. Di tepi desa, tinggal seorang lelaki setengah baya yang punya tiga anak pria dewasa. Namun semuanya pemalas, tak pernah mau mencari pekerjaan. Alasannya, di mana-mana susah, karena musim kering itu. Semua nasihat sang ayah hilang begitu saja. Mereka lebih suka melamun dan tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di belakang bukit yang mengelilingi desa itu, ada sebuah desa sangat subur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di tengahnya mengalir sungai yang tak pernah kering. Andai kata ada yang mampu memindahkan gunung, dan mengubah aliran sungai, desa itu bakal memiliki air cukup, dan tak akan lagi kekeringan. Namun di desa itu tak ada seorang pun yang berani berpikir untuk memindahkan sang gunung. Sesuatu yang tak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Uniknya, lelaki setengah baya yang tinggal di tepi desa tadi akhirnya terpanggil untuk menyelesaikan tantangan yang tidak mungkin itu. Suatu hari, setelah fajar, sang lelaki membulatkan tekadnya. Ia mengambil pacul dan mulai berjalan ke gunung. Ia bekerja dari subuh hingga matahari tenggelam, tak kenal lelah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mencangkul dan mencangkul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Setelah seminggu ia bekerja, akhirnya anak-anaknya pun mulai memperhatikan ulah sang ayah. Ketika diceritakan bahwa sang ayah ingin memindahkan gunung, ketiga anaknya terbahak-bahak. Mereka menganggap ayahnya gila, dan mau melakukan hal yang tak mungkin. Sang ayah terdiam saja. Ia terus melanjutkan pekerjaannya dari hari ke hari. Sebulan kemudian, cerita ini menyebar ke seluruh desa. Sang lelaki itu kini malah dijuluki gila oleh semua warga desa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketiga anak lelaki itu lama-lama malu dengan olokan warga desa. Hingga suatu hari mereka memutuskan membantu ayahnya. Sejak itu, keempat lelaki itu selalu berangkat subuh, dan mencangkul gunung hingga matahari tenggelam. Setelah beberapa bulan mereka bekerja, warga desa mulai melihat sebuah lubang besar di gunung. Tak lama kemudian, seluruh desa ikut bergabung. Setahun lebih, gunung itu bolong. Air mengalir lewat terowongan. Desa itu tak pernah lagi garing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa arti cerita di atas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Nothing is Impossible...&lt;/strong&gt;Semuanya mungkin. Jangan pernah menganggap remeh sebuah cita-cita atau angan-angan. Rahasianya, bagaimana mengubah cita-cita itu menjadi tantangan nyata. Kalau sudah menjadi tantangan, pasti bisa dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pasti  membuahkan hasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cita-cita dan angan-angan adalah roh. Tantangan adalah tubuh tempat roh bersemayam. Tanpa tantangan, roh itu hanya akan melayang-layang dan kehilangan wujudnya. Kalau Anda punya visi, cita-cita, dan angan-angan, jangan lupa menerjemahkannya menjadi tantangan yang bisa memotivasi Anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6286518413258733937?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6286518413258733937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6286518413258733937&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6286518413258733937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6286518413258733937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/tantangan.html' title='TANTANGAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-234306215456822363</id><published>2007-05-08T12:10:00.000+08:00</published><updated>2007-05-08T12:27:31.406+08:00</updated><title type='text'>Christiano Ronaldo</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Rj_6hntsjJI/AAAAAAAAADI/OJs0CKBeDHM/s1600-h/ronaldo.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062039961690999954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Rj_6hntsjJI/AAAAAAAAADI/OJs0CKBeDHM/s320/ronaldo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Emosi yang mudah meledak dan temperamen yang keras adalah ciri pemain sepakbola muda kelahiran Madeira Portugal ini. Namun, berkat kekerasan hatinya itu juga, ia mampu membalikkan cercaan dan cemoohan menjadi pujian setinggi langit. Itulah sosok seorang Cristiano Ronaldo, pemain sepakbola nasional Portugal dan klub Manchester United Inggris. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ya, pria kelahiran 5 Februari 1985 ini memang mampu mengubah cercaan publik Inggris, akibat kasus dengan rekan setimnya Wayne Rooney pada piala dunia 2006 lalu, menjadi pujian. Saat itu Ronaldo dituduh memprovokasi wasit sehingga membuat Rooney diganjar kartu merah sehingga harus keluar lapangan. Namun, berkat kerja keras, kemauan kuat untuk terus memperbaiki skill individu, latihan terus menerus, serta kekerasan hati untuk tidak memedulikan suara sumbang di sekitarnya, Ronaldo mampu mengatasi semua tekanan itu. Meski masih muda, ia dapat mengendalikan egonya untuk terus berbuat yang terbaik bagi klubnya sehingga fans yang tadinya mencemooh kini balik mendukungnya. “Pada masa itu saya hanya memikirkan bagaimana berlatih dan terus memperbaiki skill saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, karena itu saya hanya memastikan bahwa saya akan terus mempertahankan performa saya dan meningkatkan kemampuan,”sebut Ronaldo mengenang masa suram itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kini, berkat prestasinya, yakni mengemas gol-gol penting untuk memenangkan klubnya, ia terus mendapat pujian dari banyak pihak. Bahkan, seterunya saat kejadian piala dunia lalu, Wayne Rooney, mengatakan bahwa Ronaldo sepantasnya dijuluki sebagai pemain terbaik dunia saat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bakat besar Ronaldo di sepakbola sebenarnya mulai diasah sejak usia delapan tahun. Kala itu, talenta luar biasa pria bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro langsung tercium oleh para pemilik klub di Portugal. Karena itu, tak lama ia langsung ditarik menjadi anggota klub yunior Andorinha, tempat ayahnya bekerja sebagai penyedia perlengkapan. Dua tahun kemudian, kegigihannya berlatih membuat beberapa klub tertarik padanya, diantaranya CD Nacional yang kemudian berhasil diantarkannya menjadi juara sebuah kejuaraan nasional. Berkat prestasi itu, dua tahun kemudian ia langsung direkrut Sporting Lisbon, klub terkenal asal Portugal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari sana, jalannya untuk jadi pemain sepakbola kelas dunia makin terbuka. Apalagi sejak ia memperkuat tim nasional Portugal U-17, beberapa klub dunia mulai tertarik padanya. Salah satunya, yakni Manchester United yang berhasil mendapatkannya senilai 12,24 juta pound atau hampir sekitar 200 miliar pada saat ia masih berusia 18 tahun! Tidak tanggung-tanggung, klub terbesar Inggris itu juga memberinya nomor punggung keramat, yakni nomor tujuh, nomor yang selama ini dipakai beberapa legenda klub tersebut seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, dan David Beckham. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat ini, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, juga selalu mempercayakan tempat utama di tim berjuluk Setan Merah itu. Sebab, Ferguson menilai bahwa Ronaldo adalah pemain multitalenta. Ia bagus saat bermain sebagai gelandang serang, pemain sayap, bahkan menjadi striker jika dibutuhkan. Tak heran, berkat kemampuan dan prestasi yang terus ditunjukkan, gajinya kini naik berlipat. Pada usianya yang masih 22 tahun, ia sudah memiliki gaji sekitar 1,9 miliaran per minggu! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan berbagai prestasi dan pendapatan yang sangat tinggi itu, rupanya ia juga tetap tak melupakan sisi kemanusiaan. Salah satunya yang mungkin tidak bisa dilupakan publik Indonesia adalah kedatangannya ke Indonesia beberapa waktu lalu untuk memberikan sumbangan pada seorang anak korban tsunami Aceh bernama Martunis. Ia merupakan salah satu orang pertama yang menggerakkan rekan-rekannya sesama pemain bola untuk membantu korban bencana tsunami di Aceh, hanya karena ia melihat seorang bocah Aceh yang jadi korban mengenakan kostum tim nasional sepakbola Portugal. Begitulah, meski dikenal keras hati dan temperamental, seorang Ronaldo juga punya belas kasih dan jiwa penolong di hatinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Kekerasan hati jika mampu dikendalikan dengan benar justru bisa sarana untuk terus memompa semangat guna memperbaiki diri dan mengoreksi kesalahan serta berbuat baik bagi sesama. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-234306215456822363?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/234306215456822363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=234306215456822363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/234306215456822363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/234306215456822363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/christiano-ronaldo.html' title='Christiano Ronaldo'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Rj_6hntsjJI/AAAAAAAAADI/OJs0CKBeDHM/s72-c/ronaldo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5279552850267648556</id><published>2007-05-07T12:29:00.000+08:00</published><updated>2007-05-07T12:33:44.085+08:00</updated><title type='text'>HATI YANG PENUH ANUGERAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua orang bisa menjadi hebat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebab setiap orang bisa melayani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda tidak harus memiliki gelar sarjana untuk melayani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda tidak harus memiliki bahasa atau kondisi yang baik untuk melayani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda hanya perlu hati yang penuh dengan anugerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jiwa yang digerakkan oleh kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-Marthin Luther King Jr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua perasaan yang paling indah di dunia ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kalah nilainya dari suatu tindakan kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang paling kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- James Russel Lowell&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5279552850267648556?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5279552850267648556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5279552850267648556&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5279552850267648556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5279552850267648556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/hati-yang-penuh-anugerah.html' title='HATI YANG PENUH ANUGERAH'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7684434412761511736</id><published>2007-05-07T12:25:00.000+08:00</published><updated>2007-05-07T12:28:49.589+08:00</updated><title type='text'>Semua Yang Anda Bisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lakukan semua sebaik yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan sepenuh hati yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam segala cara yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di segala tempat yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada setiap waktu yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kepada semua orang yang Anda bisa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selama mungkin yang Anda bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- John Wesley&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7684434412761511736?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7684434412761511736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7684434412761511736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7684434412761511736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7684434412761511736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/semua-yang-anda-bisa.html' title='Semua Yang Anda Bisa'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8843115574443434610</id><published>2007-05-04T04:06:00.000+08:00</published><updated>2007-05-04T04:09:44.732+08:00</updated><title type='text'>Tujuh keajaiban Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekelompok siswa belajar mengenai "Tujuh keajaiban Dunia". Pada akhir pelajaran, pelajar2 tersebut diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1.Piramida besar di Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2.Tembok China&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3.Empire state building&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4.Taj Mahal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5.Panama Canal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;6.St.Peter's Basilica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;7.Grand Canyon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya? Gadis pendiam itu menjawab, "ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat benyaknya." Sang guru berkata, "baik, katakan pada saya apa yang kamu miliki, dan mungkin saya bisa membantu kamu memilihnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "saya pikir Tujuh keajaiban Dunia adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. bisa bersyukur, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. bisa merasakan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. bisa tertawa, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. bisa mendengar... (dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan ...), &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Bisa berbagi, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;6. Bisa mencintai , &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;7. dan bisa dicintai"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ruang kelas tersebut sunyi seketika...alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi, semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".Semoga kita hari ini diingatkan tentang segal hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bersyukurlah untuk apa yang telah kita dapatkan sampai saat ini... karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban !!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8843115574443434610?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8843115574443434610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8843115574443434610&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8843115574443434610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8843115574443434610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/tujuh-keajaiban-dunia.html' title='Tujuh keajaiban Dunia'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1998897981111516979</id><published>2007-05-04T03:59:00.000+08:00</published><updated>2007-05-04T04:01:57.163+08:00</updated><title type='text'>Pelajaran Satu Juta Dolar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ceritanya begini: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya menyetop sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. "Wow," saya cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke sekeliling. Jangan-jangan ada program "Candid Camera" yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, "Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Anda salah," jawabnya, "Dulu saya bekerja di Corporate America. Tetapi saya merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Saya tahu," lanjutnya, "Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Waw, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disadur dari: Petey Parker, A Million Dollar Lesson&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1998897981111516979?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1998897981111516979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1998897981111516979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1998897981111516979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1998897981111516979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/pelajaran-satu-juta-dolar.html' title='Pelajaran Satu Juta Dolar'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7069833662105775128</id><published>2007-05-03T19:25:00.000+08:00</published><updated>2007-05-03T19:29:58.258+08:00</updated><title type='text'>TUKUL ARWANA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Saya ini seperti pisau yang jelek tapi diasah terus sehingga bisa jadi tajam,"sebut sesosok pria yang kini enam hari sekali menjumpai pemirsa di stasiun Trans7 melalui program Empat Mata. Mudah ditebak, sosok itu adalah Tukul Arwana. Banyolan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris yang kacau, kepolosan dan penampilan konyol yang menjadi trade mark-nya,  mampu mengantarkan pria bernama asli Tukul Riyanto ini mencapai puncak keemasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang mampu 'menaklukkan' kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laku yang kampungan, slapstik, seakan menjadi simbolisasi kesuksesan yang benar-benar dimulai dari bawah. Maka, tak heran, ia dianggap mampu menjadi representasi kebanyakan orang yang ingin sukses. Inilah yang membuat banyak orang mau antri untuk datang ke acaranya, selain tentu untuk menikmati banyolan-banyolannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjuangan kelahiran Semarang 16 Oktober 1963 ini memang sangat panjang dan berliku. Untuk mendapatkan kesuksesan seperti saat ini, Tukul harus berjuang dari panggung ke panggung. Menurut pria yang sudah suka melawak di panggung 17 Agustusan sejak kecil ini, proses adalah bagian terpenting dalam hidupnya. "Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima," kata bapak satu anak yang sering menggambarkan dirinya sebagai hasil dari kristalisasi keringat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, dan penyiar radio ini, kunci sukses yang utama pada dirinya adalah menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. "Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang." Selain itu, Tukul juga menyebut sejumlah nama, selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Ia juga menyebut Radio Humor SK dan kelompok lawak Srimulat sebagai prosesnya memperkaya materi lawakan. "Saya bisa mencapai ini semua berkat bantuan banyak orang juga," ujar pria yang kini sering mengundang beberapa orang yang dianggap berjasa pada karirnya, untuk ikut tampil di Empat Mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kini, boleh jadi Tukul telah jadi pelawak paling mahal di Indonesia. Konon, tarifnya sekali manggung mencapai Rp30 juta. Padahal, untuk acara Empat Mata, ia sudah mengantongi kontrak hingga 260 episode. Jika ditotal, plus honor jadi bintang iklan beberapa produk, pendapatannya per tahun miliaran rupiah. Sebuah motor Harley Davidson kini juga menjadi simbol kesuksesan yang sudah diraihnya. Rumahnya pun ada beberapa, sebagian dikontrakkan untuk menambah pundi-pundi simpanan masa tuanya. Bersama mantan majikannya, ia juga berencana untuk membuka restoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, mendapat kelimpahan rejeki demikian banyak, Tukul tak melupakan asalnya. Karena itu, demi membantu rekan-rekan sesama pelawak yang belum sukses, ia membelikan beberapa motor untuk dijadikan sarana ojek bagi rekannya. Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Selain itu, saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. "Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil," harap Tukul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Perjuangan Tukul dari nol adalah sebuah gambaran ketekunan dan keuletan yang perlu kita contoh. Keyakinannya yang kuat untuk menjadi pelawak terkenal, ditambah kemauannya belajar banyak hal, telah menjadikannya sebagai ikon orang desa yang bisa menaklukkan kota. Perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga patut diteladani. Dengan begitu, apapun bentuk kesuksesan yang kita raih, bisa lebih bermakna bagi sesama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7069833662105775128?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7069833662105775128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7069833662105775128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7069833662105775128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7069833662105775128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/05/tukul-arwana.html' title='TUKUL ARWANA'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3613665257534991176</id><published>2007-04-30T15:28:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T15:41:24.146+08:00</updated><title type='text'>10 kesalahan dalam mengejar kesuksesan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam mengejar karier, seringkali kita mengalami pasang surut semangat untuk mengejar karier tersebut. Ada 10 kesalahan utama yang sering dilakukan seseorang, yang mengakibatkan patah semangat dan gagal dalam mencapai tujuannya. 10 kesalahan utama tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Menyalahkan orang lain dan kekanak-kanakan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saat kita mengalami hambatan, kegagalan dan rintangan, janganlah mencari siapa penyebab semuanya itu, tetapi kaji apa yang menjadi penyebabnya. Jika kita merasa orang lain menghambat karier kita, jangan menyalahkan orang tersebut, tetapi cari tahu apa yang mengakibatkan orang lain tersebut menghambat kita. Mungkin hubungan kita dengan orang tersebut belum terlalu akrab. Jadi perlu kita tingkatkan hubungan kita dengan rekan-rekan sejawat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Menyalahkan diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebalikan dari hal di atas, seringkali kita menyalahkan diri kita. Saya tidak bisa begini karena saya tidak sebagai pejabat struktural, maka saya selalu gagal mewujudkan impian saya. Saya tidak dapat begitu karena saya tidak pandai dan alasan lainnya yang kita cari. Hindari hal tersebut dan yakinkan bahwa anda BISA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak memiliki goal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa rencana anda dalam satu tahun mendatang berkaitan dengan karier anda sebagai dosen? Apakah anda memiliki keinginan bahwa setiap tahun sekali menjadi penulis di sebuah jurnal internasional? Apakah anda punya rencana studi lanjut? Tentukan TUJUAN anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Memiliki goal yang salah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada yang telah memiliki tujuan, tetapi tujuan tersebut salah, sehingga fokus kita juga salah. Ada yang menginginkan naik jabatan akademiknya, agar disegani dan dapat menjadi penguasa di lingkungan kerjanya. Tujuan yang kurang tepat ini, mengakibatkan upaya untuk mencapai tujuan juga kurang baik. Akibatnya seringkali jatuh di tengah jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak setia terhadap perkara kecil&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setia pada perkara kecil akan setia pada perkara besar pula. Jangan mengabaikan bisnis kecil, jika kita memiliki kesempatan untuk bertransaksi disana. ingat uang Rp 1.000.000,- jika kurang Rp 100,- berarti bukan Rp 1.000.000,- lagi melainkan Rp 999.900,-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Memilih jalan pintas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak ada upaya besar yang dapat ditempuh dengan bersantai ria. Semua langkah besar harus diikuti dengan semangat besar, tekad yang bulat dan disiplin yang keras. Tidak ada jalan pintas untuk meraih karier. Jalan pintas malah akan menuai cemoohan, harga diri yang jatuh, nama buruk. Setiap tujuan baik yang ingin kita raih, akan ada harga yang harus dibayar. Usaha keras adalah harga untuk meraih kesuksesan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Waktu mencapai target yang lama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika seseorang ditanya, kapan akan menjadi profesor, maka akan dijawab nanti setelah usia senja. Mengapa harus menunggu, jika dalam usia muda dapat meraihnya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Berhenti terlalu cepat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat menemui rintangan, seseorang sering kendor semangatnya dan memilih untuk berhenti dan tidak melanjutkan lagi impiannya. Hal ini tidak boleh dilakukan. Berupaya dan bekerja harus dilakukan tanpa henti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Selalu dihantui bayang-bayang masa lalu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak berani melangkah karena ada kegagalan masa lalu yang dijadikan patokan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlalu puas pada kesuksesan yang telah dicapai. Jika selama ini dapat menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, jangan berhenti dan cepat puas diri, strata berikutnya masih harus dikejar. Jenjang karier yang cepat diraih, membuat takabur, puas diri dan berhenti untuk terus menikmati kesuksesan diri tersebut. Atau kesuksesan masa lalu yang membuai kita, sehingga dianggap itu merupakan puncak kariernya. Padahal puncak karier masih jauh.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dr.-Ing. L.M.F. Purwanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketua Lembaga Jaminan Mutu Pendidikan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3613665257534991176?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3613665257534991176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3613665257534991176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3613665257534991176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3613665257534991176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/10-kesalahan-dalam-mengejar-kesuksesan.html' title='10 kesalahan dalam mengejar kesuksesan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5881451460750109805</id><published>2007-04-30T15:23:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T15:26:20.541+08:00</updated><title type='text'>Maksimalkan potensi anda...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cara kerja potensi Anda tepat berlawanan dengan cara kerja suatu tabungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam tabungan, seiring berlalunya waktu, uang Anda akan berlipat oleh adanya bunga. Semakin lama anda membiarkannya tanpa disentuh, semakin ia bertambah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan potensi, semakin lama Anda membiarkannya tanpa disentuh, semakin ia berkurang. Potensi yang tidak terpakai akan terbuang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin potensi Anda bertambah, Anda harus mempergunakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Mempercayai diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;adalah rahasia awal kesuksesan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;-- anonim&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5881451460750109805?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5881451460750109805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5881451460750109805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5881451460750109805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5881451460750109805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/maksimalkan-potensi-anda.html' title='Maksimalkan potensi anda...'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3821877789833318960</id><published>2007-04-27T23:59:00.000+08:00</published><updated>2007-04-28T00:19:14.918+08:00</updated><title type='text'>TIDAK ADA KATA TERLAMBAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Robert Lopatin mengira segalanya sudah terlambat. Pada masa kanak-kanak, ia bercita-cita menjadi seorang dokter. Tetapi, pada masa kuliah, ia melepaskan keinginan tersebut. Sebaliknya, ia bergabung dengan bisnis keluarga yang bergerak dalam bidang busana wanita. Ia menekuni bidang tersebut selama 27 tahun! Kemudian ia dan ayahnya menjual bisnis tersebut. Jika ia mau, ia dapat pensiun pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun kemudian, sewaktu menghadiri pesta perkawinan seorang sahabatnya, ia duduk di samping seorang pemuda yang baru saja lulus kuliah kedokteran. Pembicaraannya dengan sang dokter muda membuat ia memikirkan kembali impian masa kecilnya. Dan, pada usia 51 tahun, Robert Lopatin memutuskan untuk menjadi seorang dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini ia berumur 55 tahun. Ia sudah lulus dari Albert Einstein College of Medicine dan saat ini bekerja di Montefiore Medical Center di Bronx, New York. Dan ia mencintai pekerjaannya - termasuk jam kerja yang panjang dan tugas jaga malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Saya merasa seperti telah meninggal dan lahir kembali," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda mungkin memiliki impian terpendam di lubuk hati terdalam. Impian yang menurut Anda terlalu usang untuk dapat dikejar. Orang lain mungkin berkata kepada Anda bahwa sudah terlambat untuk mewujudkan hasrat tersebut. Tetapi itu tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Joseph Conrad, seorang penulis, menerbitkan novelnya yang pertama pada umur 40 tahun. Robert Lopatin akan berumur 60 tahun saat ia mulai praktek untuk menjadi dokter berpengalaman. Grandma Moses, seorang artis, mulai melukis saat ia berumur 75 tahun - dan ia masih berkarir selama 26 tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Kejarlah impian Anda, walau semustahil apa pun tampaknya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3821877789833318960?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3821877789833318960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3821877789833318960&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3821877789833318960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3821877789833318960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/tidak-ada-kata-terlambat.html' title='TIDAK ADA KATA TERLAMBAT'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7455121836603934693</id><published>2007-04-26T09:03:00.000+08:00</published><updated>2007-04-26T09:08:46.832+08:00</updated><title type='text'>Enam Tahapan Sebuah Proyek</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 1:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Antusiasme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 2:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kekecewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 3:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Panik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 4:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pencarian pihak yang bersalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 5:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penghukuman bagi pihak yang tidak bersalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tahap 6:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pujian dan penghargaan bagi mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang tidak ikut berpartisipasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Sumber tidak diketahui&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7455121836603934693?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7455121836603934693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7455121836603934693&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7455121836603934693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7455121836603934693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/enam-tahapan-sebuah-proyek.html' title='Enam Tahapan Sebuah Proyek'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1589743708745393192</id><published>2007-04-26T08:53:00.000+08:00</published><updated>2007-04-26T09:01:45.128+08:00</updated><title type='text'>TIDAK ADA JALAN SINGKAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;William Danforth, yang menjadi pemilik perusahaan besar bernama Ralston Purina Company, belajar tentang kesuksesan ketika ia masih muda. Ia berkata,"ketika saya berumur enam belas tahun, saya datang ke St.Louis untuk mengikuti Manual Training School. Sekolah tersebut berjarak 1 mil dari asrama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada seorang guru yang rumahnya dekat dengan saya. Ia setiap hari berangkat pada waktu yang sama dengan saya. Tetapi herannya, ia selalu tiba lebih awal. Pada usia itu, saya mau dikalahkan, maka saya mencoba semua jalan pintas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi, hari lepas hari, ia tetap tiba lebih awal. Baru kemudian saya menyadari bagaimana ia melakukannya. Setiap kali ia harus menyeberang jalan, ia selalu berlari - bukan berjalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Satu hal yang membuat ia selalu lebih cepat dari saya adalah tindakan ekstra yang sepele itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak ada jalan pintas ke suatu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tempat yang berharga.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Beverly Sills&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1589743708745393192?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1589743708745393192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1589743708745393192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1589743708745393192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1589743708745393192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/tidak-ada-jalan-singkat.html' title='TIDAK ADA JALAN SINGKAT'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5423458115074806643</id><published>2007-04-23T21:35:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T22:13:54.063+08:00</updated><title type='text'>24 JAM !</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Riy-0UettwI/AAAAAAAAADA/KoN58sOkFL0/s1600-h/clock.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056626287690233602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Riy-0UettwI/AAAAAAAAADA/KoN58sOkFL0/s320/clock.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berapa waktu yang diberikan Tuhan kepada Anda dan saya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tepat! masing-masing kita diberikan waktu 24 jam/hari. Tidak peduli dia pejabat, pengusaha, pedagang kaki lima, pemulung , anak jalanan bahkan mereka yang hidup di kolong-kolong jembatan dan gorong-gorong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak ada perlakuan yang spesial dari Tuhan buat pejabat karena memiliki kedudukan yang bagus diberi waktu 28 jam untuk memikirkan perkembangan negara ini, pengusaha yang memiliki uang berlimpah diberi waktu 27 jam supaya bisa mencari uang untuk menjadi milyuner, atau anak-anak jalanan karena mereka susah makan diberi waktu 30 jam, supaya mereka bisa mendapatkan pendapatan yang lebih untuk makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak! Semua kita diberi waktu yang sama untuk memperlihatkan bahwa Tuhan itu adil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesuksesan, kemenangan, keterpurukan dan kegagalan bisa dialami siapa saja dalam waktu 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang kita lakukan dalam waktu 24 jam yang tersedia bagi kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak salah ada ungkapan &lt;em&gt;time is money. &lt;/em&gt;Dalam dunia bisnis &lt;em&gt;sedetik&lt;/em&gt; saja bisa menghasilkan uang milyaran rupiah. Bagi &lt;em&gt;pencuri atau maling &lt;/em&gt;sedetik juga sangat berarti untuk mereka tidak ketahuan saat menjalankan aksinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keputusan yang tepat ada di tangan kita! Kita mau menciptakan &lt;strong&gt;waktu yang berkualitas &lt;/strong&gt;atau terjebak dengan &lt;strong&gt;waktu yang terbuang dengan sia-sia&lt;/strong&gt; untuk hal-hal yang tidak perlu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak orang terjebak dengan masalah yang kecil sehingga mereka kehilangan waktu untuk menyelesaikan bisnis yang besar. Dan pada akhirnya semuanya terlambat untuk diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Fokuslah pada apa yang Anda kerjakan saat ini. &lt;strong&gt;Waktu-waktu terbaik kita bisa tercipta saat kita melakukan keputusan-keputusan yang benar dan pada saat yang tepat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang-orang sukses selalu berhasil dalam menggunakan waktu mereka. Waktu-waktu terbaik mereka dipergunakan untuk menciptakan hal-hal baru yang bisa dinikmati oleh orang lain, dan akan selalu diingat orang sepanjang masa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Ciptakanlah waktu-waktu Anda yang berkualitas.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5423458115074806643?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5423458115074806643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5423458115074806643&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5423458115074806643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5423458115074806643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/24-jam.html' title='24 JAM !'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/Riy-0UettwI/AAAAAAAAADA/KoN58sOkFL0/s72-c/clock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5629774723583982999</id><published>2007-04-23T04:10:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T04:17:52.282+08:00</updated><title type='text'>SUKSES SEJATI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk menciptakan sukses, seseorang membutuhkan empat unsur. Anda dapat mengingatnya melalui kata kunci: R.E.A.L (sejati).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;R&lt;/strong&gt;elationship (hubungan): Ketrampilan yang paling dibutuhkan untuk menciptakan sukses adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini mempengaruhi seluruh segi kehidupan seseorang. Hubungan Anda dapat membangun atau menghancurkan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;E&lt;/strong&gt;quipping (dukungan): Pelajaran paling besar yang bisa kita peroleh dari kehidupan adalah orang-orang terdekat Anda menentukan tingkat kesuksesan Anda. Jika impian Anda besar, Anda hanya dapat meraihnya dengan sebuah tim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;ttitude (sikap): Sikap seseorang menentukan bagaimana mereka melalui hidup sehari-hari. Sikap yang melebihi kebiasaan, akan menetukan kemajuan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;L&lt;/strong&gt;eadership (kepemimpinan): Semua hal bangun dan jatuh oleh kepemimpinan. Jika Anda berhasrat untuk mengoptimalkan keefektifan pribadi, cara  melakukannya hanya dengan meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda mendedikasikan hidup Anda menguasai empat unsur ini, tidak menjadi masalah lagi apa bidang pekerjaan Anda. Anda akan menjadi sukses.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5629774723583982999?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5629774723583982999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5629774723583982999&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5629774723583982999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5629774723583982999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/sukses-sejati.html' title='SUKSES SEJATI'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-770305160587764298</id><published>2007-04-23T04:02:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T04:08:59.398+08:00</updated><title type='text'>MENGUBAH DUNIA!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalimat di bawah ini dikutip dari batu nisan seorang imam Anglikan di Westminster Abby (1100 SM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika aku masih muda dan imajinasiku tidak memiliki garis batasan, aku memiliki impian untuk mengubah dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika aku bertumbuh dewasa, dan lebih bijaksana, aku menemukan bahwa dunia tidak akan berubah, jadi aku memperkecil pandanganku dan memutuskan untuk mengubah negaraku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi kelihatannya, hal ini juga tidak mengubah apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di masa tuaku, sebagai usaha terakhir, aku memutuskan untuk mengubah keluargaku saja, orang-orang yang terdekat denganku, tapi apa daya, mereka juga tidak berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan sekarang saat aku terbaring dalam kematian, tiba-tiba aku menyadari; kalau saja aku terlebih dahulu mengubah diriku, teladanku akan mengubah keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan dukungan dan dorongan mereka, aku akan mampu untuk membuat negaraku lebih baik, dan siapa tahu, aku bisa mengubah dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-770305160587764298?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/770305160587764298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=770305160587764298&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/770305160587764298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/770305160587764298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/mengubah-dunia.html' title='MENGUBAH DUNIA!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-9093885309984433912</id><published>2007-04-21T03:44:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T03:49:32.772+08:00</updated><title type='text'>Sukses Cara Disney</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Pikirkan "hari esok".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buatlah usaha hari ini cukup untuk di investasikan hari esok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Bebaskan imajinasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda memiliki kapasitas lebih daripada  yang dapat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda bayangkan - Jadi bayangkanlah hal yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Berjuanglah untuk kualitas yang tidak ada akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lumayan" tidak pernah cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Bersikap bertahan pada sesuatu hal.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jangan, jangan, jangan pernah menyerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Nikmatilah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda tidak pernah sungguh-sungguh sukses &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebelum Anda menikmati apa yang sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda lakukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-9093885309984433912?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/9093885309984433912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=9093885309984433912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/9093885309984433912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/9093885309984433912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/sukses-cara-disney.html' title='Sukses Cara Disney'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-6666839656311778780</id><published>2007-04-20T21:35:00.000+08:00</published><updated>2007-04-20T21:52:00.808+08:00</updated><title type='text'>PINTU MENUJU KESEMPATAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RijFM0ettvI/AAAAAAAAAC4/SBzahUiLSB0/s1600-h/successs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055507405759952626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RijFM0ettvI/AAAAAAAAAC4/SBzahUiLSB0/s320/successs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan dan motivasi berkaitan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang-orang yang termotivasi melihat kesempatan-kesempatan, dan kesempatan-kesempatan yang biasanya memotivasi orang-orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebiasaan-kebiasaan baik mendahului kesempatan-kesempatan bagus.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Siapa diri Anda menentukan apa yang Anda lihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini adalah hari terbaik untuk sebuah kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan selalu menjawab dengan "Sekarang".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan adalah hasil dari keberanian, bukan keberuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang-orang sukses mencari kesempatan-kesempatan, dan apabila mereka tidak dapat menemukannya, mereka menciptakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan tidak menampilkan diri mereka di situasi yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apabila Anda menunggu sampai lampu hijau, Anda tidak akan pernah meninggalkan jalur Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan tanpa komitmen akan berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan yang tertunda tidak pernah hilang - mereka hanya direbut dalam persaingan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan dilahirkan oleh persoalan-persoalan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda mencari kesempatan yang BESAR, carilah persoalan yang BESAR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan bisa berlipat ganda atau lenyap.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semakin Anda mengejar kesempatan-kesempatan semakin banyak yang Anda lihat di belakang mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesempatan-kesempatan harus dipelihara untuk mempertahankan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh Peter Drucker, pelopor manajemen modern,"Beri kesempatan makan; biarkan masalah kelaparan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Melakukan hal-hal biasa dengan cara yang tidak biasa akan membawa kesuksesan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;-Henry John Heinz&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-6666839656311778780?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/6666839656311778780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=6666839656311778780&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6666839656311778780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/6666839656311778780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/pintu-menuju-kesempatan.html' title='PINTU MENUJU KESEMPATAN'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RijFM0ettvI/AAAAAAAAAC4/SBzahUiLSB0/s72-c/successs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4149740304972600181</id><published>2007-04-20T21:24:00.000+08:00</published><updated>2007-04-20T21:33:45.939+08:00</updated><title type='text'>W.A.N.T.E.D</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang lebih banyak meningkatkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan lebih sedikit menolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang lebih banyak pelaksana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan lebih sedikit pembicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak yang berkata itu bisa dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan lebih sedikit yang berkata itu mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak yang mengobarkan semangat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;orang lain dan lebih sedikit yang memadamkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;semangat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak masuk ke dalam sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan lebih sedikit yang tinggal disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak yang menunjukkan apa yang benar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan lebih sedikit yang menuding apa yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih banyak yang menyalakan lilin dan lebih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sedikit yang mengutuk kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4149740304972600181?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4149740304972600181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4149740304972600181&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4149740304972600181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4149740304972600181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/wanted.html' title='W.A.N.T.E.D'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1161418958091338172</id><published>2007-04-19T04:29:00.001+08:00</published><updated>2007-04-19T04:43:42.254+08:00</updated><title type='text'>Kisah Penebang Pohon</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “&lt;strong&gt;Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”&lt;/strong&gt; “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, &lt;strong&gt;sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Istirahat bukan berarti berhenti,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru ! &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1161418958091338172?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1161418958091338172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1161418958091338172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1161418958091338172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1161418958091338172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/kisah-penebang-pohon.html' title='Kisah Penebang Pohon'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3619115352404210196</id><published>2007-04-19T04:06:00.000+08:00</published><updated>2007-04-19T04:20:16.356+08:00</updated><title type='text'>HEE AH LEE (Pianis 4 jari)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RiZ9HNbdxUI/AAAAAAAAACw/5ATQmK20b_A/s1600-h/hee+ah+lee1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054865194587374914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RiZ9HNbdxUI/AAAAAAAAACw/5ATQmK20b_A/s320/hee+ah+lee1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Don’t judge the book by it’s cover&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, jangan menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja. Mungkin ini ungkapan yang tepat saat melihat sosok &lt;strong&gt;Hee Ah Lee&lt;/strong&gt;. Betapa tidak, fisiknya jauh dari ukuran normal. Tangannya hanya punya empat jari berbentuk capit, sedangkan kakinya pun pendek sebatas ukuran lutut. Orang pasti akan kasihan melihat sosok wanita kelahiran Korea 22 tahun lalu ini. &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi, rasa kasihan ini akan segera berubah menjadi kekaguman jika melihat Hee Ah Lee memainkan piano. Bayangkan, nada-nada sulit musik klasik karya komponis kenamaan seperti &lt;strong&gt;Chopin, Beethoven, Mozart&lt;/strong&gt;, bisa dimainkannya dengan sangat apik. Padahal, tidak ada not balok dari musik klasik itu yang khusus dibuat untuk dimainkan dengan hanya empat jari. Hee sendirilah, yang mengubah empat jarinya sehingga mampu menari di atas tuts-tuts piano dengan lincah, layaknya sepuluh jari orang normal. ”&lt;strong&gt;Dari awal belajar piano memang saya diperlakukan sebagai orang normal&lt;/strong&gt;,”sebut Hee. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlahir dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun, Hee sebenarnya sangat beruntung. Sebab, Woo yang tahu akan melahirkan bayi cacat dari awal menolak mentah-mentah anjuran beberapa orang dekatnya untuk menitipkan anaknya ke panti asuhan setelah lahir. Woo juga yang merawat, mendidik, dan mengajari Hee seperti orang normal lain. Woo bahkan menyebut anaknya itu sebagai anugerah Tuhan meski terlahir kurang sempurna. Ibunya itu juga yang kemudian dengan kesabaran ekstra mengajari Hee bermain piano sejak usia enam tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat mulai main piano, Hee bahkan tidak bisa memegang pensil. Butuh waktu dan kerja keras, serta dilandasi keuletan yang luar biasa untuk melatih jari-jari Hee. Belum lagi untuk mengenalkan not balok pada Hee yang punya keterbelakangan mental. Awalnya, untuk menguasai sebuah lagu saja, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Itu pun bisa dilakukan hanya dengan latihan intensif minimal sepuluh jam dalam sehari. Sungguh, gabungan cinta kasih seorang ibu ditambah ketekunan Hee sebagai anak, merupakan sebuah kekuatan yang mampu mengubah kekurangan dan keterbatasan menjadi kelebihan yang luar biasa. Hee menyebut, ibunyalah yang telah menggembleng dirinya agar tumbuh mandiri, percaya diri, dan bersemangat baja menghadapi hidup. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan kemampuan yang diperoleh dari ketekunan dan keuletan berlatih itu, Hee kini telah berkeliling dunia. Ia menginspirasi orang dengan keyakinan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau bekerja keras dan sungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Meski begitu, sebagai manusia biasa ia pun mengaku pernah mengalami patah semangat. &lt;strong&gt;“Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus sampai bosan. Tapi, aku memakannya terus. Aku berlatih terus menerus,”&lt;/strong&gt; sebut Hee tentang bagaimana menaklukkan kebosanannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kini, sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano telah diterimanya. Ia juga telah mempunyai album musik sendiri berjudul Hee-ah, Pianist with Four Finger. Dengan berbagai kelebihan yang diolah dari kekurangan itu lah, kini ia juga mempunyai kehendak lain yang mulia, “&lt;strong&gt;Aku akan berkeliling dunia, bermain piano dari sekolah ke sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa melakukan apa pun kalau berusaha&lt;/strong&gt;,” kata Hee.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sosok Hee Ah Lee adalah gambaran nyata keteladanan seseorang dengan ketekunan yang luar biasa. Hanya dengan keyakinan, keuletan, dan kerja keras disertai semangat pantang menyerah, seseorang dapat merubah nasibnya. Jika Hee yang kurang sempurna saja mampu, bagaimana dengan kita yang terlahir sempurna? Tinggal keyakinan dan tekad kuat disertai usaha sungguh-sungguh lah yang akan merubah kita. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3619115352404210196?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3619115352404210196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3619115352404210196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3619115352404210196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3619115352404210196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/hee-ah-lee-pianis-4-jari.html' title='HEE AH LEE (Pianis 4 jari)'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RiZ9HNbdxUI/AAAAAAAAACw/5ATQmK20b_A/s72-c/hee+ah+lee1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-9023206164439382751</id><published>2007-04-17T00:33:00.000+08:00</published><updated>2007-04-17T00:41:17.222+08:00</updated><title type='text'>Dare to Dream</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;It was told that once in a poor remote village, there was a school having very few students because most of the school-age children had to help their parents to make a living. One day, the only school teacher in the school taught composition to his pupils. Having explained all the rules and guidance, he assigned his students to write an essay. "At home, write an essay about your dreams, about what you want to be in the future. Tomorrow, you are supposed to read your work in front of the class.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;On the next day, each student, stood in front of the class reading his or her own writing. Most of them wanted to become teachers, farmers, or government officials, etc. The teacher, nodded his head up and down, as the sign of agreement. Then, here came his youngest student to share his dreams to the class.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;He was terribly-looked; thin as a needle wearing worn out school uniform. Despite his poor-look, he boldly declared his dreams, "&lt;strong&gt;Someday when I grow up, I am going to have a big house up on the hill with beautiful scenery around, surrounded by small cottages for rest places. Among the house, there would be pine trees and the other shady trees. There would be a flower garden with various flowers and colors. There was also an orchard with all the most delicious fruits ever existing which could be plucked by the host and the people around. I will be a successful and happy man together with my big family and guest who go there.&lt;/strong&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And of course, the whole class burst into laughter as they were listening to the ugly-looked-little-thin boy's dream. "Hey day dreamer, get up from your nap..," said his friends rudely and humiliatingly. They could not stop making fun on him, mocked him with rude words. The teacher then became a little upset. He accused the boy the cause of the boisterous noise. He said, "What you wrote was a fantasy, not dream. You should write like any other students did. Now, you must rewrite your paragraph. Write like your friends!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Teacher, this is my real dream. &lt;strong&gt;It's not a fantasy, it can be realized&lt;/strong&gt;," insisted the youngest student.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Hey son… you are living in a poor village, your family is also a poor one. How can you make all your dreams come true? What a dreamer you are! Now you must write another logical dream," said the teacher impatiently.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"I don't want any other dreams. This is my only dream" said the boy with persistence.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Please bring a new essay tomorrow. If you don't want to revise your writing, I will give the lowest mark," warned the teacher trying to threat him.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The next morning, the youngest student did not bring any new composition. Although he was threatened and mocked that way before the class, he still insisted on his dreams. Due to his stubbornness to his teacher's assignment, he got the worst mark in class.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Thirty years had passed; the teacher was still a teacher at the school. One day he took his students to have a study tour to a well-known orchard up on a hill in the village nearby. As he and his students stepped their feet on the spacious and beautiful orchard, they were amazed. Besides the orchard, there was a big and beautiful flower garden too surrounded by shady and cool trees around. What astonished them more was the big house standing tall, sturdy and beautifully-designed in the middle of the garden like a palace.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"He who built this palace must be a great man.. How can I just figure this out that there is such a heavenly place around…," said the teacher in amazement. Suddenly he heard a voice, "No, it is not a great man who built this place. It is just a naughty student who dared to have a big dream. Surely, his teacher who educated him is supposed to be greater than him. Let's come inside and have the best tea and fruit from this garden," said the voice warmly.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The teacher was shocked having heard the answer. He was astonished. His mind wondered back to a scene 30 years ago. And slowly he began to recognize who the man standing in front of him now was. Yes, he was that stubborn student, the one who did not want to change his dream and got the worst mark of all in the class. And now he had become a very successful businessman. His eyes were wet. He felt great and relieved and at the same time shameful as he mocked the boy's dream 30 years ago.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Because of a dream, a plane was created.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Because of a dream, we can enjoy the greatness of a computer.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Because of a dream too, our life quality is increasing. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Of course, to consummate all the dreams into reality, we need the other powers. The powers should be cultivated in our inner selves, namely : &lt;strong&gt;The Power of bravery, trial, fight, dare to fail and dare to succeed.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Most of the time, the obstacles of someone's success is not due to his/her weakness that he/she has. But more, &lt;strong&gt;because they do not have a strong dream that they believe and then fight for full heartedly.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Therefore, if there are several people who mock at and doubt our dream, don't let that worry you. Just one best answer ever, strengthen your determination and spirit, and prove them that we have the right and able to get whatever best for our life.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-9023206164439382751?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/9023206164439382751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=9023206164439382751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/9023206164439382751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/9023206164439382751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/dare-to-dream.html' title='Dare to Dream'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8582817832938229839</id><published>2007-04-16T21:15:00.000+08:00</published><updated>2007-04-16T22:35:30.337+08:00</updated><title type='text'>Modal Awal Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Mimpi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;ENTREPRENEUR itu memang harus berani bermimpi. Meskipun dalam masa krisis ekonomi, jangan takut bermimpi. Yakinlah, mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru (blue print) dari realita. Artinya, sesuatu yang bisa kita wujudkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau seorang entrepreneur berani memiliki visi, maka akan lebih dapat menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Karena itu ada ungkapan berikut ini: "Hati-hatilah dengan angan-anganmu, karena angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Presiden RI pertama, Ir.Soekarno, pernah bilang, "Gantungkan cita-citamu setinggi langit." Visi itu memang bisa mensugesti orang. Dan, semua langkah kita akan kita arahkan kesana. Apalagi entrepreneur ini biasanya seorang pemimpi. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita justru "juru penerang", mengusir gelapnya pikiran orang lain yang kita pimpin. Ini prinsip kepemimpinan. Wirausahawan yang memiliki visi, adalah penerangan bagi para bawahannya, anggota 'tim sukses' nya dalam bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bahkan orang meyakini, jiwa wirausahawan itu dekat sekali dengan dunia pengkhayal. Apa susahnya , berkhayal? Tidak membutuhkan biaya, fasilitas khusus. Di zaman yang susah dengan tumpukan persoalan hidup yang harus dipikul, bisa membuat orang tidak berani berkhayal. Jadi bisa dikatakan," Berkhayal pun, perlu keberanian!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bill Gates memimpikan, &lt;em&gt;personal computer &lt;/em&gt;akan tersedia disetiap rumah orang. Untuk merealisasikan mimpinya, ia &lt;em&gt;drop out &lt;/em&gt;dari studinya, memilih menekuni &lt;em&gt;microsoft&lt;/em&gt;-nya. Ia berhasil. Kini, ia  salah satu orang terkaya di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Mencoba&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bisnis modern akan berhenti berputar kalau sikap berani mencoba itu lenyap. Memang, banyak orang yang gagal dalam usahanya, putus asa tanpa berani mencoba lagi. Karena itu, sekalipun krisis, tetaplah menjadi entrepeneur dengan semangat kewirausahaan tinggi. Sesungghnya tidak ada yang gagal dalam berbisnis, yang ada hanya karena ia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Berani mencoba, lebih tekun dan ulet, kegagalan takkan pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beranilah mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat menggantikan keberanian mencoba dengan bakat bisnis. Sebagus apa pun bakat seseorang, tidak akan sukses tanpa mulai mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Merantau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keberanian merantau, membangun percaya diri &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan kemandirian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ingat tragedi Sampit? Semua bersedih, karena sebagian pengusaha sukses etnis Madura, ikut hengkang dari Sampit, Kalimantan Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagian dari mereka, sukses, meskipun awalnya dari nol. Demikian juga warung "ber-identitas daerah" yang paling banyak adalah dari Jawa. Misalnya Warung Tegal, Bakso Malang, atau rumah makan Padang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perantau, umumnya segan minta tolong. Disitulah, kemauan menjadi lebih termotivasi. Seorang perantau cenderung menanam jasa untuk banyak orang. "Investasi sosial" ini, pada saatnya berbuah kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Gagal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;keberhasilan total&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak di dengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses daripada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang entrepreneur, harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena itu, seorang entrepreneur jangan menghitung berapa kali ia jatuh, tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Sukses&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seberapa besar rejeki yang kita inginkan, itu sama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dengan seberapa besar kita berani mengambil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;resiko&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Sukses, pikirkanlah sebagai keseharian Anda. Keyakinan bisa sukses, selalu dibangun setiap saat. Karena itu jangan biarkan diri Anda kehilangan motivasi untuk sukses, dan terus membangun keyakinan itu dalam sanubari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buanglah semua alasan, Anda gagal karena kelemahan dari diri Anda. Sukses memerlukan keberanian tanpa henti, mempelajari kemunduran bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelajarilah kesuksesan orang lain, himpun semua "sebab-sebab sukses" itu, temukan kelebihan-kelebihan itu, dan mulai mencoba menyusun apa kelebihan Anda. Sukses berarti kesejahteraan pribadi: rumah bagus, keamanan di bidang keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, serta berguna bagi masyarakat. Sukses juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani. Dengan kata lain, sukses berarti menang. Jadi, beranilah berpikir sukses!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berani Berbeda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Munculkanlah keberanian berpetualang di zaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;baru, kendali untuk itu kita siap membayar &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;harga orang yang menertawakan, mengejek dan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mengkritik kita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa orang mentertawakan kita? Atau lebih enteng dari itu, mengapa orang meremehkan kita? Karena kita berbeda. Tapi apa salahnya jika kita berbeda? Kenyataannya, menjadi berbeda sudah terjadi sejak kita lahir. Setiap individu di dunia ini berbeda. Tak ada seorang pun yang 100% persen sama dengan lainnya. Sidik jari kita cukup membuktikan fakta ini - tak ada dua sidik jari yang sama di dunia. Setiap orang dari kita berbeda - UNIK. Dan keunikan kita memisahkan kita satu dengan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih baik kita berani berbeda. Dan, perbedaan kita dari yang lain, adalah wujud ketekunan kita menjadi LEBIH BAIK.  Seorang diri, menjadi lebih baik, diantara banyak orang yang berpikiran nyaris sama tentang suatu hal, lalu keberbedaan Anda diterima banyak orang dan diterima di dunia. Luar biasa, bukan! Mari, gunakan energi Anda menghasilkan perbedaan yang bertenaga. Perbedaan yang bernilai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sukses buat Anda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8582817832938229839?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8582817832938229839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8582817832938229839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8582817832938229839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8582817832938229839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/modal-awal-entrepreneur.html' title='Modal Awal Entrepreneur'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-5247271623811767651</id><published>2007-04-16T09:28:00.000+08:00</published><updated>2007-04-16T11:01:56.368+08:00</updated><title type='text'>Memenangkan Peperangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mereka yang berhasil memperoleh sukses keseharian telah belajar untuk mengalahkan 4 penghabis waktu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;::&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Kemalasan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Waktu yang digunakan untuk keperluan yang tidak berfaedah, bahkan bukan bersantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;:: Penundaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Membiarkan hal-hal yang seharusnya dilakukan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;:: Pengalihan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Waktu yang terpakai untuk mengurusi hal-hal yang kurang penting, sehingga mengganggu hal-hal yang penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;:: Ketidak-sabaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kurang persiapan, ketelitian, atau ketekunan, pada umumnya menghasilkan kesalahan yang menghabiskan waktu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-5247271623811767651?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/5247271623811767651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=5247271623811767651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5247271623811767651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/5247271623811767651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/memenangkan-peperangan.html' title='Memenangkan Peperangan'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1385619925955342329</id><published>2007-04-14T09:57:00.000+08:00</published><updated>2007-04-14T10:45:11.504+08:00</updated><title type='text'>Menuju Absolute Financial Freedom</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua orang ingin kaya. Tetapi sebelum membahas tentang bagaimana kita bisa kaya, kita harus sepakat terlebih dahulu mengenai defenisi kaya. Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang sepuluh juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang sepuluh miliar rupiah. Menurut majalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Forbes &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;orang kaya adalah mereka yang sekurang-kurangnya mempunyai penghasilan 1 juta dolar Amerika setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Robert T.Kiyosaki &lt;/strong&gt;memiliki pendapat lain. Dia mengutip dari gurunya &lt;em&gt;Buckminster Fuller &lt;/em&gt;dan mengatakan bahwa orang kaya tidak diukur dari berapa besar &lt;em&gt;active income.&lt;/em&gt;  Orang disebut kaya apabila &lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt;-nya lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud &lt;em&gt;passive income &lt;/em&gt;disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai ilustrasi dikemukakan Mike Tyson. Dia menghasilkan US$300 juta sewaktu bertinju, tapi di tahun 2004 dia dinyatakan bangkrut dan masih punya utang sebesar US$ 35 juta. Karena itu, Mike Tyson tidak digolongkan sebagai orang kaya. Termasuk pula dalam kategori orang yang tidak kaya adalah orang -orang yang punya penghasilan US$ 1 juta setahun namun pengeluarannya US$ 1,2 juta setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Anthony Robbins &lt;/strong&gt;mempunyai pendapat lain lagi. Baginya ada enam tahap, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Financial Protection&lt;/u&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;adalah suatu kondisi keuangan dimana kita &lt;em&gt;mempunyai cukup uang untuk memenuhi pengeluaran &lt;/em&gt;bulanan minimum, untuk 2 bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Financial Security&lt;/u&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai &lt;em&gt;investasi cukup banyak&lt;/em&gt; yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan kita tanpa harus bekerja. contohnya: angsuran rumah, mobil, biaya makan, gas dan air, asuransi, pajak (contoh:pajak bangunan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Financial Vitality&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai &lt;em&gt;investasi cukup banyak &lt;/em&gt;yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bsa mencukupi kebutuhan pada tingkat &lt;em&gt;Financial Security &lt;/em&gt;melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan dibawah ini, tanpa harus bekerja, kecuali kita memilih untuk bekerja. Kebutuhan tersebut adalah: pendidikan anak, &lt;em&gt;entertainment &lt;/em&gt;(minimal 50% dari yang kita nikmati sekarang), membeli baju baru atau satu-dua barang mewah yang masuk akal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Financial Independence&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai &lt;em&gt;investasi cukup banyak&lt;/em&gt; yang relatif aman, dan hasilnya mencukup kebutuhan kita untuk hidup &lt;em&gt;persis &lt;/em&gt;dengan &lt;em&gt;gaya hidup &lt;/em&gt;kita yang sekarang, tanpa harus bekerja lagi seumur hidup kita. Dengan kata lain kita bebas tidak bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Financial Freedom&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai &lt;em&gt;investasi cukup banyak&lt;/em&gt; yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan &lt;em&gt;gaya hidup &lt;/em&gt;yang kita inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Absolute Financial Freedom&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai &lt;em&gt;investasi cukup banyak &lt;/em&gt;yang relatif aman, dan karena itu kita &lt;em&gt;yakin&lt;/em&gt; bahwa kita bisa melakukan secara &lt;strong&gt;nyata apapun yang kita inginkan, kapan pun kita inginkan, ke mana pun kita inginkan, dengan siapa pun yang kita inginkan, sebanyak dan selama yang kita inginkan&lt;/strong&gt;, dalam cara yang membuat kita dan orang lain berdaya, selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya pribadi sepakat bahwa defenisi &lt;strong&gt;kaya adalah mempunyai&lt;em&gt; passive &lt;/em&gt;income lebih besar daripada gaya hidup yang kita inginkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Passive income &lt;/em&gt;yang kita inginkan seperti ini bisa kita capai dengan cara yang lambat, juga bisa dengan cara cepat. Untuk mendapatkan&lt;em&gt; passive income &lt;/em&gt;dengan cara yang cepat, kita tidak perlu mengharamkan punya &lt;em&gt;income&lt;/em&gt; yang besar (&lt;em&gt;massive income&lt;/em&gt;)  karena kalau kita mempunyai &lt;em&gt;massive income, &lt;/em&gt;kita bisa lebih cepat mencapai&lt;em&gt; passive income.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada beberapa tips supaya kita bisa menjadi kaya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memiliki&lt;strong&gt; keyakinan yang benar dan bulat menjadi kaya.&lt;em&gt;    &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menentukan &lt;strong&gt;tujuan yang jelas dan mantap.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Yakin &lt;/strong&gt;agar&lt;strong&gt; kita mampu &lt;/strong&gt;mencapai tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Merasa harus &lt;/strong&gt;mencapai tujuan kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memiliki &lt;strong&gt;strategi-strategi yang terbukti&lt;/strong&gt; membantu kita jadi kaya dengan cepat dan aman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengetahui dan menggunakan &lt;strong&gt;jalur alamiah dan mudah&lt;/strong&gt; bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Membuat &lt;strong&gt;rencana yang realistik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melakukan&lt;strong&gt; tindakan sesuai rencana.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melakukan&lt;strong&gt; monitor dan peka.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Bertanggung jawab &lt;/strong&gt;untuk&lt;strong&gt; terus belajar dan bertindak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sumber: Buku Financial Revolution &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Tung Desem Waringin)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1385619925955342329?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1385619925955342329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1385619925955342329&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1385619925955342329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1385619925955342329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/menuju-absolute-financial-freedom.html' title='Menuju Absolute Financial Freedom'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-4625920790946969798</id><published>2007-04-09T17:16:00.000+08:00</published><updated>2007-04-09T20:45:40.239+08:00</updated><title type='text'>Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sepuluh unsur keberanian seorang Billionaire yang bisa disarikan (walaupun bisa lebih banyak) adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Keberanian untuk berinisiatif&lt;/strong&gt;. Disinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenius. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate Donald Triumph. Kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online University TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "you're fired" dan buku-buku best sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Tepat waktu&lt;/strong&gt;. Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan partner bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Senang melayani dan memberi&lt;/strong&gt;. Seorang Billionaire pasti mempunyai keberanian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give others, the more you respect you get it return. Syukur-syukur kalo ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Membuka diri terlebih dahulu&lt;/strong&gt;. Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, sesuatu yang dicari oleh partner sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan partner bisnis&lt;/strong&gt;. Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trumph dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Senang mempelajari hal-hal baru&lt;/strong&gt;. Kembali kita ambil contoh Donald Trumph yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang Profesor? jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Jarang mengeluh&lt;/strong&gt;. Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Amstrong pernah berkata,"There are two kinds of days: good days and great days.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jangan sekali-kali mengeluh dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi kembali di kemudian hari. Hari dimana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Berani menanggung resiko&lt;/strong&gt;. Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat diatas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak menunjukkan kekhawatiran (Bersikap positif setiap saat)&lt;/strong&gt;. Berpikir positif adalah environment atau default state dimana seluruh eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan pada getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;"Comfortable in their own skin"&lt;/strong&gt;. Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak 'lebih' dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan Billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oelh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang Billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S.Bev&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-4625920790946969798?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/4625920790946969798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=4625920790946969798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4625920790946969798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/4625920790946969798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/sepuluh-unsur-kepribadian-billionaire.html' title='Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1006414013411654225</id><published>2007-04-09T17:08:00.000+08:00</published><updated>2007-04-09T17:15:56.521+08:00</updated><title type='text'>Temukan Cinta Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila Anda tidak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan Anda akan menggembirakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila Anda tidak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila toh Anda tidak bisa juga melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang-pergi dari dan ke tempat kerja Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, bila Anda tidak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda; tanaman penghias meja, cicak diatas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa saja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila Anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada disitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah disana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Hidup hanya sekali, tak ada yang lebih indah selain melakukan pekerjaan Anda dengan rasa cinta yang tulus.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1006414013411654225?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1006414013411654225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1006414013411654225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1006414013411654225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1006414013411654225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/temukan-cinta-anda.html' title='Temukan Cinta Anda'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3898074551844124584</id><published>2007-04-09T16:49:00.000+08:00</published><updated>2007-04-09T17:05:06.716+08:00</updated><title type='text'>Management Stress</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada saat memberikan kuliah tentang Managemen Stress, Steven Covey mengangkat gelas air dan bertanya kepada para siswanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Seberapa berat menurut Anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,"Kata Covey.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus meninggalkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Apa yang kita harus lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti, bisa diambil lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau di sentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3898074551844124584?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3898074551844124584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3898074551844124584&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3898074551844124584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3898074551844124584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/management-stress.html' title='Management Stress'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-3720934222998783867</id><published>2007-04-09T02:34:00.000+08:00</published><updated>2007-04-09T04:12:04.978+08:00</updated><title type='text'>Dua negro di lift</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;There is nothing either good or bad position, but thinking makes it so. (Tidak ada posisi yang baik atau buruk, pikirkanlah menciptakannya)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;-William Shakespeare-&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Baru-baru ini di Atlantic City - AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam dengan suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut dikamarnya. Maka ia pun menuju lift.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maka ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam didalamnya. Salah satunya sangat besar...Besaaaar sekali. Wanita itu terpana, Ia berpikir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Dua orang ini akan merampokku,"tapi pikirnya lagi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi rasa rasialnya begitu besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap kedua orang itu tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan, mereka harus tahu apa yang saya pikirkan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik...dua detik...dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu, salah seorang dari mereka berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Hit the floor" (tekan lantainya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkan saya hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah satu dari mereka berkata dengan sopan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pria tersebut agak sulit mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk ketawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Mereka pun menolong wanita tersebut berdiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift," kata seseorang yang bertubuh sedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu kedalam keranjangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan sepanjang koridor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuasnya sepanjang jalan menuju ke lift.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kartunya tertulis: &lt;strong&gt;"Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tertanda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Eddie Murphy &amp; Michael Jordan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Eddie Murphy adalah bintang film Hollywood, dan Michael Jordan adalah bintang basket NBA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sikap hidup sangatlah menentukan kehidupan kita. Sikap yang positif dalam menanggapi persoalan hidup akan sangat berpengaruh bagi kebahagiaan kita. Pikiran yang negatif akan membawa kita terperosok jatuh semakin dalam karena kita melihat segala sesuatu adalah penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, &lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;pikiran yang positif membawa kita kepada hal-hal yang positif pula.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;Positif dalam menghadapi kehidupan yang serba sulit ini, positif terhadap sesama, positif merencanakan hari esok, dan positif terhadap diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan menciptakan kita luar biasa. Bersama Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-3720934222998783867?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/3720934222998783867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=3720934222998783867&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3720934222998783867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/3720934222998783867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/dua-negro-di-lift.html' title='Dua negro di lift'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-1421294826529683593</id><published>2007-04-08T00:29:00.000+08:00</published><updated>2007-04-08T00:43:11.634+08:00</updated><title type='text'>Berani Untuk Mencoba!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Ha?," kata jam terperanjat,"Mana sanggup saya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu akan kemampuan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara dengan si jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak 1 kali dalam 1 detik?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Naaaa...Kalau begitu aku sanggup!" Kata jam dengan penuh antusias.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maka, setelah selesai jam dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti dia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap &lt;em&gt;impossible&lt;/em&gt; untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "TIDAK" sebelum Anda pernah mencobanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Kata Bijak:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dari denyut jantung, gairah dan air mata. Tetapi ukuran sejati dibawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-1421294826529683593?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/1421294826529683593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=1421294826529683593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1421294826529683593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/1421294826529683593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/berani-untuk-mencoba.html' title='Berani Untuk Mencoba!'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-2290717291593828990</id><published>2007-04-03T22:31:00.000+08:00</published><updated>2007-04-03T22:44:38.208+08:00</updated><title type='text'>Mengapa Tuhan menguji kita?</title><content type='html'>Kadang kita  bertanya dalam hati dan menyalahkan Tuhan,"apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya?"&lt;br /&gt;Here is wonderful explanation...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya  mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,"tentu saja, I love your cake."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, cicipi mentega ini,"Kata ibunya menawarkan.&lt;br /&gt;"Yaiks," ujar anaknya.&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan telur mentah?"&lt;br /&gt;"You're kidding me, Mom."&lt;br /&gt;"Mau coba tepung terigu  atau baking soda?"&lt;br /&gt;"Mom, semua itu menjijikkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ibunya menjawab ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak dilihat jika satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya  akan menjad indah tepat pada waktuNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya harus percaya pada proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-2290717291593828990?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/2290717291593828990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=2290717291593828990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2290717291593828990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/2290717291593828990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/mengapa-tuhan-menguji-kita.html' title='Mengapa Tuhan menguji kita?'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-390278816774462709</id><published>2007-04-03T22:05:00.000+08:00</published><updated>2007-04-03T22:18:17.781+08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Waktu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak Anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang Anda lakukan? tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu. Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada Anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia membuka satu rekening baru untuk Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika Anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa Anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, Anda tidak bisa meminta uang muka untuk keesokan hari. Anda harus hidup dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan Anda. Jam terus berdetak. Gunakan waktu Anda sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal naik kelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih perak Olimpiade.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Hargailah setiap waktu yang Anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-390278816774462709?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/390278816774462709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=390278816774462709&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/390278816774462709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/390278816774462709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/pentingnya-waktu.html' title='Pentingnya Waktu'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-7842792650043904834</id><published>2007-04-03T21:23:00.000+08:00</published><updated>2007-04-03T21:53:29.501+08:00</updated><title type='text'>FOKUSLAH PADA BISNIS ANDA...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namanya Paijo, letak rumahnya berbeda blok dan berbeda RT dengan rumahku, tetapi masih satu RW. Setelah pensiun dini dari pekerjaannya dari salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, maka Paijo mencoba berwiraswasta. Angan Paijo adalah dambaan setiap insan pemberani. Menurutnya wiraswasta itu berasal dari kata 'wira' yang artinya berani dan 'swasta' yang bermakna usaha. Maka kalau kita gabung maknanya adalah berani berusaha sendiri. Suatu cita-cita yang menurutku mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertama kali Paijo menggunakan uang pensiunnya untuk membuka usaha mie ayam. Letaknya di gerbang perumahan tempat kami tinggal. Lokasinya menurutku sangat strategis, karena berada di blok-blok persimpangan jalan. Dan pengunjungnya juga lumayan rame. Ada satu dua motor yang berhenti disana. Hanya berselang 3 bulan, aku lihat warungnya sudah siap disewakan kepada orang lain, karena ada tulisan "Dikontrakkan Ruko" di rolling doornya. Paijo rupanya gagal dalam bisnis mie ayam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai insan pemberani, kegagalan paijo yang pertama tidak dianggap 'gagal' tapi pelajaran. Paijo sudah siap dengan usaha yang kedua yaitu berjualan kain batik asal kampung halamannya Yogyakarta. Dia buka usaha di daerah Ciputat. Untuk usahanya yang satu ini aku belum sempat mampir ke toko-nya, sehingga tidak bisa mengulasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dua tahun berlalu, kemarin, aku melihat di depan rumahnya ada satu truk yang parkir di depan rumahnya bukannya mengirim batik tetapi mengangkut isi rumahnya. Katanya Pak Paijo akan mudik ke Yogyakarta, kota kelahirannya setelah rumahnya dijual, bisnis batiknya bangkrut. Paijo akan tinggal di Yogyakarta. Menurut tetangga sebelah rumahnya, Paijo sekarang disana berjualan beras. Bahkan menurut informasi terbaru, Paijo belum puas dengan bisnisnya karena saingannya lebih agresif dalam memberikan hadiah-hadiah kepada pelanggannya sehingga bisa dikatakan bisnisnya asal jalan saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lain lubuk lain ikannya, demikian juga dengan bisnis. Dikampung halamanku, Desa Surbakti ada seorang petani cabe, sebut saja namanya Rulih. Rulih sudah bertanam cabe belasan tahun tapi tetap eksis, bahkan pada saat kemarau kemarin mampu membeli kenderaan angkutannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak sering bisnisnya berjalan mulus, karena banyak petani lain yang mengikuti jejaknya bertani cabe. Tentu saja dengan banyaknya supply cabe, maka stok dipasaran menumpuk, harga cabe menurun drastis. Permainan bisnis adalah seperti belajar naik sepeda, terkadang berjalan lurus terkadang jatuh, tetapi prinsip keseimbangan agar tetap dijaga agar tetap terkendali. Di musim kemarau saat susah airnya, biasanya petani saingannya berganti menanam yang lain, tetapi Rulih tetap menanam cabe, tak di duga kejadian ini hampir merata terjadi di seluruh Nusantara. Petani cabe yang yang tetap setia pada bisnisnya menjadi sedikit, padahal permintaan banyak, akhirnya petani cabe bisa menjual cabe-nya dengan harga yang mahal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para ahli ekonomi menyebutnya hukum pasar. Rulih menganggap ini adalah karunia Ilahi, karena dengan kesetiaannya bertanam cabe membuat dia untung besar sehingga dia bisa jalan-jalan ke Malaysia dan membeli kenderaan baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk mendapat rezeki yang berlimpah, kita harus setia pada bisnis kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Walau kadang gagal, jatuh tetapi kita harus tetap bangun dan berjalan. Fokuslah pada bisnis yang sudah kita bangun. Serahkan semuanya pada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bersabarlah sedikit untuk bisa menuai padi, tugas kita hanya menanam, memupuk, menyiangi, biarkan selebihnya Tuhan yang menyelesaikannya, merubah satu biji menjadi seribu biji. Percayalah itulah rejeki yang kita nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga Paijo sabar dalam menjual berasnya...dan mampu menguak tabir dari kegagalannya dan semoga betah tinggal di kota gudeg.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-7842792650043904834?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/7842792650043904834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=7842792650043904834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7842792650043904834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/7842792650043904834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/04/fokuslah-pada-bisnis-anda.html' title='FOKUSLAH PADA BISNIS ANDA...'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-79229124428700947</id><published>2007-03-28T10:17:00.000+08:00</published><updated>2007-03-28T11:06:22.796+08:00</updated><title type='text'>Bill Gates</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RgnbdpRWSSI/AAAAAAAAACc/BD_V_xaYJIw/s1600-h/bill.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046806159786658082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RgnbdpRWSSI/AAAAAAAAACc/BD_V_xaYJIw/s320/bill.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;William Henry Gates III lahir pada tahun 1955 , anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi ia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapat kesulitan di sekolah. Ketika berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School , sebuah sekolah dasar bergengsi khusus bagi anak laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan pada komputer, jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Ia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemrograman komputer, dan bersama para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, ia melewatkan waktu berjam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. "Ia adalah seorang 'nerd' (eksentrik)," sebagaimana seorang guru memberikan Gates julukan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikrokomputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai &lt;em&gt;"era komputer di rumah-rumah" &lt;/em&gt;dan merek berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana: Gates dan Paul membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang memperhatikan sungguh pendapat kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semuanya berubah dalam dua dekade terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga menghabiskan waktu dua jam sehari membaca dan menjawab electronic mail yang dikirim 15.000 karyawan Microsoft. Selain itu banyak sekali e-mail dari luar Microsoft.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana pengalaman orang berkeluarga (menyenangkan), film apa yang saya sukai (Schlinder's List dan Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka buku dulu untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari menjawab e-mail dan berceramah atau mengelola perusahaannya. Gates mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali e-mail yang tidak sempat dijawab. Bill Gates senang sekali menulis karena melalui tulisan ini membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih beragam tanpa harus ter-edit atau terpotong-potong atau tersaring oleh persepsi seseorang. Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan melalui e-mail. Kadang orang mencegat Gates di bandar udara atau mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-pameran komputer atau anak-anak sekolah mengirim surat kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu pertanyaan yang penting untuknya. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat filosofis, seperti yang mungkin Anda duga misalnya mengenai ekonomi pasar bebas. Ia hanya ingin tahu,"&lt;em&gt;Apakah Bill Gates sudah terlambat terjun ke industri software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama&lt;em&gt;,"inilah saatnya terjun ke bisnis software." &lt;/em&gt;Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun Microsoft lainnya. Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta dolar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS. Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan program pengolah kata untuk menulis, atau program spreadsheet untuk menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya sudah banyak. Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan informasi praktis dalam bidang seperti obat-obatan, asuransi, accounting, arsitektur atau bidang pemerintahan. Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang kecil-kecilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jangan lupakan Coke dan Pizza.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-79229124428700947?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/79229124428700947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=79229124428700947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/79229124428700947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/79229124428700947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/03/bill-gates.html' title='Bill Gates'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QDv2jIjpN74/RgnbdpRWSSI/AAAAAAAAACc/BD_V_xaYJIw/s72-c/bill.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1310875298529230547.post-8287784843388680264</id><published>2007-03-27T12:49:00.000+08:00</published><updated>2007-03-27T13:47:44.840+08:00</updated><title type='text'>Kisah sukses Purdie Chandra</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pernyataan John  F.Kennedy ini saya yakin kebenarannya. Itu bukan sekedar retorika, tapi memang sudah terbukti dalam perjalanan hidup saya. Gagal total itulah awal karier bisnis saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada akhir 1981, saya merasa tidak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, saya kembali mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat-hanya 2 orang  - sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota , dan menjadi lembaga bimbingan terbesar di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan adalah itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses daripada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maka, bila Anda seorang Entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan pula berharap orang disekitar Anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap pula semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa saya melukiskan gambaran yang begitu buruk bagi seorang Entrepreneur yang gagal? Begitulah masyarakat kita, cenderung memuji yang sukses dan menang. Sebaliknya, menghujat yang kalah dan gagal. Kita sebaiknya mengubah budaya seperti itu, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang pada peluang yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut pengalaman saya, apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Saya sendiri lebih suka menggunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sudah tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian merebak dan bertambah. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagi seorang Entrepreneur, sebaiknya jangan sampai terpuruk dengan kondisi dan suasana seperti itu. Kita harus berani menghadapi kegagalan, dan ambil saja hikmahnya (kejadian di balik itu). Mungkin saja kegagalan itu untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah, takkala lemah. Menjadi berani ketika kita takut. Itu sebabnya mengapa saya juga sepakat dengan apa yang dikatakan Richard Gere, Aktor terkemuka Hollywood, yang mengatakan bahwa kegagalan itu penting bagi siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa demikian? Karena selama ini banyak orang membuat kesalahan sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Justru sebaliknya, kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, Kita harus yakin akan menemukan kesuksesan si penghujung kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini seringkali menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh mitos  yang muncul di masyarakat di sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu 'melankolis' dan suka memvonis diri sendiri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kita bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap akan menjadikan kita sebagai sosok Entrepereneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang Entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi, ukurlah berapa kali ia bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Purdie Chandra.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Pemilik Primagama&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1310875298529230547-8287784843388680264?l=belajargagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajargagal.blogspot.com/feeds/8287784843388680264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1310875298529230547&amp;postID=8287784843388680264&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8287784843388680264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1310875298529230547/posts/default/8287784843388680264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajargagal.blogspot.com/2007/03/kisah-sukses-purdie-chandra.html' title='Kisah sukses Purdie Chandra'/><author><name>benni surbakti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13415095075979056439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>
